Literasi Digital Penting Agar Tak Terjerat UU ITE

No comment 103 views

Berikut artikel Literasi digital penting agar tak terjerat UU ITE, Semoga bermanfaat

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.com Revisi Undang-undang (UU) No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yg sudah disepakati oleh pemerintah dan DPR, hari ini, Senin (28/11), resmi diberlakukan. Direktur Eksekutif ICT Watch, Donni BU pun angkat bicara.Sebagai netizen, dia memandang bahwa penerapan UU ITE yg baru ini khususnya pada pasal 27 ayat 3 sejatinya tidak mulai berpengaruh terhadap semakin berkurang atau bertambahnya orang yg terjerat dalam masalah ini.Dia beralasan, selama masih ada hasrat orang buat mengkriminalkan lantaran berbeda pendapat atau pandangan di media sosial, maka hal itu tetap mulai terjadi. Demikian pula selama masih ada orang yg meluapkan ekspresinya terlalu berlebihan, juga mulai tetap mulai menjadi persoalan.”Jadi kalau menurut aku ya, ada atau tak adanya pasal tersebut, selama hasrat orang masih ingin balas dendam karena mendapatkan kritikan di ranah media sosial masih tinggi dan ditambah literasi digital orang di media sosial masih rendah sehingga berdampak terhadap ngomong ngawur, maka kecenderungannya masalah itu tetap mulai muncul,” tuturnya kepada Merdeka.com melalui sambungan telepon, Senin (28/11).Kendati begitu, bukan berarti masyarakat tidak lagi bebas buat berpendapat atau berekspresi. Hanya saja, perlu ada batasan-batasan bagi bebas mengeluarkan pendapatnya.”Jadi intinya balik lagi kepada orangnya masing-masing. Ini kami bicara soal pentingnya literasi digital. Kesadaran orang tentang keterangan dan berbeda pendapat,” ujar dia.Sebagaimana diketahui, pasal 27 ayat 3 seringkali menjadi alat bagi mengkriminalkan seseorang yg melayangkan kritikan atau pendapat yg berbeda di ranah media sosial. Hukumannya pun tidak tanggung-tanggung. Sebelum pasal 27 ayat 3 itu direvisi, sanksi pidana dibebankan enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.Namun setelah direvisi, sanksi pidana itu menjadi empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta. Ditambah pula ketentuannya tidak lagi delik umum, melainkan delik aduan.Baca juga:
UU ITE baru tidak mengubah norma, cuma menurunkan sanksi pidana
Mabes Polri beri arahan tiap Polres terkait revisi UU ITE
Tantowi sebut UU ITE bukan buat membungkam suara kritis rakyat
UU ITE hasil revisian akan diberlakukan hari ini
Pasca disahkan, UU ITE bisa respon negatif
UU ITE disahkan, ini pasal yg direvisi

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/literasi-digital-penting-agar-tak-terjerat-uu-ite.html
Terima kasih sudah membaca berita Literasi digital penting agar tak terjerat UU ITE. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Literasi Digital Penting Agar Tak Terjerat UU ITE"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.