Kata Bos Kudo Soal SDM Startup Di Indonesia

No comment 101 views

Berikut artikel Kata bos Kudo soal SDM startup di Indonesia, Semoga bermanfaat

Tiket pesawat Rp 699,000 bayar Rp 600,000 aja! Pergi.com yuk Silicon Valley, Amerika Serikat terus jadi acuan negara di segala dunia buat mengembangkan startup, termasuk di Indonesia. Apapun itu yg ada di sana terus ditiru, misal kantornya, gedungnya, dan bahkan soal pendanaannya. Namun dari semuanya itu, ada yg belum mampu ditiru, merupakan mindset dari sumber daya manusianya itu sendiri.Hal itu diutarakan oleh Chief Technology Officer (CTO), Kudo, Sukan Makmuri. Menurutnya, masalah itu bukan cuma terjadi di Indonesia namun di semua dunia yg ingin mengembangkan startup.”Ini yg tidak jarang ditanyakan oleh negara yang lain di segala dunia, bukan cuma di Indonesia saja. Dan terus jawabannya, kalau gitu kalian copy modelnya Silicon Valley baik itu kantornya, gedungnya, dan bahkan fundingnya. So, its a good start. Tapi, ada yg belum mampu dicopy yakni mindset-nya,” ujarnya ketika ditemui di gelaran Tech in Asia Jakarta 2016, Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/11).Ada beberapa mindset yg dimaksudkan oleh Sukan. Pertama adalah soal pendidikan. Ini bukan berarti pendidikan di Indonesia tak baik. Hanya saja, cara penyampaian soal pendidikan di Silicon Valley tentu saja berbeda dan ini terjadi bukan saja di Indonesia.”Pertama pendidikan, ini di sana caranya lain. Bukan berarti di Indonesia tak baik ya. Di sana terutama daerah Silicon Valley, bukan hanya menghafal tetapi disuruh berpikir juga. Saya contohkan, ketika pertama kali aku sekolah di sana. Saat itu aku tak tahu maksud dari apa yg tak ketahui oleh aku terkait perkuliahan, kemudian aku pun menanyakan hal itu kepada pihak kampus. Bukannya aku dikasih tahu, malah aku ditanya balik. Hal itu salah bentuk agar kami itu disuruh berpikir,” terang orang yg pernah lama tinggal dan berkecimpung di dunia startup di Silicon Valley.Kemudian yg kedua adalah para pekerja startup di sana mempunyai equity atau kepemilikan saham sehingga mulai timbul komitmen bersama bagi memajukan perusahaan. Di Silicon Valley, hal itu telah menjadi satu yg wajar.”Di sana, level sekretaris saja milik equity. Jadi dengan itu ingin perusahaannya juga berhasil. Kalau di sini kan kebanyakan C level yg dapat. Di Indonesia juga susahnya, tak ada hero yg berasal dari orang awam dan bisa equity kemudian berhasil,” ungkap dia.”Di Silicon Valley itu banyak. Begitu perusahaannya go public mereka dapat beli mobil dan rumah. Jadi dengan cara ini mereka juga mulai bekerja keras. Kebanyakan kan di kami yg utama pendapatan cash gak ingin yg seperti itu-itu juga,” tambahnya.Baca juga:
Masih ada peluang garap e-commerce yg sasar kota-kota kecil
Kata Menkominfo soal kehadiran Plug and Play di Indonesia
Mahasiswa ITS untuk teknologi dapat lacak kendaraan
Saran bos Plug and Play bagi para konglomerat Indonesia

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/kata-bos-kudo-soal-sdm-startup-di-indonesia.html
Terima kasih sudah membaca berita Kata bos Kudo soal SDM startup di Indonesia. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kata Bos Kudo Soal SDM Startup Di Indonesia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.