Si “Little Intanon” Ini Bisa Menjadi Raksasa Baru

No comment 87 views

Berikut artikel Si “Little Intanon” Ini Bisa Menjadi Raksasa Baru, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Thailand telah menjelma menjadi kekuatan baru dalam dunia bulu tangkis, khususnya pada sektor tunggal putri. Saat ini mereka memiliki pemain nomor empat dunia, Ratchanok Intanon, yg baru berusia 21 tahun.

Meskipun Intanon, yg sempat menduduki ranking pertama dunia pada April 2016,  sedang dalam puncak penampilan, tapi Thailand telah memiliki calon bintang baru. Dia adalah Pattarasuda Chaiwan, yg merengkuh beberapa gelar pada Turnamen Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2016 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada minggu lalu.

Ya, pemain berusia 15 tahun ini menyabet gelar dari nomor tunggal putri serta ganda campuran, bersama dengan Kunlavut Vitidsarn. Dengan demikian, Chaiwan, yg mendapat sebutan “Little Intanon” ini berhasil mempertahankan segala gelar tersebut yg tahun dahulu pun menjadi miliknya. Si kecil berwajah mirip Intanon ini pun menjadi calon raksasa baru dari Thailand.

ALOYSIUS GONSAGA ANGI EBO/KOMPAS.com Pemain Thailand, Pattarasuda Chaiwan, yg tampil pada nomor tunggal putri dan ganda campuran pada Turnamen Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2016 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Keberhasilan Thailand menelorkan pemain hebat ini bukan sebuah kebetulan. Karena, negara tersebut telah sangat serius membangun pondasi bulu tangkis, yg dimulai latihan keras serta kompetisi berkesinambungan, seperti diungkapkan oleh Peerapong Juprathansuk.

Pelatih di klub Banthongyord Badminton School, tempat Chaiwan dan Intanon mengasah kemampuan, menyampaikan bahwa di negaranya terdapat banyak kompetisi. Bahkan, nyaris setiap minggu ada event yg diselenggarakan di dua wilayah negara tersebut.

“Banyak kompetisi, seminggu mampu sekali, bahkan beberapa sampai tiga kali, yg diselenggarakan di dua tempat. Ini yg bikin bulu tangkis Thailand maju pesat,” ujar pelatih Chaiwan ini, yg telah tujuh tahun menjalani karier tersebut.

Peerapong pun membeberkan latihan yg harus dijalankan oleh Chaiwan di klub yg telah berdiri sejak 1991 itu. Dalam sehari, Chaiwan harus berlatih selama 6-8 jam, yg terbagi dalam sesi pagi, sore dan malam.

“Jenis latihannya akan dari lari keliling lapangan, latihan beban serta teknik-teknik dasar,” ungkapnya.

ALOYSIUS GONSAGA ANGI EBO/KOMPAS.com Pelatih tunggal putri Thailand, Peerapong Juprathansuk, berpose, usai membawa anak didiknya, Pattarasuda Chaiwan, memenangi pertandingan pada Turnamen Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2016 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Tampaknya, latihan berat yg dijalani ini membuat Chaiwan menjadi pemain tangguh. Terbukti, fisiknya sangat kuat menjalani beberapa pertandingan yg melelahkan selama Kejuaraan Junior Asia kategori U-17 dan berakhir dengan kesuksesan.

Di sektor tunggal putri, Chaiwan (unggulan 1) menang 21-16, 12-17 atas rekan senegaranya yg yaitu unggulan ketiga, Chasinee Korepap. Sementara itu di ganda campuran berpasangan dengan Kunlavut Vitidsarn (unggulan 1), mereka menang 21-16, 21-15 atas unggulan kedua dari Malaysia, Yee Jun Chang/Pearly Koong Le Tan.

Meskipun demikian, seandainya harus memilih, Chaiwan mulai fokus buat nomor tunggal. Ini sejalan dengan keinginan pelatih, yg memang tak pernah memberikan materi buat nomor ganda.

“Selama latihan fokusnya buat nomor tunggal, tidak pernah bagi nomor ganda. Tetapi dia dan Kunlavut Vitidsarn segera cocok saat dipasangkan, karena mereka telah tidak jarang bermain bersama meski tidak ada latihan khusus,” tutur sang pelatih.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/10/18451621/si.little.intanon.ini.bisa.menjadi.raksasa.baru
Terima kasih sudah membaca berita Si “Little Intanon” Ini Bisa Menjadi Raksasa Baru. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Si “Little Intanon” Ini Bisa Menjadi Raksasa Baru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.