Nizar Zulfikar, Tosser Samator Yang Mengidolai Loudry Maspaitella

Berikut artikel Nizar Zulfikar, Tosser Samator yang Mengidolai Loudry Maspaitella, Semoga bermanfaat

PALEMBANG, KOMPAS.com – Nizar Zulfikar yaitu salah sesuatu tosser andalan tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator pada persaingan Proliga 2017.

Pemain berusia 24 tahun ini turut mengantar Samator menjuarai Proliga 2016. Namun, di balik kisah suksesnya, ada fakta bahwa dahulu Nizar tak menyukai bola voli.

“Awalnya aku tak suka voli. Saya pernah menekuni tenis meja, tenis lapangan, dan renang. Renang aku tekuni cukup lama dengan bergabung di klub Pesut, Kalimantan Timur (Kaltim),” kata Nizar kepada JUARA di Hotel Batiqa, Palembang.

“Saat kelas 4 Sekolah Dasar (SD), aku tidak jarang memperhatikan kakak perempuan aku berlatih voli. Saya dulu ikut-ikutan bermain dan Ayah meminta aku berlatih dengan mengetes bola ke dinding,” ucap Nizar.

Ayah Nizar, Munawar adalah seorang mantan pemain voli tingkat daerah. Selama berlatih, mahasiwa Universitas Yos Sudarso ini mengaku bermain kurang baik sebagai tosser.

“Tetapi, aku bertekad ingin menjadi tosser seperti mas Loudry Maspaitella yg dapat bermain awet di voli. Karena itu, aku setiap hari latihan bola di tembok buat memperbaiki teknik,” tutur pemilik tinggi badan 183 centimeter (cm) ini.

Meskipun tak pernah mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda), Nizar mendapat panggilan bagi bergabung dengan timnas junior ketika masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Saya dipanggil karena timnas kurang tosser. Saat itu, ada tosser yg mengundurkan diri sehingga posisi tersebut ditawarkan kepada saya. Saya kemudian dikenalkan dengan Mas Sigit (Ari Widodo, asisten pelatih Samator) dan diajak mengunjungi markas Samator,” kata Nizar.

“Ketika liburan sekolah SMP kelas 3, aku main ke Samator diajak mantan pelatihnya, pak Mashudi. Beliau ternyata temah Ayah. Pak Mashudi tak memaksa aku bagi bergabung. Jadi, aku lihat suasana di sana dulu,” ujar Nizar.

Saat itu, ada beberapa tim yg dia pertimbangkan yakni Samator dan Indomaret. Nizar menetapkan memilih Samator karena mengetahui reputasi tim dalam peta persaingan voli di Tanah Air.

“Di sana juga ada pemain idola saya, Joni Sugiyatno. Sebelum diterima, aku diwawancara oleh pelatih Samator, Li Qiujiang. Mulai dari umur hingga tinggi badan,” kata Nizar.

“Saya tiba jam 9 pagi. Malamnya, aku segera dikasih kostum oleh Mr Li. Ternyata aku resmi diterima, tepatnya pada Juli 2010,” ucap Nizar.

Ketika bergabung dengan Samator, Nizar sempat ingin kabur karena latihan yg dijalaninya cukup berat.

“Tetapi, keluarga meminta aku bersabar menjalaninya. Akhirnya, aku menikmati rutinitas berlatih,” saya bungsu dari beberapa bersaudara ini.

Setahun bergabung dengan Samator, Nizar terpilih masuk timnas junior. Pada debutnya di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2011, dia berhasil membawa timnya menjadi juara.

Nizar juga mengantar tim Merah Putih menjuarai ASEAN School Games 2012 setelah mengalahkan Thailand pada babak final.

Meskipun menjalani kesibukan sebagai atlet sambil sekolah, prestasi akademik Nizar tetap baik. Dia terus masuk rangking 10 besar.

“Ibu aku seorang guru. Dia terus mengingatkan saya, meski sibuk latihan voli, sekolah jangan abal-abal. Saya bersekolah di SMA Wahid Hasyim. Tidak sama dengan teman-teman Samator di mes,” katanya.

Selama menjadi pemain, Nizar pernah merasakan periode yg membuat motivasinya menurun. Saat itu, Samator lebih yakin kepada pemain asing sebagai tosser pada Proliga 2016.

“Ayah mengingatkan aku bagi bersabar. Sebagai tosser, aku harus sabar dan tak egois dan melayani permintaan teman-teman dalam tim,” ujar dia.

Samator ketika itu memiliki beberapa tosser yg kerap turun bergantian yakni Nizar dan pemain yang berasal Kuba, Pedro Lopez Fernandez.

Dia juga dipercaya turun ketika menjalani laga final Proliga 2016 yg mengantar Samator meraih gelar kelima.

Ke depannya, Nizar bermimpi dapat mewakili Indonesia pada SEA Games Malaysia 2017.

“Saya ingin seperti Mas Loudry. Indonesia ketika ini banyak memiliki tosser bagus. Yang terpenting, aku selalu menampilkan performa terbaik,” kata pria yg pernah bercita-cita menjadi pilot ini.

Selain itu, dia bertekad membawa Samator kembali meraih titel juara Proliga 2017. Hingga putaran pertama seri II Proliga, Samator telah mengantongi beberapa kemenangan.

Mereka mulai menjalani laga terakhir di Palembang dengan melawan Jakarta BNI Taplus, Minggu (5/2/2017). (Delia Mustikasari)

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/02/05/16245381/nizar.zulfikar.tosser.samator.yang.mengidolai.loudry.maspaitella
Terima kasih sudah membaca berita Nizar Zulfikar, Tosser Samator yang Mengidolai Loudry Maspaitella. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Nizar Zulfikar, Tosser Samator Yang Mengidolai Loudry Maspaitella"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.