Renang Prestasi Dan Renang Indah Jadi Perhatian Utama

No comment 101 views

Berikut artikel Renang Prestasi dan Renang Indah Jadi Perhatian Utama, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Cabang renang prestasi dan renang indah DKI menjadi pusat perhatian di cabang akuatik pada pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional XIX di JaWa Barat, bulan lalu.

Cabang renang prestasi menorehkan hasil gemilang dengan merebut 7 medali emas, 11 perak dan 9 perunggu dalam lomba renang prestasi di kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 14-20 September lalu.

Hasil ini yaitu perbaikan signifikan dari prestasi tim renang prestasi DKI di ajang PON XVIII/2012 di Pekan Baru, Riau. Ketika itu tim renang DKI gagal memperoleh medali emas.

Peroelah medali ini ditambah dengan  keberhasilan para atlet renang prestasi DKI yg berhasil mempertamjam rekor PON antara yang lain atlet Sofie Kemala (50 meter punggung), Gagarin Ntahniel Yus (100 meter gaya dada) serta estafet 4×100 meter gaya ganti putera yg terdiri dari I Gde Siman Sudartawa, Alexis Wijaya Ohmar, Gagarin Nathaniel Yus dan Adityastha Rai Wratsangka.

badmintonindonesia Sebagian atlet akuatik DKI ke PON XIX/2016

lketua UMum PRSI DKI Jakarta, Rudy Salahuddin, memberi penghargaan secara lisan dalam acara pembubaran skuad akuatik DKI jakarta ke PON XIX/2016 di FX Senayan, Kamis (13/10/2016). Menurut Rudy Bun -panggilan Rudy Salahuddin-, keberhasilan para atlet renang adalah berkat adanya koordinasi yg baik antara pelatih dan atlet. “Tentu atlet dan pelatih yg tahu kebutuhan mereka sendiri. Coba kamu cari sendiri.”

Sementara kepala petih tim PON XIX/2016, Felix C. Sutanto mengakui  penampilan puncak para atlet renang DKI yaitu buah dari persiapan yg baik. “sebelum berangkat ke Bandung, para atlet dipersiapkan dengan baik.  Sebagian  berlatih di Gold Coast, Australia, Bolles di Amerika, serta para atlet dari PR Almagary yg dipersiapkan sendiri oleh Pak Yus,” kata Felix.

DKI sebenarnya berharap mampu mendulang medali emas lebih banyak. Sayangnya dua nomor harapan mengalami kegagalan di kolam. Kegagalan yg menyakitkan antara yang lain seperti terjadi di nomor 4×200 meter gaya bebas putera, saat salah seorang atlet mencatat waktu buruk di babak final. Saat itu, Siman Sudartawa sebagai perenang terakhri kalah tipis dari Triady Fauzi sebagai perenang jangkar kuartet  Jawa Barat.

Cabang akuatik PON XIX juga mencatat kejadian ganjil di nomor renang indah. Atket DKI, Adella Amanda Nirmala (27) yg berpeluang memperoleh medali emas tak diijinkan tampil dengan alasan telah melampaui batas usia maksimal. Adella  yg berpeluag menyabet medali emaas di nomor single dan double serta beregu harus menerima kenyataan dilarang tampil karena melampaui batas maksimum usia 26 tahun.

Rudy Bun yg ketika itu bertindak sebagai manajer tim renang indah DKI, menetapkan tak mau mengikuti aturan yg keliru dan memilih mundur. “Kami tidak ingin dianggap menyalahi aturan cuma karena ingin mengejar medali,” katanya.

Acara pembubaran tim akuatik DKI Jakarta ke PON XIX/2016 dihadiri tim putra putri polo air yg merebut medali emas, serta tim lomncat indah yg berjaya dengan 2 emas.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/14/00411391/.renang.prestasi.dan.renang.indah.jadi.perhatian.utama
Terima kasih sudah membaca berita Renang Prestasi dan Renang Indah Jadi Perhatian Utama. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Renang Prestasi Dan Renang Indah Jadi Perhatian Utama"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.