Pak Soni, Soal Bonus PON Masih Terkatung….

No comment 105 views

Berikut artikel Pak Soni, Soal Bonus PON Masih Terkatung…., Semoga bermanfaat

Oleh: Tjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com – Di bidang olah raga DKI, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Soni Sumarsono masih memiliki sesuatu agenda yg belum tuntas merupakan persoalan bonus PON XIX/2016.

Kontingen DKI yg yaitu juara umum bertahan pada PON XVIII/2012 di Pekan Baru Riau akhirnya menempati posisi tiga pada PON XIX di Jawa Barat, September lalu. Kontingen DKI berada di bawah tuan rumah Jawa Barat dan juara PON XVII/2008, Jawa Timur yg berada di urutan dua.

DKI mengumpulkan 132 medali emas, 124 perak dan 118 perunggu. DKI cuma kalah perak dan perunggu dari Jawa Timur yg mengumpulkan 132 emas, 138 perak dan 134 perunggu. Sementara tuan rumah Jawa Barat kokoh di posisi juara umum dengan 217 medali emas, 157 perak dan 157 perunggu.

Meski gagal mempertahankan gelar juara umum, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama  sudah berjanji memberikan bonus kepada mereka yg berprestasi di ajang olah raga empat tahunan ini.  Pada awal tahun ini, Ahok sempat melontarkan janji bagi memberikan bonus sebesar Rp 1 milyar kepada peraih medali emas namun dengan makanisme penyaluran melalui perkumpulan olah raga atlet yg bersangkutan.

Besaran dan mekanisme pemberian yg tidak lazim ini memang kemudian menimbulkan banyak spekulasi.  Para pemangku kepentingan olah raga DKI sepertinya memang mengalami sedikit kerikuhan untuk  mencari formula yg paling kompromistis dengan keinginan Guberfnur serta tak meninggalkan tradisi lama dengan memberikan bonus kepada peraih medali emas, perak dan perunggu.

Penyerahan tali asih atau pun bonus ini sebenarnya direncanakan diberikan sebelum Ahok  mengamabil cuti bagi mengikuti proses pemilihan calaon Gubernbur DKI yg pemilihannya mulai berlangsung pada Februari 2017 mendatang.  Namun rencana pemberian yg mulai dikerjakan pada 19 Oktober dan kemudian pada 27 Oktober tak terwujud dengan alasan  masih terbentur pada persetujuan APBD-P di Kemendagri.

Janji bonus kepada atlet peraih medali PON sebesar 1 milyar dari Ahok memang sempat menjadi psy war untuk kontingen daerah yang lain menjelang dan selama berlangsungnya PON XIX/2016 lalu.  Kepala-kepala daerah besar cenderung menyimpan besaran bonus yg mulai diberikan, namun “memanjakan” atlet mereka dengan uang saku yg besar serta “bonus dadakan” yg diberikan kepada para peraih medali emas.

Kontingen Jawa Timur yg paling mencolok dengan “mengganjar” setiap peraih emdali emas dengan bonus sebesar Rp 30 juta, sementara tuan rumah Jawa Barat memberikan bonus dadakan Rp 10 juta buat setiap peraih medali emas.

Ketua Umum KONI DKI, Raja Sapta Ervian mengaku masih menunggu kejelasan soal bonus PON XIX/2016 ini dari Pemprov DKI.  Ia juga mengharap langsung adanya kejelasan mengenai bonus ini, apalagi  para atlet belum menerima uang pembinaan bagi bulan Oktober ini.

Menurutnya, kemungkinan persoalan bonus ini mulai dibicarakan Rabu (2/11/2016) bersama Pemprov DKI. “Kami juga berharap langsung adanya kepastian soal ini bagi para atlet,” kata Ervian atau Eyi.

Kalau persoalan penundaan pemberian ini berada di kebijakan Kemendagri, tentu bukan satu yg sulit untuk Plt Gubernur Soni Sumarsono sebegai orang dari instansi yg sama. Artinya, kekhawatiran sebagian besar atlet bahwa kepastian bonus harus menunggu proses PIlkada DKI menjadi tak beralasan.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/31/23472541/pak.soni.soal.bonus.pon.masih.terkatung.
Terima kasih sudah membaca berita Pak Soni, Soal Bonus PON Masih Terkatung….. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pak Soni, Soal Bonus PON Masih Terkatung…."

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.