Luhut: Golkar Tak Ingin Ada Nama Kriminal Masuk Dalam Kepengurusan

 

Jakarta – Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menyebut pimpinan Golkar tak menginginkan ada nama-nama yg pernah masuk berurusan dengan kriminal masuk dalam kepengurusan inti. Luhut mulai mengecek ke Golkar.

“Saya cek. Setahu aku Golkar itu ingin tak ada nama-nama yg pernah berurusan dengan kriminal masuk ke dalam kepengurusannya,” ujar Luhut Pandjaitan di Balai Diklat Kemendagri, Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).

Menyoal pertemuannya dengan Setya Novanto dan Yorrys Raweyai hari ini, Luhut enggan mengatakan isi pembicaraan tersebut. “Saya baru tiba tadi pagi, nanti lah,” kata Luhut.

Luhut menilai Setya Novanto terpilih secara demokratis. Oleh karenanya, dia meminta Novanto dibiarkan menyusun kepengurusannya tanpa ada intervensi.

“Biarkan dia menyusun pimpinannya,” kata Luhut.

Perlu diketahui, ada sejumlah eks narapidana masalah korupsi dalam jajaran pengurus inti Golkar. Dalam bocoran dokumen yg diterima detikcom, Kamis (26/5/2016), ada 75 nama pengurus DPP Golkar. Namun tampaknya 75 nama itu belum seluruhnya, karena Golkar di bawah kepemimpinan Novanto menyatakan mulai menyusun kepengurusan dengan jumlah 150-an pengurus.

Dari daftar nama pengurus Golkar, mampu dikatakan ada sejumlah kejutan. Nurdin Halid, seperti yg telah ramai diberitakan sebelumnya, diberi posisi Ketua Harian. Nurdin pernah divonis beberapa tahun penjara dalam masalah korupsi minyak goreng.

Nah, nama kejutan ada di posisi Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik, yg diisi oleh Yahya Zaini. Seperti diketahui, ketika masih menjadi anggota DPR, Yahya Zaini pernah tersangkut masalah video mesum dengan pedangdut Maria Eva.

Nama yang lain yg terbilang kejutan adalah masuknya Fahd El Fouz Arafiq sebagai Ketua DPP Golkar bidang Pemuda dan Olah Raga. Seperti diketahui Fahd pernah mendekam di balik jeruji besi karena perkara korupsi Alquran. Ada juga Sigit Haryo Wibisono. Sigit pernah divonis bersalah dan dihukum 15 tahun penjara dalam perkara pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnain, Dirut PT Putra Rajawali. Dia bebas 6 September 2015.
(tfq/tor)

Sumber: http://news.detik.com/berita/3218785/luhut-golkar-tak-ingin-ada-nama-kriminal-masuk-dalam-kepengurusan
Terima kasih sudah membaca berita Luhut: Golkar Tak Ingin Ada Nama Kriminal Masuk Dalam Kepengurusan. Silahkan baca berita lain tentang Berita lainnya.

Tags:

Leave a reply "Luhut: Golkar Tak Ingin Ada Nama Kriminal Masuk Dalam Kepengurusan"