Orang Indonesia Suka Metode Pembayaran Online Yang Tak Ribet

No comment 116 views

Berikut artikel Orang Indonesia suka metode pembayaran online yang tak ribet, Semoga bermanfaat

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.com Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, sejatinya masyarakat Indonesia suka berbelanja. Namun saat dihadapkan dengan belanja online, terkadang mereka masih kebingungan dalam metode pembayarannya. Dia pun meyakini seandainya di kemudian hari telah ditemukan metode pembayaran yg cocok bagi budaya di Indonesia, maka transaksi dari belanja online otomatis mulai jauh semakin meningkat.Pria yg pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini bercerita ketika awal mula ring back tone (RBT) booming. Semua orang pesimis terutama para pemegang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas lagu itu. Mereka khawatir seandainya orang Indonesia tidak mau membayar biaya dari RBT tersebut. Namun, kekhawatiran itu dia patahkan setelah ada data dari industri RBT yg menyatakan orang-orang Indonesia mau membayar biaya RBT.”Ingat gak kalau lalu kami pernah beli RBT? Waktu itu aku pernah berargumentasi dengan para pemegang HKI lagu-lagu. Mereka menganggap bahwa orang Indonesia kalau beli lagu gak mau bayar dan inginnya download gratisan. Saya patahkan hal itu dengan membuka data industri RBT. Ternyata kan orang Indonesia mau bayar kok,” jelasnya kepada awak media ketika ditemui di acara Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS) 2016 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (22/11).”Ini artinya, orang Indonesia mau bayar yang berasal dengan metode pembayaran yg gampang. Kalau RBT itu kan model pembayarannya mampu potong pulsa juga. Jadi memang kebanyakan orang Indonesia gak suka yg ribet,” tambah pria yg akrab disapa Semmy itu.Oleh sebab itu, dilanjutkannya, metode pembayaran yg pas buat masyarakat Indonesia ke depannya mutlak dipikirkan. Dia pun tidak menutup kemungkinan manakala Financial Technology (FinTech) dapat menjadi alat pembayaran yg cocok bagi orang Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan mulai meningkatkan menjadi 75 persen orang dewasa (usia 15 tahun ke atas) memiliki rekening di bank pada tahun 2020. Saat ini dikatakannya baru mencapai 36 persen.”Nanti saat telah mencapai 75 persen peluang mulai semakin besar. Transaksi-transaksi mulai terjadi secara online, terangnya.Meski masih ada kendala dalam soal metode pembayaran belanja online, Semmy mengungkapkan optimis seandainya target transaksi e-commerce USD 130 miliar pada tahun 2020 dapat tercapai. Bahkan dia menyebutkan mulai melebihi target yg sudah ditentukan. Dia beralasanMelihat keadaan seperti ini, perusahaan riset IDC justru tidak sependapat. Berdasarkan hasil riset terbarunya, memperkirakan seandainya target yg ditentukan tidak dapat tercapai. Pasalnya, sampai akhir tahun 2016 diproyeksikan transaksi e-commerce di Indonesia baru menyentuh angka USD 651,7 juta. Maka dari itu, pada tahun 2020 nilai transaksi e-commerce cuma dapat meraih USD 1,8 miliar.Baca juga:
Dirjen Aptika: e-commerce tahun 2020 bakal lebihi target transaksi
Peserta Harbolnas 2016 naik 35 persen dari tahun lalu
Jualan di OLX, gratis jalan-jalan plus jajan ke Singapura
Sambangi Jokowi, bos Plug and Play diminta bangun perusahaan di RI

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/orang-indonesia-suka-metode-pembayaran-online-yang-tak-ribet.html
Terima kasih sudah membaca berita Orang Indonesia suka metode pembayaran online yang tak ribet. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Orang Indonesia Suka Metode Pembayaran Online Yang Tak Ribet"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.