Pengalaman Dan Pembelajaran Sean Gelael Setelah 9 Seri Eropa

Berikut artikel Pengalaman dan Pembelajaran Sean Gelael Setelah 9 Seri Eropa, Semoga bermanfaat

MONZA, KOMPAS.com – Rangkaian seri Eropa yg dijalani Sean Gelael pada persaingan GP2 Series 2016 berakhir di Sirkuit Monza, Italia, akhir minggu kemarin.

Selanjutnya, pebalap Pertamina Campos Racing yg didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia tersebut mulai dihadapkan pada beberapa balapan di Asia.

“Tentu aku banyak belajar, baik dari kegagalan maupun kesuksesan mendapatkan poin dan naik podium. Ajang GP2 memang tak mudah, persaingan sangat kompetitif,” kata Sean dalam rilis yg disampaikan tim Jagonya Ayam KFC Indonesia.

“Setiap tim milik kelebihan dan kekurangan. Faktor balapan tak cuma ditentukan keandalan mobil dan pebalap, tapi juga keberuntungan,” ujar Sean lagi.

Sean telah menjalani sembilan seri musim ini dan seluruh digelar di Eropa, merupakan di Spanyol, Monako, Azerbaijan, Austria, Inggris, Hongaria, Jerman, Belgia, dan Italia.

Dari sembilan seri tersebut, dia mendapatkan tantangan yg berbeda-beda dengan atmosfer persaingan yg ketat. Pengalaman balapan tersebut memberinya banyak pelajaran utama dalam menghadapi musim pertamanya di GP2 Series.

Sean berhasil meraih poin pertamanya musim ini setelah finis di urutan ketujuh pada balapan pertama (fetaure race) GP2 Eropa di Sirkuit Baku, Azerbaijan.

Dia dulu naik podium setelah finis di urutan kedua pada feature race GP2 Austria di Red Bull Ring.

Pada GP Italia di Sirkuit Monza, akhir minggu kemarin, Sean tak dapat meraih hasil maksimal. Dia didiskualifikasi pada balapan pertama dan finis ke-16 pada balapan kedua.
 
“Pada balapan di Monza sebenarnya setting-an mobil telah cukup bagus. Namun, balapan tetap tak gampang dan kalian kurang beruntung juga. Saya sempat stall pada balapan pertama dan semakin sulit setelah ada insiden dan komunikasi radio aku bermasalah,” ujar Sean.

“Pada balapan kedua, aku telah berupaya keras menembus sepuluh besar. Namun, ternyata tak gampang juga karena jarak dengan pebalap yang lain telah agak jauh,” kata pebalap 19 tahun itu lagi.

Sean masih milik beberapa seri bagi diikuti dan mulai berlangsung di Asia merupakan GP2 Malaysia (30 September-2 Oktober) dan GP2 Abu Dhabi (25-27 November).

“Saya ingin menyelesaikan musim ini dengan hasil yg positif. Dua seri di Asia mulai mencoba kita manfaatkan secara maksimal. Kondisi cuaca dan kelembaban udara mulai menjadi kendala penting untuk pebalap. Buat saya, ini kesempatan bagi tampil lebih bagus, terutama di Sepang,” kata Sean.

Rekan sesuatu tim Sean, Mitch Evans, juga gagal bersinar di Italia. Dia finis di urutan ke-8 pada balapan pertama, dahulu gagal finis pada balapan kedua.

“Dua seri di Asia harus mampu kita manfaatkan dengan baik. Saya sangat kecewa dengan balapan kedua di Monza, saat seharusnya aku mampu mendapatkan poin,” kata Evans yg mengawali balapan dari pole position.

Sean ketika ini berada di posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin, sementara Evans menghuni posisi ke-10 dengan 81 angka.

Kompas TV Sukacita Sambut Kemenangan Antonio Giovinazzi

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/06/12015271/pengalaman.dan.pembelajaran.sean.gelael.setelah.9.seri.eropa
Terima kasih sudah membaca berita Pengalaman dan Pembelajaran Sean Gelael Setelah 9 Seri Eropa. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pengalaman Dan Pembelajaran Sean Gelael Setelah 9 Seri Eropa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.