Haru Biru Dan Keresahan Silicon Valley Usai Terpilihnya Donald Trump

Berikut artikel Haru biru dan keresahan Silicon Valley usai terpilihnya Donald Trump, Semoga bermanfaat

Diskon tiket pesawat SESUKA-mu! Hanya di PERGI.COM harga kalian bulatkan ke bawah Terpilihnya Donald Trump jadi presiden Amerika Serikat cukup mengecewakan banyak kelompok di negeri Paman Sam tersebut. Jauh di luar ranah politik, sektor teknologi ternyata adalah salah sesuatu dari mereka yg tidak ingin Trump jadi pemimpin Amerika Serikat.Dilansir dari Twitter dan berbagai sumber, Silicon Valley kini sedang berduka. Keresahan merundung pusat teknologi dunia tersebut atas terpilihnya Trump, yg dianggap tidak milik perhatian lebih di dunia teknologi.”Ini rasanya seperti hal terburuk yg terjadi dalam hidupku. Aku berasumsi kami dapat melewati ini, namun ini tidak terasa demikian sekarang,” cuit Sam Altman, presiden dari Y Combinator, sebuah startup inkubator yg berbasis di Mountain View, California.”Inikah rasanya saat masyarakat akan menyadari bahwa Hitler dapat benar-benar mengambil alih kekuasaan?” cuit Mark Pincus, co-founder dari developer game Zynga yg berbasis di San Francisco.Co-founder dari Hyperloop One, Shervin Pishevar, dilansir dari Bloomberg bahkan berharap California yg ditumbuhi perusahaan dan startup teknologi dengan berbagai skala, bagi memisahkan diri saja dari Amerika Serikat. Hyperloop One sendiri sedang menjalani proyek besar membuat transportasi publik tercepat, dengan ‘backingan’ dari Elon Musk.Dennis Crowley, founder dari jejaring sosial Foursquare juga menyatakan keresahannya soal Trump di program satir “The Daily Show.” Dia menyatakan bahwa “ini bukan negara yg saya harapkan sebelumnya. Negeri ini lebih terpecah belah, lebih seksis, dan lebih rasis dari yg saya bayangkan sebelumnya.”Sudah sangat banyak insan-insan Silicon Valley yg ‘insecure’ mulai kemungkinan Trump mampu jadi Presiden. Nama beken seperti co-founder Facebook, Dustin Moskovitz, bahkan menyumbang 20 Juta Dollar buat kampanye partai Demokrat. Selain itu CEO Salesforce Marc Benioff dan Chairman LinkedIn Reid Hoffman, adalah petinggi teknologi yg menyuarakan ‘anti-Trump.’Pengecualian muncul dari salah sesuatu penghuni Silicon Valley yg juga CEO PayPal, Peter Thiel. Pengusaha yang berasal Jerman dan lulusan Standford tersebut justru mendukung Trump sejak awal.”Selamat untuk presiden terpilih, Donald Trump. Dia memiliki tugas yg sangat sulit, karena telah sangat lama seharusnya kami menghadapi berbagai persoalan di negeri ini. Kita harus berjuang bersama,” tulis Thiel dalam pernyataannya.Wajar seandainya para penghuni Silicon Valley resah seandainya Trump yg terpilih. Pasalnya, dikabarkan Trump tidak sebegitunya faham dengan teknologi. Dalam pernyataannya, Trump bahkan ingin ‘menutup’ internet dengan meminta bantuan Bill Gates. Trump bahkan ketika ini sedang bermusuhan dengan CEO Amazon dan sempat bersitegang dengan Apple yg tidak mau menolong FBI buat membuka iPhone punya pelaku teroris di San Bernardino.Di sisi lain, Hillary Clinton diproyeksikan mulai membawa banyak perubahan dalam hal teknologi. Mulai dari pajak perusahaan, meneruskan kebijakan Obama terkait netralitas Internet, serta membangun Komisi yg mengkhususkan soal keamanan digital dan enkripsi. Hal ini tentu bisa banyak dukungan dan sorotan dari para pegiat teknologi di AS.Baca juga:
Melania Trump: kemajuan teknologi untuk masyarakat jadi ‘kejam’
Donald Trump menangi pilpres AS, situs imigrasi Kanada ‘semaput’!

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/haru-biru-dan-keresahan-silicon-valley-usai-terpilihnya-donald-trump.html
Terima kasih sudah membaca berita Haru biru dan keresahan Silicon Valley usai terpilihnya Donald Trump. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Haru Biru Dan Keresahan Silicon Valley Usai Terpilihnya Donald Trump"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.