Semangat Besar Atlet Voli Duduk Jawa Barat Pada Peparnas 2016

Berikut artikel Semangat Besar Atlet Voli Duduk Jawa Barat pada Peparnas 2016, Semoga bermanfaat

BANDUNG, KOMPAS.com Perjalanan hidup dan karier seorang atlet tak cuma ditentukan oleh bakat dan kualitas permainannya. Nasib juga memiliki peran. Hal ini yg dialami oleh kapten tim voli duduk putri Jawa Barat pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV/2016, Annisa Tindy Lestari.

Icha, sapaan akrab Annisa, yaitu tulang punggung tim voli duduk putri Jabar demi merebut emas pada Peparnas 2016. Kemampuannya dan power-nya jauh di atas rata-rata seandainya dibandingkan dengan rekan-rekannya.

Beberapa kali Icha berhasil mencetak angka cuma melalui service. Ia pun berhasil membawa Jabar meraih beberapa kemenangan pada beberapa laga perdana Peparnas 2016 ketika menghadapi DI Yogyakarta (3-1) dan Kalimantan Timur (3-0).

Icha sebenarnya terlahir sempurna, tak seperti rekan-rekannya yg sebagian besar terlahir dengan kekurangan. Bahkan, dara berusia 26 tahun itu yaitu mantan atlet voli konvensional.

Icha yaitu mantan pemain dari klub yg pernah berlaga di Proliga, Bandung Tectona. Wanita kelahiran Banjaran, Kabupaten Bandung, itu yaitu salah sesuatu andalan klub yg kini sudah bubar tersebut.

Bahkan, Icha telah sempat mengikuti seleksi buat bergabung dengan tim nasional voli Indonesia.

Namun, nasib nahas menimpa Icha yg ketika itu masih berusia 22 tahun. Ia mengalami kecelakaan sepeda motor hingga membuat kaki kanannya tidak lagi sempurna.

Dengan kaki kanan yg lebih pendek 6 cm akibat tempurung lutut bergeser ke bagian atas, mimpi Icha bagi melanjutkan karier sebagai atlet voli profesional harus sirna.

Selain menghentikan karier sebagai atlet voli, kecelakaan itu juga membuat kuliah Icha di Universitas Islam Nusantara (Uninus) terhenti yg dapat semakin memperkeruh masa depannya.

Sempat terpuruk selama sesuatu tahun akibat kecelakaan tersebut, kini Icha memiliki kesempatan bagi menjaga asa, kembali berprestasi, dan menyalurkan hobi bermain voli.

Bermain voli duduk bukan kasus gampang buat mantan atlet seperti Icha. Ia mengaku masih harus beradaptasi terlebih lalu dengan dua kendala yg ia hadapi.

“Tidak gampang bermain voli duduk. Awalnya, badan aku merasa sangat pegal,” ucap Icha di GOR Saparua, Bandung, Selasa (18/10/2016).

Meski demikian, Icha mengaku memiliki tekad besar buat mengharumkan nama Jawa Barat di Peparnas. Tetapi, ia tak ingin dirinya dan tim meremehkan kemampuan lawan.

“Kami tak ingin takabur. Kami telah berlatih keras dan juga berdoa,” kata Icha.

“Pelatih menekankan kepada kalian bagi dapat merebut medali emas. Di Peparnas sebelumnya, tim voli Jabar berhasil meraih emas. Jadi target ini mengacu ke sana,” tuturnya.

Di balik kesibukan berlatih sebagai persiapan menghadapi Peparnas sejak awal 2016, Icha mengaku tak memiliki pekerjaan tetap. Ia cuma coba menyambung hidup dari bisnis bersama teman-temannya.

“Saya pengangguran. Saya cuma menanamkan modal seandainya ada teman yg mengajak dengan sistem buat hasil,” ujar Icha.

“Alhamdulillah, setiap bulannya ada pemasukan. Begitulah caranya biar enggak capek, tapi tetap milik menghasilan,” ucapnya sambil tertawa.

Setelah mengalahkan Yogyakarta dan Kalimantan Timur, tim voli duduk Jabar mulai melanjutkan perjalanan mereka di Peparnas XV menghadapi Jawa Timur, Rabu (19/10/2016) dan Jawa Tengah, Kamis (20/10/2016) di GOR Saparua. (Verdi Hendrawan)

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/23/12042661/semangat.besar.atlet.voli.duduk.jawa.barat.pada.peparnas.2016
Terima kasih sudah membaca berita Semangat Besar Atlet Voli Duduk Jawa Barat pada Peparnas 2016. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Semangat Besar Atlet Voli Duduk Jawa Barat Pada Peparnas 2016"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.