Menjerat Google Agar Mau Bayar Pajak

No comment 60 views

Berikut artikel Menjerat Google agar mau bayar pajak, Semoga bermanfaat

Gaduh akibat ulah Google tidak mau diperiksa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan menjadi sorotan banyak pihak. Ulah Google tidak mau diperiksa pajak hingga ketika ini belum diketahui motifnya. Namun yg jelas, pemerintah tengah mengejar agar Google mau bayar pajaknya.Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), perputaran uang iklan digital dari Indonesia itu bernilai sebesar USD 800 juta atau setara dengan Rp 10,6 triliun pada tahun lalu. Namun sayangnya, Indonesia tidak kecipratan berkah dari pajak transaksi iklan digital mereka.Menurut Direktur Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, akal bulus Google menghindar bayar pajak terjadi tidak cuma di Indonesia saja. Banyak negara yg ‘dikadalin’ oleh raksasa internet dunia ini.Lantas, bagaimana dengan solusinya? Dikatakan Heru, solusinya adalah dengan ketegasan dari pemerintah Indonesia melalui serangkaian bukti transaksi yg kuat, serta harus dikerjakan secara integrasi oleh seluruh instansi.”Langkah terintegrasi itu maksudnya, jangan di sesuatu sisi Ditjen Pajak keras eh di sisi lain, instansi yang lain malah bermesraan dengan Google. Itu yg membuat mereka tetap merasa aman,” tuturnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Senin (19/09).Hal ini, kata dia, berbanding terbalik dengan ketegasan pemerintah terhadap pengusaha lokal di mana pemerintah dapat menginvestigasi pajak yg bahkan pajak dua tahun lalu. Agar lebih fair, maka perlu dikerjakan ke Google juga, supaya tidak ada kesan terhadap orang asing longgar, terhadap bangsa sendiri ketat. Lebih jelas, menurutnya, buat memaksa Google bayar pajak data-data perusahaan Indonesia yg menjadi klien Google dan nilai bisnisnya harus dipaparkan.”Bukti permulaan aku pikir Ditjen Pajak punya, dan makanya kemudian diinvestigasi, karena antara kewajiban pajak dengan pajak yg dibayarkan nilainya berbeda. Maka dari itu yg dibutuhkan adalah ketegasan pemerintah. Pemerintah harus tegas, jangan lembek, kalau percaya Google bersalah, jalan selalu dan jangan ragu,” jelas dia.Perlukah sanksi?Menurut Heru, adanya sanksi mutlak diperlukan sebagai efek jera Google buat membayar pajak. Sanksi yg ideal ketika ini adalah dengan tak melanjutkan proyek balon internet Google. Hal itu, diperkirakan bisa membuat efek jera terhadap Google.”Ya, misal kerja sama balon internet Google dibatalkan. Dikasih waktu sesuatu tahun buat memenuhi kewajiban, sambil bikin aplikasi seperti Google, jadi saat mereka tetap membandel kalian bersiap mandiri,” tuturnya.Namun, cara frontal itu dikerjakan bila memang benar-benar berada dalam posisi buntu. Akan tetapi, harus mempersiapkan pengganti dari mesin pencarian besutan Sergey Brin dan Larry Page itu. Hal senada juga diungkapkan oleh Executive Director ICT Watch, Donny B.U. Kata Donny, cara blokir itu dikerjakan sebagai usaha terakhir seandainya Google masih keukeuh tidak membayar pajaknya.”Blokir ya mungkin aja secara teknis. tapi harus diposisikan sebagai usaha terakhir kalau semua cara telah tidak mempan. Tapi, perlu diperhatikan juga gak hantam kromo. Maksudnya, perlu dikonsultasikan dahulu misalnya dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan harus berdasarkan penetapan pengadilan. Dan yg gak kalah penting, perlu langsung ada aplikasi sejenis Google buatan dalam negeri,” tuturnya.Seperti yg dikabarkan sebelumnya, Google memulangkan surat perintah pemeriksaan pajak dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Dilaporkan Reuters kala itu, Kamis (15/09), Kepala Kantor Wilayah Jakarta Khusus Ditjen Pajak, Muhammad Hanif, menuturkan bahwa ikhwal kejadian itu ketika pihaknya coba mengirimkan surat terkait pemeriksaan pajak pada bulan April ke manajemen Google, namun ditolak.Penolakan itulah yg kemudian diasumsikan seandainya Google enggan bayar pajak. Kabarnya, peningkatan penyelidikan lebih mendalam terhadap Google, mulai dikerjakan paling cepat pada akhir bulan ini. Tak cuma Google saja, pemerintah juga sudah meminta kepada tiga perusahaan raksasa internet seperti Yahoo, Twitter, dan Facebook buat diperiksa mengenai laporan pajak.Baca juga:
Soal Google ogah bayar pajak jadi perhatian KPPU
Menkeu minta prosedur pemungutan pajak bisnis e-commerce diperjelas
Menkeu Sri Mulyani ancam bawa Google ke peradilan pajak
Pendiri Kaskus: Semua pemain industri internet harus bayar pajak
Kemkominfo tegaskan ke Google bagi patuhi aturan pajak di Indonesia

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/menjerat-google-agar-mau-bayar-pajak.html
Terima kasih sudah membaca berita Menjerat Google agar mau bayar pajak. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menjerat Google Agar Mau Bayar Pajak"