Prinsip Saling Melayani Antara Pebalap Presley Martono Dan Sang Ayah

Berikut artikel Prinsip Saling Melayani antara Pebalap Presley Martono dan Sang Ayah, Semoga bermanfaat

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

JAKARTA, KOMPAS.com – Pebalap muda Indonesia, Presley Martono, terus didampingi sang ayah, Perry Martono, ketika menjalani balapan.

Presley ketika ini menjadi salah sesuatu pebalap Indonesia yg ambil bagian pada Formula 4 South East Asia (F4 SEA) 2016-1017.

Sebelumnya, Presley banyak bersaing pada ajang balap gokart di Eropa. Karena masih bersekolah di Jakarta, Presley harus bolak-baik ke Eropa dan sang ayah terus menemani.

Ketika Presley akan memasuki usia 14 tahun, Perry telah akan berani melepas anaknya berangkat sendiri.

“Sekarang telah dua kali berangkat sendiri-sendiri dan segera bertemu di lokasi,” kata Perry ketika mendampingi Presley berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com dan JUARA, Selasa (10/1/2016).

FACEBOOK/FORMULA 4 SEA Pebalap Indonesia, Presley Martono, merayakan kemenangan ketika menjalani balapan keenam seri ke-5 Formula 4 South East Asia (SEA) di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, Minggu (8/1/2017).

Saat menemani sang anak balapan, Perry tak semata-mata cuma duduk dan melihat. Dia aktif menolong Presley melakukan persiapan.

“Saya ikut memastikan helm-nya tak bau, pakaiannya juga. Pokoknya aku memastikan dia merasa nyaman,” kata Perry.

“Prinsip saya, ketika Presley balapan, I am his servant (saya adalah pelayannya). Saya melakukan ini supaya dia dapat konsentrasi penuh pada balapan,” ucap Perry lagi.

Setelah balapan, Perry juga aktif berdiskusi dengan mekanik tim buat mengetahui persoalan apa saja yg dihadapi anaknya yg kini berusia 16 tahun.

Perry juga tidak pernah segan turun tangan membersihkan mobil Presley bersama-sama dengan para mekanik.

“Setelah balapan, gantian Presley yg bantu-bantu. Dia yg harus angkat-angkat koper dan sebagainya,” kata Perry sambil tertawa.

Dukungan Perry sebagai orangtua tidak cuma sebatas menolong membereskan peralatan dan perlengkapan balap sang anak.

Selama ini, Perry telah mengeluarkan biaya sangat besar buat membiayai anaknya berkiprah di dunia balap.

“Olahraga ini biayanya sangat besar. Orangtua aku telah memberi support sepanjang kerier aku hingga sekarang,” kata Presley.

Selain balap, Presley milik hobi yang lain di bidang olahraga merupakan bola basket. Sebelum menetapkan menjadi pebalap profesional, dia cukup aktif bermain basket.

“Gara-gara balap, basketnya harus dikurangi. Saya sukanya sama Kobe Bryant, Los Angeles Lakers,” kata Presley lagi.

Presley mulai turun pada seri keenam atau terakhir F4 SEA 2016-2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 20-22 Januari.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/01/12/15455951/prinsip.saling.melayani.antara.pebalap.presley.martono.dan.sang.ayah
Terima kasih sudah membaca berita Prinsip Saling Melayani antara Pebalap Presley Martono dan Sang Ayah. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Prinsip Saling Melayani Antara Pebalap Presley Martono Dan Sang Ayah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.