Daripada Ributkan Interkoneksi, Lebih Baik Khawatirkan OTT

No comment 125 views

Berikut artikel Daripada ributkan interkoneksi, lebih baik khawatirkan OTT, Semoga bermanfaat

Analis ICT Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan, telah seharusnya industri telekomunikasi ketika ini berpikir bagaimana mengantisipasi mengguritanya layanan Over The Top (OTT) seperti Google, Facebook, Yahoo, dan yang lain sebagainya. Bukan justru mempeributkan urusan tarif interkoneksi. Hal ini tentu saja berbeda dengan sikap yg dikerjakan oleh industri telekomunikasi di Eropa di mana mereka concern terhadap isu layanan OTT.

“Sementara, di Indonesia ini masih ribut-ribut soal interkoneksi. Sekarang udah zamannya OTT. Operator harusnya think beyond telco. Mereka harusnya lebih concern mengantisipasi isu soal OTT dan bagaimana memanfaatkan keadaan ini bagi mendorong ekonomi digital,” jelasnya ketika acara media briefing dengan sejumlah awak media di Jakarta, Senin (15/08).Meski demikian, dia tidak menampik seandainya ketika ini Europe Commission (EC) juga masih mengkaji terkait aturan buat OTT.”Masih jadi perdebatan juga di sana dengan Google dan Yahoo soal aturan bagi mereka,” terang pria berkacamata yg ketika ini menetap di Spanyol.Kira-kira setahun lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara pernah menyampaikan tengah mengkaji kemungkinan adanya aturan baru yg sedang menjadi bahan diskusi oleh EC di Eropa terkait OTT Internasional. Dijelaskannya, EC sedang melihat kemungkinannya OTT internasional subjek kepada lisensi. Seperti halnya operator telekomunikasi.”Saya sendiri sedang mengikuti terus. Kalau misalnya di sana diberlakukan seperti itu, maka di Indonesia juga harus melakukan yg sama,” katanya.Menurutnya, seandainya Eropa resmi menerapkan aturan tersebut pada tahun 2016, maka Indonesia secepatnya mulai mengikuti langkah mereka.”Kalau Eropa 2016 menerapkan, kalian mulai ikut. Secepatnya gak perlu tahun 2017. Saya juga mulai siapkan kerangka peraturannya. Bahwa itu nanti aturannya berbentuk Peraturan Menteri (Permen) atau apa belum tahu. Tapi begitu mereka terapkan kami ikuti,” ujarnya.Baca juga:
Turunnya tarif interkoneksi tidak terus rugikan operator
Penurunan tarif interkoneksi sebaiknya berdampak kepada konsumen
Oknum ngaku Kemkominfo tawarkan proyek USO, Pemda diminta hati-hati
XL: Sepanjang tahun kalian bangun jaringan FO
Bos Indosat: Anak muda harus berani investasi saham
Telkomsel sebut tingkatkan kualitas jaringan di 12 destinasi wisata

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/daripada-ributkan-interkoneksi-lebih-baik-khawatirkan-ott.html
Terima kasih sudah membaca berita Daripada ributkan interkoneksi, lebih baik khawatirkan OTT. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Daripada Ributkan Interkoneksi, Lebih Baik Khawatirkan OTT"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.