Tidak Ada Perlakuan Khusus Buat Yang Puasa

No comment 94 views

Berikut artikel Tidak Ada Perlakuan Khusus Buat Yang Puasa, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Pebulutangkis tunggal putri Hanna Ramadini tetap menjalankan ibadah puasa di tengah-tengah jadwal latihan yg padat. Anggota tim nasional Pelatnas Cipayung ini memang giat menjalankan ibadah puasa, di hari ke-15 bulan Ramadhan 1437 H ini, Hanna baru tercatat tiga kali batal puasa.

Menjalankan puasa memang sebuah tantangan besar untuk atlet muslim, apalagi di cabang bulutangkis yg memiliki jadwal latihan dan pertandingan yg sangat padat. Namun Hanna yg yaitu pemain dari klub Mutiara Cardinal Bandung ini mengaku milik kiat khusus dalam menjaga keadaan tubuhnya selama berpuasa.

“Yang paling penting itu adalah niat, kalau niatnya kuat sih InsyaAllah bisa. Setelah latihan pagi, aku nggak ngapa-ngapain kecuali mandi dan shalat. Habis itu segera tidur, jadi latihan sorenya masih kuat,” ujar Hanna yg ditemui di Pelatnas Cipayung.

“Kalau sahur, aku bangun pukul 04.00 WIB, shalat subuh dan segera tidur lagi karena aku harus latihan pagi-pagi sekali. Saya biasanya makan lima buah kurma ketika sahur dan lima lagi ketika buka puasa. Selain itu, aku juga minum sari kurma serta suplemen yg telah disiapkan dr. Laila (Hamid, Ahli Gizi PBSI) yg berisi vitamin dan isotonik,” beber Hanna.

Para pelatih pun mengizinkan anak-anak didiknya buat berpuasa, selagi mereka memang mampu. Akan tetapi, tak ada perlakuan khusus untuk mereka yg tengah berpuasa. Maklum saja, dua atlet memang tengah memasuki program persiapan menuju turnamen seperti Olimpiade Rio de Janeiro pada Agustus mendatang. Untuk Hanna, ia tengah siap jelang turnamen Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2016 pada akhir Juni ini.

“Kata mas Bambang (Supriyanto, Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI), boleh saja puasa asalkan kita kuat. Saya juga lihat-lihat keadaan dan intensitas program latihan, kalau telah tak kuat, terpaksa aku membatalkan puasa. Saya pernah batal karena waktu itu kepala aku pusing, badan lemas dan panas. Selama puasa, berat badan aku turun 3 kg,” ujar Hanna.

Hanna juga mengaku rindu mulai suasana Ramadhan di tengah-tengah keluarganya. Sudah beberapa tahun belakangan, Hanna tidak pernah merasakan Ramadhan bersama keluarga. “Mudah-mudahan tahun ini mampu puasa bersama keluarga. Kebetulan turnamen Chinese Taipei Open kan selesainya dua hari sebelum Lebaran, jadi masih sempat puasa di rumah,” tutur pemain kelahiran Tasikmalaya, 21 Februari 1995 ini.

Dituturkan Hanna, suasana Ramadhan lebih terasa kala ia berpuasa di tengah-tengah keluarganya. Sebelum waktu buka puasa tiba, Hanna biasanya berkumpul bersama anggota keluarganya dan kemudian berbuka bersama

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/06/20/19390261/tidak.ada.perlakuan.khusus.buat.yang.puasa
Terima kasih sudah membaca berita Tidak Ada Perlakuan Khusus Buat Yang Puasa. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tidak Ada Perlakuan Khusus Buat Yang Puasa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.