Pantang Menangis Di Arena, Adella Melakukannya Di Ruang Ganti

Berikut artikel Pantang Menangis di Arena, Adella Melakukannya di Ruang Ganti , Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Atlet renang indah DKI, Adella Amanda Nirmala  mengingat apa yg dialaminya di arena Pekan Olah raga Nasional XIX/2016 dulu sebagai sesuatu pengalaman terburuk dalam hidupnya.

Adella (27) dilarang bertanding membela tim DKI dalam arena renang indah.  Para pesaing tim DKI dari provinsi lainnya menyebut Adella tak memeuhi syarat bagi bertanding karena sudah berusia 27 tahun. Ia dianggap melampaui batas usia yg diijinkan merupakan 26 tahun.

Kontingen DKI yg dipimpin manjernya, Ketua Umum Pengprov DKI, Rudy Salahuddin memamerkan surat-surat dari Panpel PON, PP PRSI hingga KONI yg memperlihatkan keabsahan
Adella  bagi bertanding di PON. Namun karena tim DKI menolak mekanisme voting yg ditawarkan Technical Delegate renang Indah PON XIX, maka Adella dan rekan-rekannya gagal bertanding.

“Saat itu aku sedang siap bagi turun di nomor single. Sudah dirias pula. Saat tengah melakukan pemanasan, tiba-tiba lagu pilihan saya, ‘Allegri,’ dimatikan,” kata  Adella, Kamis (13/10/2016).

Ia semakin bingung ketika tiba-tiba pembawa acara mengumumkan bahwa acara lomba dilanjutkan dengan kontestan yg berbeda. “Saya baru tahu kalau aku tak diijinkan
berlomba setelah diberitahu oleh pelatih,” kata Adella lagi.

Saat itu ia mengaku sangat marah dan kecewa. “Ini sih telah keterlaluan dan kasar sekali. Saya ini telah kerap merasakan kalau dikerjain lewat scoring. Tatapi kalau
ini kan segera mengincar pada individunya.”

Saat itu kekecewaan dan kemarahannya muncul karena mengingat segala kelelahan dan pengorbanan yg dilakukannya seperti menjadi sia-sia. Tetapi atlet paling senior di
tim renang DKI ini sadar bahwa ia harus juga menjaga mentalitas tim yg pasti terpengaruh.

“Saya milik prinsip, marah atau kecewa yg seberapa pun beratnya jangan sampai membuat aku menangis di depan umum. Jadi ya aku berusaha tegar dan tetap tersenyum ketika kembali ke ruang ganti,” katanya.

Setelah itu? “Meweeekkk lahhh…..sepuas-puasnya…,” lanjutnya.

Adella sendiri sudah mendengar rumor bahwa dirinya memang dipersoalkan oleh kontingen lainnya. “Secara teknik memang aku pasti mampu mengatasi lawan. Ternyata kemudian
saya dipersoalkan melalui prasyarat usia.  Hingga menjelang PON, pelatih dan ofisial sebenarnya bilang tak ada masalah. Ya aku persiapkan diri maksimal. Eh, dikerjain di pelaksanannya”

Adella berharap protes yg kini diajukan tim DKI hingga ke FINA mulai selalu diperhatikan meskipun PON XIX/2016 telah usai. “Buat  ofisial yg pikirannya cuma menempatkan PON atau pertandingan sebagai proyek, hal ini pasti mulai gampang dilupakan. Tetapi tak bagi atlet seperti aku atau anggota tim DKI yg telah mempersiapkan diri lama sekali.”

Karena itu, meskipun mulai mengakhiri masa lajang pada Desember 2016 ini, Adella mengaku masih belum menetapkan apakah mulai mengakhiri karir di renang indah yg sudah dijalaninya selama 15 tahun. “Kayaknya masih ada yg mengganjal. Mungkin aku mulai ikut SEA Games 2017. aku mulai membuktikan bahwa kalau prosesnya dijalani secara benar, kita masih tetap yg terbaik…”

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/14/09210101/pantang.menangis.di.arena.adella.melakukannya.di.ruang.ganti.
Terima kasih sudah membaca berita Pantang Menangis di Arena, Adella Melakukannya di Ruang Ganti . Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pantang Menangis Di Arena, Adella Melakukannya Di Ruang Ganti"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.