Perlu Adanya Sosialisasi Penggunaan Jilbab Bagi Karateka

No comment 190 views

Berikut artikel Perlu Adanya Sosialisasi Penggunaan Jilbab bagi Karateka , Semoga bermanfaat

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengimbau Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) buat menyosialisasikan secara efektif aturan penggunaan jilbab pada cabang olahraga karate agar tak menimbulkan masalah sensitif.

Imbauan itu terkait dengan pemberitaan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama bernama Auliya yg diinformasikan lewat media sosial tak diperbolehkan bertanding pada Magetan Cup. Turnamen tersebut berlangsung 23 Desember lalu.

Larangan tersebut berawal dari sebuah akun Facebook bernama Janan Farisi yg diunggah pada 24 Desember. Unggahan tersebut kemudian mengundang reaksi dan menimbulkan kontroversi di media sosial.

“Kami telah menghubungi pihak FORKI dan mendapat penjelasan dari Sekretaris Umum FORKI Jawa Timur Purwanto. Dia menyampaikan bahwa panitia penyelenggara Magetan Cup tak memiliki aturan pelarangan penggunaan jilbab. Namun, penggunaan jilbab dalam turnamen karate itu beragam,” kata Kemenpora dalam rilisnya, Selasa (27/12/2016).

“Aturan penggunaan jilbab dalam kompetisi karate bergantung dari tingkat pertandingannya,” tulis Kemenpora.

Menurut terminologi World Karate Forum (WKF), mereka mensyaratkan bahwa perempuan berhijab mampu mengikuti pertandingan tingkat nasional dan internasional seandainya jilbabnya telah memenuhi standar.

Tujuannya, bagi memastikan ada atau tidaknya perhiasan yg mampu berpotensi menimbulkan luka di leher. Dengan demikian, ada jilbab yg dipakai demi keperluan keamanan ketika seorang atlet menjalani pertandingan.

Lebih lanjut Purwanto menjelaskan, bahwa dalam Islamic Solidarity Games (ISG) dan ajang internasional lainnya, penggunaan jilbab tetap diperbolehkan. Meskipun demikian, peraturannya sangat dinamis seiring berjalannya waktu.

“Contohnya, dalam ajang di Jepang, para atlet berjilbab telah mengenakan penutup kepala yg tak menampakkan telinga dengan cara memakai kaos rangkap warna putih dengan potongan leher tinggi,” ucap Purwanto seperti dilansir Kemenpora.

“Karena itu, sosialisasi sangat utama karena hal ini mampu menjadi masalah yg sangat sensitif mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam,” tulis Kemenpora. 

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memberi kebebasan untuk atlet perempuan Islam buat memakai jilbab. Peringatan ini juga berlaku bagi dua cabang olahraga tertentu lainnya.

Sementara itu, WKF telah membolehkan aturan pemakaian hijab untuk karateka sejak 1 Januari 2013. Mereka telah mengumpulkan keterangan dan riset terkait penggunaan jilbab ini selama lebih dari beberapa tahun sebelum akhirnya menetapkan aturan tersebut.

Keputusan ini bukan sekadar dilihat dari tradisi, tapi juga dalam inovasi berkelanjutan. Mulai April 2013, WKF sudah menyetujui empat produk yg dapat digunakan karateka muslimah yakni Arazawa, Dax Sports, Daedo, dan Budo Nord.

Aturan tersebut juga diberlakukan agar cabang olahraga karate bisa diterima di segala dunia hingga bisa dipertandingkan pada Olimpiade Tokyo 2020. (Delia Mustikasari) 

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/12/28/11170071/perlu.adanya.sosialisasi.penggunaan.jilbab.bagi.karateka.
Terima kasih sudah membaca berita Perlu Adanya Sosialisasi Penggunaan Jilbab bagi Karateka . Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Perlu Adanya Sosialisasi Penggunaan Jilbab Bagi Karateka"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.