Sanksi Tegas PBSI Kepada Pemalsu Data Umur Patut Ditiru

No comment 75 views

Berikut artikel Sanksi Tegas PBSI kepada Pemalsu Data Umur Patut Ditiru, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com — Langkah PP PBSI menjatuhkan sanksi kepada atlet yg melakukan pencurian umur patut ditiru oleh pengurus cabang olahraga lainnya.

Tahun lalu, PBSI juga pernah memberikan sanksi serupa kepada atlet yg terlibat masalah tersebut. Keputusan ini ditetapkan pada 1 Oktober 2016 dan diambil setelah tim Keabsahan PBSI memperoleh bukti-bukti kuat.

Berdasarkan surat keputusan (SK) yg diterbitkan PBSI nomor 047/0.3/IX/2016, atlet yang berasal PB FIFA Badminton Club Sidoarjo, Della Apriya Anggraini, diberikan sanksi larangan mengikuti kejuaraan resmi PBSI selama 48 bulan dan denda sebesar Rp 40 juta.

Della dinyatakan sudah memalsukan akta kelahiran dari tahun 1999 menjadi tahun 2001. Pada akta kelahiran nomor 19052/TP/2011 atas nama Della Apriya Anggraini yg dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada 4 Februari 2016, Della tercatat lahir pada 20 Mei 2001.

Namun, Surat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, nomor 474/1305-020/2016 tanggal 18 Agustus 2016, menyatakan bahwa akta kelahiran tersebut tak tercatat di register Akta Kelahiran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang pendataan ulang pegawai negeri sipil tahun 2015 kemudian menemukan, nama Della Apriya Anggraini tercantum sebagai putri dari Supri, SPd. Dalam data tersebut Della tercantum lahir pada 20 Mei 1999.

Sanksi kedua diberikan kepada atlet yang berasal PB Djarum Kudus, Imka Putrama Arlin. Imka terbukti melakukan pencurian umur sebanyak beberapa tahun, dan diberi sanksi larangan mengikuti kejuaraan resmi PBSI selama 36 bulan dan denda sebesar Rp 20 juta.

Pada akta kelahiran nomor 73.13.AL.2010 001846 atas nama Imka Putrama Arlin, yg dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Wajo, tertera tanggal kelahiran 9 Mei 2004. Padahal, ternyata atlet tersebut lahir pada 9 Mei 2002. Ini dibuktikan pada akta kelahiran nomor 477/15/UM/V/2002 atas nama Imka Putrama Arlin.

Atlet ketiga yg diberikan sanksi ialah Tiara Ayuni Wulandari, PB Exist Jakarta. Ia terbukti melakukan pencurian umur sebanyak sesuatu tahun.

Berdasarkan akta kelahiran yg dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe Selatan Nomor 7405-LU-29102009-0007, Tiara tertera lahir pada 25 Juni 2004.

Namun, setelah dicek, oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Tiara ternyata lahir pada 25 Juni 2003. Ini diterangkan melalui surat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe Selatan Nomor 470/107.

“Ketentuan mengenai keabsahan ini telah disosialisasikan sebelumnya. Jadi ini saatnya bagi menguji kebijakan tersebut. Kami telah bertekad, siapa pun yg terbukti bersalah dan melakukan pelanggaran, mulai dikenakan sanksi,” kata Achmad Budiharto, Wasekjen PP PBSI.

“Kami berharap ke depannya tak ada lagi masalah pencurian umur seperti ini. Karena ini mengganggu fair play pertandingan di usia muda. Semoga ini juga menjadi perhatian para orangtua atlet, pembina atau pelatih, serta klub-klub. Karena dari sanalah munculnya pencurian umur tersebut,” tambah Budiharto.

Kasus pemalsuan akta kelahiran juga kerap ditemu pada cabang olahraga lainnya yg menerapkan kebijakan kelompok umur, termasuk renang dan sepak bola.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/16/10021121/sanksi.tegas.pbsi.kepada.pemalsu.data.umur.patut.ditiru
Terima kasih sudah membaca berita Sanksi Tegas PBSI kepada Pemalsu Data Umur Patut Ditiru. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sanksi Tegas PBSI Kepada Pemalsu Data Umur Patut Ditiru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.