Model Keamanan Biometrik Jadi Peluang Curi Data Sensitif

No comment 66 views

Berikut artikel Model keamanan biometrik jadi peluang curi data sensitif, Semoga bermanfaat

Disaat banyak organisasi keuangan mempertimbangkan solusi berbasis biometrik menjadi salah sesuatu teknologi tambahan paling menjanjikan dari metode otentikasi yg ada ketika ini, atau bahkan dianggap sebagai teknologi pengganti dari metode yg ada, sebaliknya penjahat siber melihat biometrik sebagai peluang baru bagi mencuri keterangan sensitif.

Sudah menjadi rahasia umum seandainya ATM memang menjadi incaran para penipu yg memburu data kartu kredit. Semuanya itu dimulai dengan skimmer primitif sebuah perangkat buatan sendiri yg melekat pada ATM, yg dapat mencuri keterangan dari strip magnetik kartu dan kode pin dengan bantuan ATM pin pad palsu atau kamera web. Seiring berjalannya waktu, desain perangkat tersebut sudah ditingkatkan agar tak gampang terdeteksi. Dengan penerapan yg jauh lebih sulit, tapi bukan tak mungkin bagi mengkloning chip dan pin dari kartu pembayaran, perangkat dikembangkan menjadi apa yg disebut sebagai ‘skimmer’: sebagian besar fungsi masih sama, namun dapat mengumpulkan keterangan dari chip kartu, memberikan keterangan yg cukup bagi melakukan serangan relay online. Industri perbankan menanggapi isu ini dengan solusi otentikasi terbaru, dua di antaranya berdasarkan pada biometrik.

Menurut penyelidikan Kaspersky Lab terhadap kejahatan siber underground, telah ada setidaknya beberapa belas penjual menawarkan skimmer yg bisa mencuri sidik jari korban. Dan setidaknya tiga penjual underground telah meneliti perangkat yg bisa secara illegal memperoleh data dari urat nadi telapak tangan dan sistem identifikasi iris mata.

Ada juga pembicaraan dalam diskusi yg sedang berlangsung di komunitas underground mengenai pengembangan aplikasi mobile buat membuat cetakan dari wajah manusia. Dengan aplikasi tersebut, penyerang bisa mengambil foto seseorang yg diposting di media sosial dan menggunakannya buat mengelabui sistem identifikasi wajah.

“Masalah penting dengan biometrik adalah, tak seperti password atau kode pin yg bisa dengan gampang dimodifikasi, mustahil buat mengubah sidik jari atau iris mata Anda. Oleh karena itu, seandainya data Anda diretas sekali saja, maka tak mulai aman bagi memakai metode otentikasi biometrik lagi,” ujar Olga Kochetova, ahli keamanan di Kaspersky Lab.

“Itulah mengapa sangat utama bagi menjaga data tersebut tetap aman dan mengirimkannya dengan cara yg aman. Data biometrik juga dicatat dalam paspor modern yg disebut e-paspor serta visa. Jadi, seandainya seorang penyerang mencuri e-paspor, mereka tak cuma memiliki dokumen, tapi juga data biometrik orang itu. Mereka sudah mencuri identitas seseorang,” tambahnya melalui informasi resmi, Kamis (29/09).

Penggunaan alat-alat yg dapat membahayakan data biometrik bukan satu-satunya ancaman siber potensial terhadap ATM. Hacker mulai selalu melakukan serangan berbasis malware, serangan blackbox dan serangan jaringan buat merebut data yg nantinya mampu digunakan buat mencuri uang dari bank dan nasabahnya.
Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/model-keamanan-biometrik-jadi-peluang-curi-data-sensitif.html
Terima kasih sudah membaca berita Model keamanan biometrik jadi peluang curi data sensitif. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Model Keamanan Biometrik Jadi Peluang Curi Data Sensitif"