Aspiluki Soal Data Center Asing: Kami Menyayangkan Rencana Itu

Berikut artikel Aspiluki soal data center asing: Kami menyayangkan rencana itu, Semoga bermanfaat

Ketua Umum Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), Djarot Subiantoro menyayangkan rencana pemerintah yg ingin melonggarkan aturan mengenai penempatan data center. Pemerintah seperti memberikan sinyal seandainya nantinya penempatan data center tidak diwajibkan di Indonesia.”Kami menyayangkan rencana tersebut. Pertama dari sisi konsistensi dan strategi kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri. Mindset konsumen atau produsen, Indonesia sebagai target pasar atau pemain. Inkonsistensi kebijakan menjadi warning buat pengusaha dalam berinvestasi yg mengacu kepada kebijakan pemerintah. Kondisi riil perkembangan industri ICT kami belum ideal, masih memerlukan keberpihakan dalam membangun kekuatan nasional,” katanya ketika dihubungi Merdeka.com melalui pesan singkat, Jumat (30/09).Dikatakannya, data center memiliki peran startegis sebagai hub di mana produk dan layanan turunannya mulai tumbuh di sekelilingnya, akan dari infrastruktur/platform, SDM, pemanfaatan, dan regulasi. Kalau data center di luar, industri tetap mampu berkembang namun terbatas di area ttu, khususnya konten/ OTT.”Aspek security, data base dan fata management, operational management dan sebagainya tak mulai terdevelop. Di masa depan diyakini bahwa data sebagai pengganti software sebagai komoditi penting (data is dollar), dengan data center di luar potensi big data kalian juga di luar,” terangnya.Meski begitu, kata dia, seandainya bicara ideal stage, yg diutarakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara tak salah, namun keadaan riil ekosistem sendiri seperti regulasi, kemampuan audit, penyebaran infrastruktur belum ideal.”Misalnya bila terjadi fraud dan data center kami di luar, apakah kalian bisa langsung memeriksa secara yuridis, apakah ada perjanjian bilateral antar kedua negara dan sebagainya. Kami merasa perlu kebijakan agar Indonesia tak cuma nantinya menjadi konsumen yg tak berdaya saat terjadi kesalahan,” paparnya.Mengacu dalam aturan tersebut yg tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2012 mengenai Transaksi Elektronik pasal 17 Ayat 2 menyebutkan Penyelenggara Sistem Elektronik bagi pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia buat kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.
Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/aspiluki-soal-data-center-asing-kami-menyayangkan-rencana-itu.html
Terima kasih sudah membaca berita Aspiluki soal data center asing: Kami menyayangkan rencana itu. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Aspiluki Soal Data Center Asing: Kami Menyayangkan Rencana Itu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.