KPPU Inginkan Persaingan Sehat Di Industri Telekomunikasi

No comment 56 views

Berikut artikel KPPU inginkan persaingan sehat di industri telekomunikasi, Semoga bermanfaat

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf tengah menunggu aturan baru di sektor telekomunikasi terkait network sharing yg tertuang nantinya pada hasil revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 52 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan PP nomor 53 tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Dia menilai, industri telekomunikasi yaitu industri yg sangat strategis sehingga perlu dikawal setiap aturan yg diberlakukan agar persaingan di dalam industri ini juga sehat.Terkait PP yg tengah direvisi itu, pada dasarnya pihaknya mendorong adanya aturan mengenai network sharing. Pasalnya, ada beberapa dampak yg mulai dirasakan bilamana aturan network sharing ini diberlakukan. Pertama adalah soal industrinya dan yg kedua dengan adanya network sharing, mulai memberikan peluang untuk konsumen bagi mendapatkan produk yg beragam di pasar.”Cuma catatannya adalah, kami juga tak ingin network sharing ini, merugikan incumbent yg sejak awal telah berinvestasi di sisi jaringan. Yang harus diperhatikan adalah mekanisme kompensasi kepada operator yg selama ini aktif membangun jaringan di luar Jawa, yg secara bisnis mereka tak untung. Nah, ini yg mesti dipikirkan oleh regulator ya,” terangnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/09).Dikatakannya, selain network sharing ada juga isu mengenai interkoneksi. Terkait isu ini, pihaknya juga mulai selalu memantau perkembangannya.”Kemudian di dalam konteks network sharing ada juga isu tarif off net atau antar operator. Pembayaran ini kan telah ditetapkan kemarin melalui cost interkoneksinya. Cuma, besarannya biaya yg ditanggung oleh konsumen kan berbeda-beda. Nah ini yg mau kami lihat, komponen cost nya seberapa layak yg diberikan ke end user itu. Karena ada operator yg biaya on net (satu operator) murah sekali tetapi giliran off net dibebankan biaya mahal. Bahkan ada yg menyebut tariff off net dapat 8 kali tarif interkoneksi. Ini artinya end user mampu dibebani biaya 8 kali tarif off net. Ini mulai kalian lihat juga,” paparnya.Sebagaimana diketahui, pertarungan operator bagi memperjuangkan terwujudnya network sharing melalui revisi peraturan pemerintah (PP) 52 dan 53 tahun 2000 nampaknya telah mendekati kenyataan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, dirinya sudah mendapatkan salinan draft revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 dari kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurut Rudiantara, beleid baru telekomunikasi tersebut tinggal ditandatangani Presiden Joko Widodo.Network sharing itu sendiri adalah mekanisme penggunaan bersama infrastruktur aktif telekomunikasi antaroperator telekomunikasi di suatu negara. Ada lima model network sharing, yakni CME Sharing, multi operator radio access network (MORAN), multi operator core network (MOCN), Roaming, dan mobile virtual network operator (MVNO).Baca juga:
Telkom bagi-bagi akses internet pada relawan PON 2016
XL klaim siapkan perluasan wilayah layanan 3G di luar Jawa
Kampanye internet baik Telkomsel digelar hingga perbatasan negara
Polemik biaya interkoneksi, omong besar layanan telekomunikasi senja
Indosat meradang dituding cari keuntungan dari biaya interkoneksi

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/kppu-inginkan-persaingan-sehat-di-industri-telekomunikasi.html
Terima kasih sudah membaca berita KPPU inginkan persaingan sehat di industri telekomunikasi. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "KPPU Inginkan Persaingan Sehat Di Industri Telekomunikasi"