Soal Bonus PON DKI, KONI Serahkan Pada Atlet

No comment 174 views

Berikut artikel Soal Bonus PON DKI, KONI Serahkan Pada Atlet, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – KONI DKI mulai menyerahkan penyelesaian kontroversi bonus PON XIX/2016 kepada keinginan atlet dan pelatih setelah adanya kepastian dari Kemenpora soal batasan pemberian bonus olahraga.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum KONI DKI, Raja Sapta Ervian ketika bertemu media, Jumat (23/12/2016).  Menurut Ervian atau Eyi, kepastian ini diterima pihak KONI melalui surat dari Biro Hukum Kemenpora yg menyebut besaran penghargaan olahraga dari daerah tak boleh melebihi batas minimal pemerintah merupakan Rp200 juta.

“Sebelumnya kan kepastiannya simpang siur, karena adanya pernyataan dari pejabat Kemenpora yg menyebut batasan dari Kemenpora bersifat imbauan dan tak mengikat,” kata Eyi. “Kami telah menanyakan segera hal ini kepada Kemenpora dan mereka menjawab pada 20 Desember dahulu kepada Disorda  yg memastikan bahwa besaran bonus dari daerah tak boleh melebihi Rp200 juta,” kata Eyi.

Jumat (16/12/2016), para atlet dan pelatih DKI menolak besaran yg ditetapkan Pemprov DKI bagi bonus  atlet peraih medali PON XIX/2016, merupakan Rp200 juta (emas), Rp75 juta (perak) dan Rp30 juta (peringgu). Para atlet bergeming pada Peraturan Gubernur DKI tanggal 12 Oktober 2016 yg memutuskan besaran bonus merupakan Rp350 juta (emas), Rp125 juta (perak) dan Rp 60 juta (perunggu).

Penolakan tersebut disampaikan segera pada ketika acara malam pemberian tali asih di Balai Kota DKI yg dihadiri Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono pada Jumat (16/12/2016). Akibat penolakan tersebut, Plt Gubernur Sumarsono kemudian tak melanjutkan acara dan segera meninggalkan ruangan.

Menurut Eyi, pihak KONI pada Senin (19/12/2016) mengumpulkan para ketua umum PB cabang olahraga yg ikut dalam PON XIX/2016 lalu. “Bersama perwakilan atlet serta pelatih, kita kemudian merumuskan aspirasi  mereka bahwa mereka ingin  penetapan bonus berdasar Pergub DKI pada 12 Oktober tersebut,” kata Eyi.

“Dengan adanya aspirasi ini, maka kita mengajukan surat bagi meminta Kemenpora mencabut Permenpora soal besaran bonus untuk atket olahraga tersebut. Kami juga menanyakan apakah itu bersifat penetapan atau imbauan. Kalau cuma imbauan sebaiknya dicabut agar Pergub soal besaran bonus bisa berlaku.”

Menurut Eyi, buat DKI masalah menjadi lebih rumit karena ada juga bonus buat  cabor juara umum serta penghargaan untuk perkumpulan olahraga dari atlet peraih medali emas. “Untuk cabor juara umum tetap diberikan karena tak ada acuannya di Kemenpora,” katanya. “Tetapi pemberian bonus buat perkumpulan olahraga, menurut Dispora, terhambat dengan adanya peraturan di Kemendagri. Saya sendiri tak tahu pasti soal ini,” lanjut Eyi.

KONI DKI berencana mengumpulkan lagi para ketua PB cabor peserta PON serta perwakilan pelatih dan atlet. “Kami mulai tanyakan apa yg menjadi aspirasi mereka dan situasi yg kini terjadi.  Apa pun aspirasi itu kita mulai dukung. Tetapi kalau tak ada, kalian kan tak mau dianggap mengada-ada.”

Meski masih menghadai masalah bonus yg menggantung, pihak KONI mulai segera menyiapkan para atlet DKI buat menghadapi PON XX/2020 di Papua. Targetnya tentu saja mengembalikan posisi juara umum seperti yg diraih di Pekanbaru, Riau pada 2012 lalu. “Tahun 2017, Pelatda harus segera dijalankan.”

Pada PON XIX lalu, kontingen DKI Jakarta menempati peringkat 3 dengan mengumpulkan 132 emas, 124 perak, dan 118 perunggu. Perolehan medali emas DKI sama dengan kontingen Jawa Timur yg menempati posisi beberapa (132 emas, 138 perak, 134 perunggu). Tuan rumah Jabar mengumpulkan medali terbanyak dengan 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu dan Jawa Tengah berada di posisi keempat 32 emas, 56 perak, dan 85 perunggu.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/12/24/00211621/soal.bonus.pon.dki.koni.serahkan.pada.atlet
Terima kasih sudah membaca berita Soal Bonus PON DKI, KONI Serahkan Pada Atlet. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Soal Bonus PON DKI, KONI Serahkan Pada Atlet"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.