Rahma, Gadis Gunung Yang Taklukkan Sungai

No comment 97 views

Berikut artikel Rahma, Gadis Gunung yang Taklukkan Sungai, Semoga bermanfaat

MAGELANG, KOMPAS.com — Bangga, sesuatu kata itu mewakili perasaan Rahmawati (21) ketika memperlihatkan beberapa medali emas dan perak yg baru saja diperoleh dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.

Dua medali itu sudah mengharumkan nama Provinsi Jawa Tengah, Kota Magelang, serta tanah kelahirannya, Kabupaten Magelang, di kancah olahraga nasional. 

Gadis yang berasal Dusun Berut, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu adalah salah sesuatu atlet penyumbang emas cabang olahraga ekshibisi arung jeram kategori Down River Race R6 Putri. Adapun medali perak ia rebut dari kategori Sprint R6 Putri.

“Tentu bangga, akhirnya merebut emas buat Jawa Tengah, apalagi kita mengalahkan Jawa Barat yg telah juara dunia dalam World Rafting Championship 2015,” ujar Rahma kepada Kompas.com, akhir minggu lalu.

Rahma bercerita, kecintaanya pada olahraga arung jeram bermula ketika ada penawaran bagi bergabung dengan tim arung jeram Kota Magelang pada Kejuaraan Pekan Olahraga Wilayah Kedu, Pekalongan, dan Banyumas (Dulongmas) Provinsi Jawa Tengah 2015.

Ia menyanggupi penawaran itu karena telah lama ingin coba olahraga menaklukkan jeram-jeram sungai tersebut. Sejak itu, ia akan berlatih arung jeram di Sungai Progo. Ia bergabung dengan klub Rarting Progo Kota Magelang.

“Sebelum ada tawaran itu, aku memang telah kepengin jadi rafter,” ujarnya.

Bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Sarmin dan Alfiah ini memang gemar bertualang dan menyukai hal-hal menantang. Ia suka mendaki gunung. Saat ini, ia aktif menjadi anggota UKM Mahasiswa Pencinta Alam di (Mapala) Universitas Muhammadiyah Magelang.

Sejumlah gunung di Jawa Tengah pernah ia daki, akan Gunung Merbabu, Merapi, Ungaran, hingga Slamet. Ia bahkan dua menjadi guide para pendaki pemula atau pendaki-pendaki dari luar daerah.

“Kalau di rafting, aku fokus bagi atletnya, dan latihan bagi guide rafter,” katanya.

Rahma tak merasa rendah diri meskipun ia adalah perempuan di antara rafter-rafter dan pendaki laki-laki. Kedua orangtua Rahma yg berprofesi sebagai petani di lereng Gunung Merapi pun terus mendukung kegiatan Rahma.

“Orangtua sih mendukung asalkan tujuan dan aku pergi dengan siapa harus jelas,” tutur sang peraih medali emas ini.

Terlebih lagi, kegiatan Rahma tersebut tak cuma menghasilkan rupiah, tapi juga membanggakan keluarga dan masyarakat.

“Yang pasti kalau ada perlombaan ada hasilnya kayak di PON XIX lalu, orangtua dan keluarga pasti bangga,” ucap mahasiswi Prodi Teknik Informatika Semester 3 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang ini.

Tidak dicapai dengan instan

Berkat prestasinya tersebut, pihak Universitas Muhammadiyah memberikan beasiswa kepada Rahma buat beberapa semester ke depan. Selain itu, Rahma juga berhak atas bonus uang dari Pemerintah Kota Magelang dan Provinsi Jawa Tengah.

Prestasi Rahma di olahraga ini tak diperoleh dengan cara instan. Serangkaian latihan dan kerja keras ia jalani selama sesuatu tahun belakangan ini. Pengalaman-pengalaman menyedihkan juga pernah dialami selama latihan maupun perlombaan.

“Pernahlah, misalnya kalau perahu kita nyangkut lama susah lepas, selalu salah jalur. Kalau tenggelam, alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai. Kalau jatuh dari perahu itu telah risiko,” katanya.

Cita-cita Rahma tak sampai di PON 2016 saja. Dia berharap mampu ikut kejuaraan lagi di PON XX yg mulai di gelar di Papua 2020 mendatang. Rahma pun bermimpi dapat mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat internasional.  

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/10/09421511/rahma.gadis.gunung.yang.taklukkan.sungai
Terima kasih sudah membaca berita Rahma, Gadis Gunung yang Taklukkan Sungai. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Rahma, Gadis Gunung Yang Taklukkan Sungai"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.