Triady Masih Menunggu Keputusan Soal Olimpiade

No comment 80 views

Berikut artikel Triady Masih Menunggu Keputusan soal Olimpiade, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Satu atlet renang penting Indonesia, Triady Fauzi Sidiq, mengaku pasti kecewa bila dipastikan tak lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro pada Agustus mendatang.

“Wah aku belum tahu keputusannya. Kalaupun begitu, yang berasal semuanya jelas, ya saya terima saja,” kata Triady yg dihubungi Kompas.com ketika tengah membela mahasiswa Indonesia  mengikuti lomba ASEAN University Games (AUG) di Singapura, Kamis (14/7/2016).

Pengurus Pusat Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PP PRSI) memilih Glenn Victor Sutanto dan Yessy Yosaputra buat tampil pada Olimpiade Rio 2016 melalui jalur universality atau wildcard.

Hal ini berdasarkan surat elektronik dari koordinator peserta Olimpiade FINA, Pedro Ardega, kepada PP PRSI, Rabu (13/7/2016). Melalui surat elektronik tersebut, FINA memberi PRSI jatah peserta melalui wildcard.

“Pengumuman telah keluar dan kalian tak mampu memakai jalur kualifikasi, tapi FINA memberi waktu masuk melalui jalur universality atau wild card buat sesuatu putra dan putri dan kita memlih Glenn dan Yessy,” kata pelatih kepala PRSI, Albert C Sutanto, seperti dikutip Juara.net.

Dalam kualifikasi Olimpiade terakhir di Vichy, Perancis, awal bulan ini, renang memang gagal meloloskan sesuatu pun wakil yg dapat menembus limit A Olimpiade. Sementara FINA juga tak memberi jalur lolos melalui limit B yg telah dicapai empat atlet: Triady, Glenn, Siman Sudartawa dan Aflah Fadlan Prawira.

Dari empat nama tersebut, Triady sebenarnya yaitu atlet yg catatan waktunya paling mendekati limit A. Ia menorehkan catatan waktu 53.38 detik buat 100 meter gaya kupu-kupu dengan limit A tercatat 52.36 detik.

Sementara itu, Glenn yg memiliki catatan waktu terbaik 52.90 detik mencatat waktu 54.04 detik.

Sementara Siman Sudartawa yg pernah tampil di Olimpiade London 2012,  gagal menembus limit A di nomor andalannya di 100 meter gaya punggung. Siman cuma membukukukan 56.37 detik dan terpaut 2.1 detik dari limit A.

Dalam surat elektroniknya, FINA menyebut sesuatu prasyarat atlet yg dikirim adalah pernah mengikuti kejuaraan dunia FINA yg berlangsung di Kazan, Rusia, pada 2015 lalu. Sayangnya, pada ajang ini, Triady absen karena mengundurkan diri dengan alasan sakit.

“Saya memang mengundurkan diri ke Kazan karena sakit parah. Saat itu, kalau dipaksa pun malah mulai lebih buruk,” kata Triady.

“Tetapi, kalau keputusannya seperti itu, aku tentu kecewa. Bagaimanapun aku telah tampil maksimal buat mengejar limit A. Faktanya juga, waktu aku kan yg paling mendekati limit A tersebut,” lanjutnya.

Albert C. Sutanto Triady Fauzi Sidiq dan Glenn Victor Sutanto meraih medali di ajang Turckcell Turkey Open.

Namun, Triady mengaku masih menunggu keputusan yg pasti untuk  harapannya ke Olimpiade ini. Ia menyebut ada banyak faktor yg menyebabkan para atlet yg dipersiapkan ke Olimpiade tak bisa tampil maksimal dalam kualifikasi Olimpiade terakhir di Vichy, Perancis.

“Kalau dilihat dari waktu, kalian datang di Perancis dan waktu lomba memang sangat mepet. Belum lagi masalah jetlag. Tetapi, kalian telah berusaha tampil yg terbaik,” lanjutnya.

“Saya cuma berharap pelatih atau pengurus mulai memberi penjelasan yg mampu diterima segala pihak soal Olimpiade ini.”

Albert Sutanto menyebut ketika ini beberapa nama yg diusulkan PP PRSI telah diajukan ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI). “Sekarang kami tinggal menunggu keputusan KOI.”

Saat ini, telah 26 atlet Indonesia  yg lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro. Dari jumlah tersebut, bulu tangkis diwakili 10 atlet, angkat besi 7 atlet, panahan 4 atlet, rowing 2, atletik dan balap sepeda BMX masing-masing 1 atlet.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/07/14/14135641/triady.masih.menunggu.keputusan.soal.olimpiade
Terima kasih sudah membaca berita Triady Masih Menunggu Keputusan soal Olimpiade. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Triady Masih Menunggu Keputusan Soal Olimpiade"