Sejarah Tenis Indonesia Terancam “Disapu” Stadion Bisbol

No comment 136 views

Berikut artikel Sejarah Tenis Indonesia Terancam “Disapu” Stadion Bisbol, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com — Berkaitan dengan rencana renovasi Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menolak alih fungsi lapangan tenis bersejarah yg berada di kawasan tersebut.
          
“Kami sangat mendukung penataan Gelora Bung Karno sebagai venue Asian Games 2018. Namun sejak awal, kalian menolak pengalihan fungsi lahan lapangan tenis outdoor Stadion Tenis GBK Senayan,” ucap Ketua Umum PP Pelti, Wibowo Suseno Wirjawan, kepada wartawan sejumlah media di kantor sekretariat induk olahraga tenis ini, di Jalan Widya Chandra 10, Jakarta.
          
Saat ini, Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan memiliki sesuatu lapangan tenis indoor, beberapa lapangan penting (center court), dan didukung 18 lapangan luar ruang (outdoor) yg terdiri atas 12 claycourt (gravel), serta enam hardcourt.

Dalam desain renovasi kompleks fasilitas olahraga legendaris bagi memenuhi kebutuhan arena pertandingan Asian Games (AG) 2018 itu, lapangan tenis luar ruangan mulai berubah fungsi menjadi stadion bisbol.
         
“Kami kaget karena alih fungsi itu bertolak belakang dengan hasil pembahasan dalam dua kali meeting berkenaan dengan rencana renovasi venue Asian Games 2018 di kawasan Gelora Bung Karno,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti, Goenawan Tedjo, yg terlibat dalam rapat.
          
Alih fungsi itu, lanjutnya, tentu saja mengagetkan PP Pelti selaku induk organisasi cabang olahraga tenis di Tanah Air.

Dalam dua kali meeting mengenai pembahasan arena cabang olahraga di Kompleks Gelora Bung Karno yg diikuti unsur Kemenpora, Kemen PU dan PR, Satgas Infrastruktur AG XVIII/2018, KONI Pusat, KOI, Induk Organisasi Cabang Olahraga dan PPKGBK, khusus buat arena cabang tenis lapangan, Stadion Tenis Centre Court yg kini memiliki beberapa lapangan disepakati bagi diubah menjadi sesuatu lapangan dengan dua renovasi ruangan-ruangan, termasuk tribune penonton. Sementara itu, enam dari 12 lapangan outdoor plexypave diusulkan menjadi semi-indoor.
          
Sementara itu, dalam The 4th OCA Coordination Committe (Corcom) Meeting di Bali, 11 Mei 2016, disepakati bahwa lapangan bisbol dan rugbi mulai dibangun di luar area Kompleks Gelora Bung Karno (GBK).
          
Dalam AG 2018, Stadion Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City, Palembang, mulai menjadi arena tenis. Kendati demikian, Stadion Tenis GBK tak serta-merta bisa dialihfungsikan menjadi arena pertandingan cabang olahraga lain.

Setiap kegiatan multievent nasional atau internasional seharusnya bertujuan buat membangun infrastruktur baru, bukan justru menghilangkan fasilitas olahraga yg sudah ada. Terlebih lagi, tak banyak fasilitas lapangan tenis di Indonesia yg memenuhi standar internasional sebagai arena pertandingan sebuah turnamen yg masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti.
          
Sebagai bangunan yg termasuk national heritage yg dibangun bersamaan dengan pelaksanaan Asian Games IV/1962, Stadion Tenis Gelora Bung Karno harus tetap megah berdiri di kawasan Senayan Jakarta.

Stadion tenis itu, beserta segala lapangan outdoor sebagai pendukung, sejak awal pembangunan memang ditujukan bagi sarana latihan dan menjadi arena berbagai pertandingan tenis bertaraf nasional dan internasional yg bisa mengharumkan nama bangsa dan negara serta yaitu sarana olahraga pemerintah yg non-profit.
          
Keberadaan infrastruktur olahraga tak cuma difungsikan pada ketika pelaksaan multievent, khususnya Asian Games XVIII/2018. Setiap pembangunan infrastruktur harus bertujuan buat pembinaan olahraga dan meraih prestasi secara berkelanjutan.

Dengan demikian, Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan harus tetap dapat menjadi arena penyelenggaraan turnamen tenis nasional dan internasional sesuai dengan standar International Tennis Federation (ITF), misalnya buat ajang Piala Davis dan turnamen ITF Pro Circuit Mens Future serta Women Challenger pada masa mendatang.
          
Untuk itu, PP Pelti mulai selalu berupaya menyelamatkan keberadaan Stadion Tenis Gelora Bung Karno di kawasan Senayan, Jakarta, sebuah arena pertandingan bersejarah yg menjadi saksi perjalanan tenis Indonesia.

Penghilangan lapangan tenis outdoor di Kompleks GBK mulai menurunkan moril komunitas tenis di Tanah Air yg sudah ikut mengharumkan Sang Saka Merah Putih dalam berbagai ajang internasional.

“Jadi, rencana alih fungsi lapangan tenis outdoor di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, itu harus ditinjau ulang,” ungkap Maman Wiryawan, Ketua Umum PP Pelti.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/06/03/22083781/sejarah.tenis.indonesia.terancam.disapu.stadion.bisbol
Terima kasih sudah membaca berita Sejarah Tenis Indonesia Terancam “Disapu” Stadion Bisbol. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sejarah Tenis Indonesia Terancam “Disapu” Stadion Bisbol"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.