Peserta Audisi Bulu Tangkis Bisa Daftar Ulang

No comment 136 views

Berikut artikel Peserta Audisi Bulu Tangkis Bisa Daftar Ulang, Semoga bermanfaat

KUDUS, Kompas.com – Peserta audisi Djarum beasiswa bulu tangkis yg tak lolos seleksi mendapat kesempatan mendaftar lagi pada audisi terakhir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kata juru bicara Djarum Foundation Rahma Mochtar.

“Sebelumnya memang digelar audisi di delapan kota dan peserta yg dinyatakan lolos cuma 124 orang,” ujarnya ketika menggelar jumpa pers di Kantor PT Djarum Kudus, Jumat (26/8/2016).

Peserta yg mendaftar secara “online” buat mengikuti audisi beasiswa bulu tangkis Djarum di Kota Kudus yg yaitu kota kesembilan, tercatat telah mencapai 1.020 pendaftar.

Ia mempersilakan peserta audisi dari delapan kota yg tak lolos bagi mendaftar kembali karena Kota Kudus yaitu kota audisi terakhir.

Rencananya, audisi di Kudus digelar akan 30 Agustus-1 September 2016. Pada tahun ini, katanya, sistem seleksinya berlangsung acak.

Bagi peserta yg lolos final, kata dia, memasuki tahap karantina. Jumlah peserta karantina, lanjut dia, tak dibatasi, sehingga seluruh memiliki peluang bagi lolos.

Audisi yg digelar di delapan kota, kata dia, diikuti ratusan pemain muda. Audisi tersebut, dimulai dari Bandung, Palembang, Balikpapan, Purwokerto, Makassar, Solo, Cirebon, dan Surabaya, yg berlangsung sejak 12 Maret hingga 25 April 2016.

Demi mendapatkan bibit pemain berkualitas berkualitas, audisi umum tersebut menerjunkan tim pencari bakat yg melibatkan sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia.

Persyaratan penting agar peserta audisi mampu direkrut, yakni memiliki tenik dasar bermain bulu tangkis yg baik serta memiliki fisik yg mumpuni.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/26/18464941/peserta.audisi.bulu.tangkis.bisa.daftar.ulang
Terima kasih sudah membaca berita Peserta Audisi Bulu Tangkis Bisa Daftar Ulang. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Peserta Audisi Bulu Tangkis Bisa Daftar Ulang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.