Asal Transparan, Tak Perlu Takut Terapkan Biaya Interkoneksi

Berikut artikel Asal transparan, tak perlu takut terapkan biaya interkoneksi, Semoga bermanfaat

Pergi.com, promo tiket pesawat seluruh maskapai! Apa kabar biaya interkoneksi telepon dan SMS 2016, yg menjadi polemik, memanas, dan dihentikan pembahasannya 1 September lalu?Berdasarkan keterangan yg dihimpun Merdeka.com, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sedang membahas dokumen revisi Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI) dari PT Telkom Group. Dokumen revisi DPI itu disetorkan ke BRTI pada 6 Oktober lalu.Bila benar, kini bola di tangan regulator. Artinya, Jika BRTI berpendapat DPI Telkom Group hasil revisinya tak sesuai, maka biaya interkoneksi telepon dan SMS sebesar Rp 204 per menit buat 18 skenario panggilan seluler dan telepon tetap yg ditetapkan 2 Agustus dulu mampu diterapkan. Apa benar demikian?Sarwoto Atmosutarno, Ketua Komite Tetap Penyelenggara Jaringan Bidang Telematika, Penyiaran, dan Ristek KADIN Indonesia, berpendapat sepanjang proses pembahasan penghitungan biaya interkoneksi dikerjakan secara transparan, sebaiknya diterapkan saja. Apalagi proses penghitungannya seperti di tahun-tahun sebelumnya. Biaya interkoneksi kali pertama dihitung pada 2006.Menurut mantan orang nomor sesuatu di Telkomsel, “Kalau telah transparan, tetapkan saja, mengapa harus takut.””Poin KADIN Indonesia adalah interkoneksi telah jelas. Aturannya ada, mesin penghitungnya juga telah ada. Yang jadi persoalan, ada sesuatu operator yg menilai proses menghitungnya tak transparan, sehingga keluar angka Rp 204 per menit. Bila dinilai memang belum transparan, sebaiknya diulangi lagi. Namun, kalau telah terbukti transparan, sebaiknya ditetapkan dan dijalani,” kata Sarwoto kepada Merdeka.com usai menjadi pembicara diskusi di Jakarta, dua waktu lalu.Soal Telkom Group yg masih menolak biaya interkoneksi, Sarwoto mengingatkan, perlu diingat bahwa penghitungan biaya interkoneksi ini telah dikerjakan tiga kali sejak 2006. Jadi mestinya tiada persoalan buat penetapan biaya inerkoneski 2016, kecuali ini kali pertama, sehingga ada proses belajarnya.Biaya interkoneksi adalah biaya hubungan telekomunikasi antar-operator atau off-net. Interkoneksi timbul, akibat Indonesia menganut sistem multi-operator, bukan sesuatu operator. Biaya interkoneksi dihitung sama-sama dan disepakati agar tercapai level playing field. Dasar hukumnya, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi.Saat biaya interkoneksi 2016 ditetapkan turun 26 persen menjadi Rp 204 menit itu ditetapkan 2 Agustus lalu, PT Group termasuk Telkomsel menolaknya. Sedangkan operator lain, seperti Indosat, XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) mendukungnya.Telkom Group kontra biaya interkoneksi 2016, karena operator terbesar di republik ini mempunyai biaya jaringan yg bersifat cost recovery tinggi, yakni Rp 285 per menit. Lebih mahal dari biaya interkoneksi 2016 yg Rp 204 per menit. Biaya jaringan Telkom tinggi, lantaran membangun di semua Indonesia hingga ke daerah pelosok.Baca juga:
Mastel Institute imbau polemik interkoneksi dihentikan
KPK diminta selidiki dugaan Pungli revisi PP tarif interkoneksi
Revisi PP tentang telekomunikasi bakal dilaporkan ke KPK
Kemkominfo sebut revisi PP telekomunikasi sesuai prosedur
Perang tarif mampu rugikan negara
Begini kata pakar hukum soal revisi PP telekomunikasi

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/asal-transparan-tak-perlu-takut-terapkan-biaya-interkoneksi.html
Terima kasih sudah membaca berita Asal transparan, tak perlu takut terapkan biaya interkoneksi. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "Asal Transparan, Tak Perlu Takut Terapkan Biaya Interkoneksi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.