Pencak Silat, Beladiri Nasional Yang Mendunia

No comment 117 views

Berikut artikel Pencak Silat, Beladiri Nasional yang Mendunia, Semoga bermanfaat

Oleh: Edhy Prabowo

APA yg muncul di benak Anda saat menyaksikan ratusan pesilat dari segala dunia berkumpul dan beradu ketangkasan dalam sebuah ajang kejuaraan dunia Pencak Silat? Mungkin perasaan Anda tidak jauh berbeda dengan saya: bangga sekaligus terharu, namun juga miris.

Ini beladiri asli warisan budaya nenek moyang kita. Produk hasil olah akal pikiran insan Indonesia yg memiliki ciri khas melekat pada masing-masing suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. Sayangnya, gaungnya kurang terdengar di negara sendiri.

Pencak Silat, ilmu bela diri yang berasal negeri sendiri, tak mampu dipungkiri dan sudah diketahui hampir seluruh orang. Tetapi jarang yg tahu bagaimana Pencak Silat telah begitu merasuk pada perjuangan Indonesia meraih kemerdekaannya. Jauh sebelum kemerdekaan itu diraih.

Pada zaman penjajahan Belanda, kisah–kisah heroik para pesilat yg juga pimpinan perjuangan di tanah aslinya, beredar cukup banyak. Pencak Silat dipelajari dan dipergunakan dengan baik oleh punggawa kerajaan, kesultanan, maupun para pejuang dalam melawan penjajahan.

Kita tentu masih ingat jelas kisah Si Pitung, dan tokoh dunia persilatan yang lain di masa itu, yg bukan sekadar dongeng tapi memang tokoh dunia nyata. Pencak Silat saat itu diajarkan di perguruan secara sembunyi-sembunyi dan turun-temurun. Jika ketahuan Belanda, nyawa taruhannya.

Kekhawatiran musuh cukup beralasan, karena hampir segala tokoh pejuang kemerdekaan bangsa di masa itu juga pendekar silat. Tengku Cik di Tiro, Imam Bonjol, Fatahillah, Pangeran Diponegoro, itulah dua nama diantara ratusan pendekar silat yg sekaligus pejuang bangsa.

Menjelang Indonesia merdeka, tumbuhnya perguruan-perguruan silat yg bergerak secara rahasia justru menjadi cikal-bakal meluasnya keterampilan bela diri ini dari Sabang sampai Merauke.

Ilmu kanuragan kemudian disukai tak saja oleh para jawara dan orang kuat-otot di kampung-kampung dan pelosok, tapi juga dipelajari oleh para tokoh pergerakan, organisasi politik, sampai kepanduan.

Secara diam-diam Pencak Silat merasuk dan menjadi pupuk untuk kekuatan anti penjajahan di semua Nusantara. Ditambah lagi kebiasaan Belanda membuang paratokoh pejuang ke pelosok negeri, justru ikut membuat Pencak Silat tersebar ke pelosok Nusantara. Perguruan Silat tumbuh bak cendawan di musim hujan.

Pencak Silat yg mendunia

Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 di Bali, yg berlangsung 3-8 Desember 2016, kembali menjadi bukti betapa kebenaran kisah emas sejarah ini. Luasnya wilayah sebaran peminat dan pelaku seni bela diri Indonesia di lima benua, kini kami saksikan lebih jelas di ajang beberapa tahunan ini.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Pembukaan Kejuaraan dunia Pencak Silat ke 17 di Denpasar, Bali, Sabtu(3/12/2016)

Bila kami tengok situs resmi Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT), di mana Indonesia adalah salah sesuatu penggagasnya, tertera jumlah negara anggota PERSILAT terdiri dari 44 negara.

Mereka adalah 1. Australia, 2. Austria, 3. Azerbaijan, 4. Banglades, 5. Belgia, 6. Brunei Darussalam, 7. Kamboja, 8. Canada, 9. Perancis, 10. Jerman, 11. India, 12. Indonesia, 13. Iran, 14. Jepang, 15. Kazakhstan, 16. Kyrgyzstan, 17. Kuwait, 18. Laos, 19. Malaysia, 20. Mauritius, 21. Myanmar, 22. Nepal.

Kemudian 23. Belanda, 24. Pakistan, 25. Filipina, 26.  Rusia, 27. Saudi Arabia, 28. Singapura, 29. Afrika Selatan, 30. Korea Selatan, 31. Spanyol, 32. Suriname, 33. Srilanka, 34. Swiss, 35. Tajikistan, 36. Thailand, 37. Turki, 38. Turkmenistan, 39. Inggris, 40. Amerika Serikat, 41. Uzbekistan, 42. Ukraina, 43. Vietnam, dan 44. Yaman.

Selama kejuaraan dunia berlangsung, 553 atlet dan ofisial dari 42 negara peserta yg berlaga di GOR Lila Buana Denpasar. Mereka bersaing dalam 24 kategori pertandingan, merupakan 18 cabang tanding dan enam cabang seni (tunggal, ganda, maupun beregu).

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dipercaya menjadi tuan rumah ajang prestisius ini buat kelima kalinya. IPSI pun sangat berbangga, karena buat pertama kalinya cabang olah raga Pencak Silat mulai dipertandingkan dalam Asian Games 2018, juga Insya Allah pada ajang Olimpiade 2020.

Tantangan ke Depan

Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 ini juga dibarengi dengan Musyarawah Nasional IPSI dan Festival Pencak Silat. Bapak Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2016-2020.

Festival pun dibanjiri banyak penonton yg berminat mengetahui lebih jauh seni dan falsafah olah raga ini. Saya ingin memberi garis-bawah pada apa yg disampaikan Pak Prabowo dalam upacara pembukaan kejuaraan ini tanggal 2 Desember lalu.

“Jadikan Pencak Silat sebagai pemersatu semua bangsa di dunia. Olahraga Pencak Silat adalah kebanggaan kalian semua. Kami bangga olahraga ini telah ada di 42 negara (kini telah 44 negara) di dunia, bahkan hampir setiap tahun diselenggarakan kejuaraan. Ini alat yg ampuh bagi memupuk persaudaraan antar bangsa dan kebersamaan sebagai sesama manusia,” demikian kata Prabowo yg menjadi Ketua Umum IPSI sejak 2004 ini.

Tradisi gelar juara

Ketika rakyat Indonesia menanti gelar juara sepakbola dan rindu agar bulu tangkis kembali berjaya, Pencak Silat ternyata telah terbiasa dengan gelar juara dunia.

Juara Dunia 2016 pun sepertinya telah di depan mata, kalian sama-sama nantikan perhitungan terakhir hari ini.

Kita juga sama-sama berharap Pencak Silat semakin dicintai segala masyarakat Indonesia, muda dan tua. Teruslah bersemangat menjaga dan meluaskan manfaat warisan leluhur ini.

“Pencak Silat adalah jalan seorang ksatria. Harus digunakan bagi hal yg positif, bukan negatif,” kata Prabowo.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/12/08/11424191/pencak.silat.beladiri.nasional.yang.mendunia
Terima kasih sudah membaca berita Pencak Silat, Beladiri Nasional yang Mendunia. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pencak Silat, Beladiri Nasional Yang Mendunia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.