4 Sebab Ilmiah Mengapa Akhir Pekan Sebaiknya Berdurasi 3 Hari

Berikut artikel 4 Sebab ilmiah mengapa akhir pekan sebaiknya berdurasi 3 hari, Semoga bermanfaat

Tiket pesawat Rp 699,000 bayar Rp 600,000 aja! Pergi.com yuk Akhir minggu hampir tiba. Hari jumat, biasanya para pekerja dan para mahasiswa telah mulai menikmati indahnya akhir minggu yg dapat kalian nikmati di hari sabtu dan minggu. Namun tidak sedikit juga para pekerja dan mahasiswa tetap masuk di hari sabtu.Akhir minggu adalah hari di mana kami seharusnya menjauhkan diri dari layar komputer dan banyak mengistirahatkan mata dan fisik kami dari berbagai kesibukan. Namun tampaknya sains merasa jumlah waktu kalian buat berakhir minggu ternyata terlalu pendek.Berbagai riset ilmiah dalam bidang medis, kecukupan istirahat, sains kognitif, dan psikologi organisasi, ternyata merasa bahwa akhir minggu harusnya lebih lama dan hari kerja seharusnya mengambil waktu lebih pendek.Uniknya, dua perusahaan di Amerika Serikat menerapkan akhir minggu lebih lama untuk karyawannya. Dari survey yg dikerjakan organisasi bernama Families and Work, 43 persen partisipannya mengaku perusahaan tempat mereka kerja menerapkan akhir minggu 3 hari. Meski demikian, tidak segala karyawan mendapatkannya. Hanya dua karyawan tertentu yg mendapat ‘keistimewaan’ ini.Dari pandangan sains, mengapa akhir minggu durasinya harus berjumlah tiga hari? Ini jawabannya!1. Anda mulai lebih sehatBerlama-lama di kantor atau bekerja ternyata sangat buruk buat jantung kita, dan hal ini telah dibuktikan dari berbagai penelitian ilmiah. Terdapat sebuah penelitian terbaru tentang hal ini yg dilansir dari Science Direct, di mana seandainya seseorang bekerja 55 jam per pekan atau lebih, 33 persen lebih beresiko terkena stroke. Para pekerja lembur juga 13 persen lebih beresiko terkena serangan jantung.Selain itu, penelitian yg dipublikasikan di jurnal The Lancet: Diabetes & Endocrinology, menyebutkan bahwa pekerja lembur yg melakukan pekerjaan fisik seperti buruh, 30 persen lebih beresiko terkena diabetes tipe 2.Inilah mengapa waktu libur adalah hal yg paling utama dalam hidup. Terkurasnya tenaga sedikit banyak dapat menggerus kesehatan.2. Kuantitas dan kualitas tidur Anda bertambahSeseorang yg bekerja kurang dari 40 jam per pekan ternyata mulai milik lebih banyak waktu tidur. Hal ini bertolak belakang dengan mereka yg bekerja lebih dari 55 jam per minggu, di mana mereka mulai lebih susah memejamkan mata. Hal ini cukup pelik, waktu istirahat mereka lebih sedikit namun jauh lebih susah mendapat tidur yg berkualitas.Uniknya, penyebab dari hal ini adalah stres. Jika Anda milik waktu kerja yg lebih sedikit, Anda milik waktu lebih banyak buat bersantai. Jika Anda milik banyak tugas yg harus dikerjakan, setiap harinya yg Anda pikirkan cuma tugas selanjutnya, dan istirahat yg cukup tidak mulai pernah tercapai.3. Anda mampu jadi orang yg tak menyebalkanKerja lebih lama membuat Anda capek berlebihan. Orang yg lelah berlebihan dan terpaksa harus ‘melek,’ ternyata adalah orang yg lebih emosional. Berdasarkan penelitian yg dipublikasikan di jurnal NCBI, seseorang yg energinya sedang terkuras, mulai cenderung salah dalam menangkap emosi seseorang. Di penelitian yg dipublikasikan oleh Sagepub, pasangan mulai lebih tidak jarang bertengkar saat salah satunya kurang istirahat.Tentu dengan akhir minggu yg lebih lama, Anda mampu jadi orang yg tak menyebalkan. Baik bagi rekan kerja Anda, buat teman-teman Anda, dan juga pasangan Anda.4. Kualitas kerja Anda mulai jauh meningkatIni adalah hal yg paling penting, dan sebenarnya paling ajaib dari manfaat akhir minggu 3 hari. Kualitas pekerjaan Anda mulai lebih meningkat, Anda mulai lebih produktif, dan hasil yg Anda capai jauh lebih baik.Hal ini dibahas oleh Sarah Green Carmichael di kirimannya di media Harvard Business Review, di mana di Abad ke 19 silam adalah pertama kalinya buruh meminta pengurangan jam kerja menjadi 10 jam dan akhirnya turun jadi 8 jam, di mana sebelumnya kerja mereka lebih dari 11 jam per hari. Namun dari permintaan tersebut, manajemen justru terkejut karena output benar-benar jauh meningkat.Hal ini memang terjadi puluhan dekade lalu, dan manusia perilakunya telah jauh berubah. Beberapa ilmuwan dari Harvard ingin coba eksperimen serupa ke abad ke 21 ketika ini. Eksperimen ini akhirnya dicoba ke sebuah firma konsultan di Boston, di mana hari kerjanya dipotong menjadi 4 hari saja. Di hari libur mereka bahkan tidak boleh mengecek email.Dari sini, hasilnya sangat nyata terbukti bahwa firma yg menjual jasa tersebut memberi pelayanan lebih baik ke klien, serta melakukan kerja tim dengan lebih baik.Baca juga:
Trump, Presiden AS yg ‘gaptek’ dan tidak yakin pemanasan global
Mengapa wanita terus cerewet? Ini penjelasannya secara sains!
Seberapa jauh satuan jarak ‘tahun cahaya’?

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/4-sebab-ilmiah-mengapa-akhir-pekan-sebaiknya-berdurasi-3-hari.html
Terima kasih sudah membaca berita 4 Sebab ilmiah mengapa akhir pekan sebaiknya berdurasi 3 hari. Silahkan baca berita lain tentang Iptek lainnya.

Tags:

Leave a reply "4 Sebab Ilmiah Mengapa Akhir Pekan Sebaiknya Berdurasi 3 Hari"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.