Pahit Manis Laju Sean Gelael Di Austria

No comment 85 views

Berikut artikel Pahit Manis Laju Sean Gelael di Austria, Semoga bermanfaat

SPIELBERG, KOMPAS.com – Pebalap Pertamina Campos Racing yg didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia, Sean Gelael, mendapat beberapa pengalaman sekaligus pada GP2 Austria di Red Bull Ring, 2-3 Juli 2016. Setelah sempat mencicipi manisnya podium di laju balapan pertama, dia tidak kuasa menghindari insiden yg menyebabkan mobilnya terpelintir di balapan kedua.

Awalnya, Sabtu (2/7/2016), Sean mantap naik podium setelah finis di urutan kedua pada balapan pertama (feature race) di sirkuit dengan lintasan lurus dan panjang tersebut.

Tak gampang menaklukan sirkuit Red Bull Ring. Terlebih lagi, balapan 40 putaran itu diwarnai berbagai insiden yg menyebabkan dua pebalap mengalami kecelakaan.

Sean memulai balapan pada urutan ke-18. Memasuki lap 16, hujan akan turun di dua area. Red Bull Ring sendiri dikenal memiliki lintasan dengan tikungan sempit dan berkarakter cepat menjadi basah dan licin.

Hari itu Sean melakukan pit stop lebih awal. Meskipun setelah kembali berada di posisi ke-20, lajunya mampu membuat pria berusia 19 tahun ini bergerak ke posisi kedua, tepat di belakang rekan sesuatu timnya, Mitch Evans, yg keluar sebagai juara. Atas aksinya itu, Sean berhak mendapat 18 poin.

Sayangnya, aksi gemilang Sean belum mampu dipertahankan sampai Minggu, (3/7/2016) ketika sprint race—dimana posisi start ditentukan berdasarkan hasil feature race dengan posisi terbalik—atau balapan kedua. Sean start di posisi ketujuh, sedangkan Evans di posisi kedelapan.

JAGONYA AYAM Dua pebalap Pertamina Campos Racing, Mitch Evans (kanan) dan Sean Gelael, berpose dengan trofi yg mereka dapatkan setelah finis di urutan pertama dan kedua feature race GP2 Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Sabtu (2/7/2016)

Melihat posisi start itu, Sean sebenarnya memiliki peluang buat kembali naik podium. Namun, celah tersebut lenyap akibat insiden yg menjegalnya di tikungan ketiga lap keempat.

“Ini balapan yg tak gampang karena keadaan lintasan basah dan lomba dimulai dengan Safety Car di depan,” kata Sean setelah sprint race.

Sean, yg ketika itu berada di sisi luar dan hendak berbelok ke kanan, bersenggolan dengan mobil Arthur Pic (Rapax). Hal itu membuat mobilnya terpaksa terparkir di area pasir atau gravel.

“Sebenarnya aku telah berupaya membalap dengan aman, tapi tetap saja tidak mampu menghindari insiden,” ujar pebalap 19 tahun tersebut.

Di sisi lain, Evans dapat bersaing hingga akhirnya finis di urutan ke-8. Penampilan bersinar lainnya juga bisa didapatkan oleh pebalap Jagonya Ayam yg lain, Antonio Giovinazzi. Meski harus start di posisi ke-17, pebalap Italia ini finis di urutan ke-5. 

Tinjau kembali

Hasil balap di Red Bull Ring sebenarnya adalah raihan angka kedua buat Sean di musim ini. Sebelumnya, ia sempat menorehkan angka di Sirkuit Baku, Azebaijan, Sabtu (18/6/2016) dengan finis di posisi 7. Sementara itu, pada balapan di beberapa sirkuit sebelumnya, pebalap muda ini belum dapat mendapatkan poin.

Di Monaco, Sean sempat mendapat insiden. Saat feature race, Sabtu (28/5/2016) Sean membalap dengan yakin diri. Mobilnya selalu melaju mantap menguntit dua pebalap di depannya.

Sayangnya pada lap ketujuh, mobil Sean melintir selepas berbelok di tikungan pertama. Insiden itu membuat ban kanan mobil Sean kehilangan grip. Lantas, ia pun tidak mampu mengendalikan mobil yg meluncur menghantam pembatas sirkuit.

TIM JAGONYA AYAM Pebalap Pertamina Campos Racing, Sean Gelael, memacu kendaraannya pada balapan pertama GP2 Spanyol, di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Sabtu (14/5/2016>

Berbeda lagi ketika balapan perdana di Barcelona. Pebalap dengan tinggi badan 1,88 meter itu harus menerima penalti. Saat itu, Sean membalap dari posisi paling belakang.

Dia bisa finis di posisi ke-13. Namun, karena dinilai melanggar batas kecepatan ketika melintas di pit line, Sean mendapat penalti lima detik sehingga posisinya melorot ke peringkat 18.

Perjuangan di sirkuit

Sukses di tingkat Asia menjadi modal Sean buat menuju panggung balap formula di Eropa. Di Benua Biru, pebalap ini mengikuti beberapa ajang sekaligus, Formula 3 Eropa dan dua seri Formula 3 Inggris.

Di ajang F3 Inggris, ia berhasil lima kali naik podium, yg terdiri dari beberapa kali sebagai runner up dan tiga kali di peringkat ketiga. Tak cuma itu, Sean pun tercatat sebagai pebalap termuda yg pernah naik podium F3 Inggris di kisaran usia 16 tahun.

Pada 2014, ketika musim keduanya di F3 Eropa bersama tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean mengoleksi 25 poin dari hasil sembilan kali finis di posisi 10 besar. Di akhir musim, ia menempati peringkat ke-18 dari 28 pebalap.

Setahun kemudian, Sean mengikuti Formula Renault 3.5 World Series. Sean berhasil mengoleksi sembilan poin hasil tiga kali finis di posisi 10 besar. Di pertengahan musim, Sean sempat mengikuti lima seri balapan GP2. Tujuannya bagi belajar dan beradaptasi sebelum akhirnya tampil penuh di ajang GP2 2016.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/07/05/11585871/pahit.manis.laju.sean.gelael.di.austria
Terima kasih sudah membaca berita Pahit Manis Laju Sean Gelael di Austria. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pahit Manis Laju Sean Gelael Di Austria"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.