Putra Trikus Ikuti Jejak Ayahnya

No comment 78 views

Berikut artikel Putra Trikus Ikuti Jejak Ayahnya, Semoga bermanfaat

KUDUS, Kompas.com – Kompetisi bulutangkis domestik tahun 2016 sudah memunculkan seorang pemain muda berprestasi bernama Rehan Naufal Kusharjanto.

Nama belakang Kusharjanto mengingatkan kalian pada salah seorang legenda bulutangkis Indonesia Tri Kusharjanto, peraih medali perak Olimpiade 2000 dan enam kali juara Indonesia Open. Tidaklah heran dengan kesamaan nama belakang tersebut, Rehan memang putra Tri atau akrab juga dipanggil dengan Trikus.

Selain dari sang ayah, Rehan juga memiliki darah bulutangkis dari sang ibu yg bernama Sri Untari. Sang ibu juga yaitu mantan pemain Pelatnas. Sri Untari mencatat prestasi tertinggi dalam karirnya sebagai juara ganda campuran Kejuaraan Asia tahun 1992 berpasangan dengan Joko Mardianto.

Dengan modal lengkap dari kedua orang tuanya, atlet kelahiran 28 Februari 2000, akan merintis prestasi. Di antara gelar juara yg berhasil disabetnya tahun 2016 adalah meraih “double winners” diajang Walikota Surabaya Open 2016. Rehan yg berpasangan dengan  Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhasil meraih gelar juara ganda campuran taruna setelah mengalahkan Renaldi Samosir/Hediana Julimarbela (Exist Jakarta), 21-12, 17-21 dan 21-10.

Lalu, bersama Pramudya Kusumawardana menjuarai ganda remaja putra setelah mengalahkan rekannya Helmi Abu Hanifa/Viorel Juan Fernando, 21-17 dan 21-18.

Kebahagian Rehan tertambah setelah sang ayah juara di turnamen yg sama. Tri Kusharjanto yg berpasangan dengan Rony Wijaya, berhasil memenang gelar juara ganda veteran usia 40, setelah difinal mengalahkan Slamet Cahyo/Antonius, 21-16 dan 21-16.

“Ayah yaitu pemain idola saya. Prestasi yg pernah diraih ayah yaitu yaitu motivasi tersendiri untuk saya. Ayah dan bunda juga kadang memberi masukan dan movitasi saat aku bertanding,” ungkap Rehan.

Rehan juga meraih double winners diajang Djarum Sirnas Lampung Open 2016. Ia yg berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhasil meraih gelar juara ganda campuran taruna. Rehan/Fadia mengalahkan wakil Exist Jakarta, Alan Muhammad Afwani H/Enzelica Sutanto, 23-21 dan 21-16.

Gelar kedua diraih dari nomor ganda remaja putra. Rehan yg berpasangan dengan Haffiz Nur Adila mengalahkan pasangan Exist Jakarta Clinzy Gregorius Haribasz/Timoti Wuisan, dengan skor 21-14 dan 21-13 dengan durasi 38 menit.

Meskipun Rehan masih berkategori kelompok remaja, ia tak gentar saat turun di kelompok taruna. Dipenghujung tahun 2016, Rehan meraih “double runner up” di ajang yunior bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perorangan Taruna 2016.

Di nomor ganda campuran taruna, Rehan/Fadia kalah dari Yeremia Erich Yotje Yacob Rambitan/Winny Oktavina Kandow, 15-21, 21-19 dan 14-21. Di ganda taruna putra, Rehan yg berpasangan dengan Pramudya juga tak berhasil mengatasi seniornya di klub PB Djarum Bagas Maulana/Calvin Kristanto dan kalah, 16-21 dan 9-21. Namun dengan usianya tersebut masih ada kesempatan raihan meraih Juara Nasional Taruna di tahun-tahun mendatang.

Rehan, mengikuti jejak sang ayah menekuni bulutangkis sejak umur 5 tahun. Ia dilatih sendiri oleh ayahnya. Tahun 2013, ia dibawa ayahnya buat sparing dengan atlet-atlet PB Djarum di Petamburan.

Penampilan Rehan menarik perhatian Ade Lukas yg yaitu pelatih ganda PB Djarum. Lalu, ia diberikan kesempatan ujicoba sesuatu pekan buat tinggal dan berlatih di PB Djarum. Karena Rehan memperlihatkan kualitas permainan yg baik, ia resmi diterima menjadi anggota klub tersebut. Kini, Rehan menatap kompetisi tahun 2017 dengan harapan membuat prestasi lebih baik

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/01/03/21574351/putra.trikus.ikuti.jejak.ayahnya
Terima kasih sudah membaca berita Putra Trikus Ikuti Jejak Ayahnya. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Putra Trikus Ikuti Jejak Ayahnya"