Raihan Bintang Bulu Tangkis Muda Indonesia Pada 2016

No comment 211 views

Berikut artikel Raihan Bintang Bulu Tangkis Muda Indonesia pada 2016, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Pada 2016, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan banyak memberikan peran kepada pebulu tangkis muda dalam berbagai turnamen bergengsi.

Empat di antaranya menunjukkan hasil positif selama 2016 dan berpotensi menjadi tumpuan Indonesia pada masa depan. Berikut raihan empat pebulu tangkis muda Merah Putih tersebut.

1. Jonatan Christie

Jonatan yaitu pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia yg memiliki peringkat paling bagus. Saat ini, dia berada di peringkat ke-22 dunia, sesuatu peringkat di bawah seniornya, Tommy Sugiarto.

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.COM Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berpose di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Selama 2016, Jonatan memperlihatkan performa cukup baik. Dia turut andil mengantar Indonesia menjuarai Kejuaraan Asia pada Maret 2016. Turnamen ini juga masuk dalam daftar kualifikasi Piala Thomas zona Asia.

Jonatan juga berkontribusi membawa Indonesia melangkah ke babak final Piala Thomas yg digelar di Kunshan, China, Mei 2016. Indonesia akhirnya kalah 2-3 dari Denmark pada babak final.

Selama tampil di Piala Thomas, pemain kelahiran 15 september 1997 tersebut cuma menelan sesuatu kali kekalahan dari lima laga yg dimainkan.

Jonatan mengalami kekalahan pada babak semifinal. Saat itu, dia harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Son Wan-ho.

Pada turnamen superseries, pencapaian terbaik pemain yang berasal klub Tangkas ini adalah babak semifinal Malaysia Terbuka pada April.

Dia gagal melangkah ke babak final setelah kalah 21-8, 19-21, 15-21 dari Chen Long (China).

Pada Indonesia Terbuka, pemain yg akrab disapa Jojo ini mencuri perhatian dengan menembus babak perempat final seusai mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, Lin Dan.

Selama 2016, dari 41 laga yg dimainkan, Jonatan mencatat 27 kemenangan dan 14 kekalahan.

2. Ihsan Maulana Mustofa

Nama Ihsan akan diperhitungkan saat dia dapat menembus babak semifinal Indonesia Terbuka pada Juni.

Langkahnya terhenti setelah kalah dari pebulu tangkis peringkat sesuatu dunia yang berasal Malaysia, Lee Chong Wei.

Meskipun kalah, penampilan Ihsan mendapat apresiasi dari Lee. Dia menilai bahwa permainan Ihsan mirip Taufik Hidayat yg bertipe menyerang.

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.COM Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, berpose di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Hasil ini yaitu raihan terbaik Ihsan sepanjang 2016 dan sempat mengantarnya berada di posisi ke-19 peringkat dunia.

Pada turnamen superseries lainnya, pemain kelahiran 18 November 1995 ini mencapai babak 64 besar pada Malaysia Terbuka dan Singapura Terbuka.

Selain itu, Ihsan juga milik andil mengantar Indonesia mempersembahkan gelar pada Kejuaraan Asia, Maret 2016.

Dia juga berkontribusi membawa Indonesia melangkah ke final Piala Thomas yg digelar di Kunshan, China, Mei 2016.

Ihsan menutup penampilannya pada 2016 dengan berada di peringkat ke-40 dunia. Dari 30 laga yg dimainkan, dia mengalami 17 kekalahan.

3. Anthony Sinisuka Ginting

Peringkat Anthony memang paling rendah dibandingkan dengan beberapa rekannya sesama tunggal putra, Jonatan dan Ihsan. Namun, pada turnamen beregu, dia tampil paling cemerlang.

Dia terus meraih kemenangan pada babak penyisihan hingga tim Merah Putih dapat mendapat titel Kejuaraan Asia, Maret 2016.

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.COM Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berpose di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Pada Piala Thomas, Anthony cuma sekali menelan kekalahan dari empat kesempatan bertanding yakni ketika melawan tunggal putra senior Denmark, Jan O Jorgensen.

Pemain kelahiran 11 Mei 1996 ini juga tidak jarang membuat kejutan dengan mengalahkan lawan berperingkat lebih baik, antara yang lain Lee Dong-keun (Korea), Ng Ka Long Angus (Hongkong), dan Sho Sasaki (Jepang).

Pada tiga turnamen superseries 2016 yakni Malaysia Terbuka, Singapura Terbuka, dan Indonesia Terbuka pemain berperingkat ke-42 dunia ini mencapai babak 32 besar.

Dia tercatat 19 kali menang dan 15 kalah dari 34 kali bertanding.

4. Kevin Sanjaya Sukamuljo

Kevin menjadi salah sesuatu pebulu tangkis Indonesia yg patut diperhitungkan. Dia baru naik ke level senior pada 2015 dan dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon.

Meskipun baru dipasangkan pada Desember 2015, bersama Marcus dia telah berhasil meraih berbagai gelar.

Sepanjang 2016, pemain kelahiran 2 Agustus 1995 ini berhasil mempersembahkan tiga gelar dari turnamen superseries (premier) buat Indonesia yakni Malaysia Masters, India Terbuka, dan Australia Terbuka.

BADMINTON INDONESIA Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berpose dengan trofi dan medali emas turnamen Australia Terbuka 2016. Marcus/Kevin menjadi juara setelah mengalahkan rekan senegara, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, 21-14, 21-15, pada babak final yg digelar di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia, Minggu (12/6/2016).

Keberhasilan ini mengantar mereka lolos ke BWF Superseries Finals 2016. Namun, langkah Marcus/Kevin terhenti pada babak penyisihan grup.

Tahun ini Kevin sempat dipasangkan dengan Wahyu Nayaka pada Indonesia Masters, September, karena Marcus sedang fokus menjalani pemulihan cedera.

Hasilnya, Kevin/Wahyu membuat kejutan dengan keluar sebagai pemenang. Pada babak final, pasangan dadakan ini menang atas wakil China, Heng Chengkai/Zhou Haodong, dengan 21-16, 21-18. (Delia Mustikasari)

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/12/20/13453441/raihan.bintang.bulu.tangkis.muda.indonesia.pada.2016
Terima kasih sudah membaca berita Raihan Bintang Bulu Tangkis Muda Indonesia pada 2016. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Raihan Bintang Bulu Tangkis Muda Indonesia Pada 2016"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.