Kecerdasan Buatan Tak Selalu Soal Robot Yang Canggih

No comment 75 views

Berikut artikel Kecerdasan buatan tak selalu soal robot yang canggih, Semoga bermanfaat

Merdeka.com Ingatkah Anda dengan Jarvis? Ya, Jarvis asisten komputer Tony Stark di film Iron Man. Namun tahukah Anda apa teknologi yg digunakan itu? Teknologi yg digunakan itu adalah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tingkat tinggi. Di mana segala pekerjaan ringan yg biasa dikerjakan oleh manusia, diterapkan oleh robot. Tidak ada yg mungkin seandainya kelak hal-hal yg seperti itu dapat dikerjakan oleh sebuah komputer.

Namun, pada dasarnya konsep teknologi AI ini sehari-hari pun sudah banyak digunakan oleh kalian tanpa disadari. Misalnya saja Cortana dan Siri yg tidak jarang kami dengar. Atau seandainya hal itu masih terlalu canggih, konsep teknologi yg digunakan e-commerce dan instant messaging yaitu dasar dari AI. Intinya, satu yg digerakan oleh sistem komputer. Tak dapat dimungkiri memang pemahaman masyarakat mengenai AI ini masih terlalu jauh.

Orang yg berangkat dari pendidikan tinggi pun belum tentu aware dengan AI yg padahal kadang diketahui juga, ujar Harry K. Nugroho, Country Manager Intel Indonesia ketika menjadi pembicara pada acara Ideafest 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (24/09).

Hal itu yg kemudian perlu diperhatikan juga oleh semua pemangku industri teknologi bagi memberikan awareness mengenai konsep AI tersebut. Dikatakannya, seandainya berbicara mengenai kecerdasan buatan, image itu pasti merujuk terhadap satu yg berbentuk robot canggih atau scientific.

Karena kalau kalian bicara AI pertama kali image yg ada dibenak orang itu apa? Robot yg canggih dan scientific. Namun pada dasarnya, hal itu jauh nanti ke depan dan kami sebenarnya dengan hal-hal yg kecil telah dilakukan. Nah, awareness yg semacam ini utama bagi disosialisasikan kepada masyarakat, terangnya.

Menurutnya proses memberikan awareness terhadap masyarakat mengenai kecerdasan buatan ini, harus dikerjakan segala industri kepada komunitas-komunitas non teknologi. Tujuannya tentu, agar masyarakat yg notabene kurang mengerti teknologi dapat lebih aware dengan konsep kecerdasan buatan ini dan mampu memanfaatkannya.

Bagaimana industri mendekati komunitas-komunitas di luar teknologi. Misalnya tadi dari Sahabat Pulau yg berangkat bukan dari komunitas teknologi. Mereka membuat satu yg memiliki manfaat buat nelayan. Selain itu, bagaimana juga industri pun mendekati komunitas akademisi juga. Intinya sih, teknologinya ada, awareness-nya yg perlu kami lakukan lagi, ucapnya.

Pada dasarnya seandainya meniliki masa lalu, AI bukanlah barang baru. Konsep tersebut sebetulnya telah akan dibicarakan pada tahun 1956. Saat tahun itu, orang-orang membayangkan dan ingin sekali mampu berinteraksi dengan komputer. Bahkan, dari sisi keilmuan kecerdasan buatan sudah berkembang. Namun sayang, teknologi komputer kala itu belum terlalu berkembang dibandingkan dengan sekarang.
Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/kecerdasan-buatan-tak-selalu-soal-robot-yang-canggih.html
Terima kasih sudah membaca berita Kecerdasan buatan tak selalu soal robot yang canggih. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kecerdasan Buatan Tak Selalu Soal Robot Yang Canggih"