Nasihat Guru Besar Bulu Tangkis Buat Owi/Butet

No comment 91 views

Berikut artikel Nasihat Guru Besar Bulu Tangkis Buat Owi/Butet, Semoga bermanfaat

KUDUS, Kompas.com – Bila dunia bulu tangkis diibaratkan dunia pendidikan tinggi, Christian Hadinata tentunya telah mencapai tingkatan guru besar.

Christian sudah hampir setengah abad berkecimpung di dunia bulu tangkis. Sejak sebagai pemain pada 1970 hingga 1988 dan kemudian berkecimpung di dunia kepelatihan nasional dan sekarang sebagai pembina usia muda di PB Djarum.

Sebagai pelatih, ia berjasa membawa Ricky Subagja/Rexy Mainaky emraih emdali emas Olimpiade Atlanta 1996. Orang sulit melupakan epik ketika Christian dan kedua anak asuhnya bergulingan di lapangan hijau Atlanta setelah ricky/Rexy memastikan Indonesia mendapatkan medali emas.

Karena itulah -meski tidak lagi di Pelatnas Cipayung- para atlet bulu tangkis yg mulai berangkat ke Olimpiade Rio, merasa perlu buat bertemu dengan sang Guru Besar.
 
Ada sesuatu kata yg terngiang-ngiang di pikiran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016. Soulmate atau belahan jiwa. kata ini didapat Tontowi/Liliyana dari petuah legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata.

Sebelum berangkat ke Rio, Tontowi/Liliyana menjalani karantina di Kudus, Jawa Tengah, pada 11-16 Juli 2016. Pada momen inilah, Tontowi/Liliyana dan Praveen Jordan/Debby Susanto, pasangan ganda campuran pelatnas yg juga berlaga di Rio, mengadakan rapat khusus dengan Christian.

Seperti diketahui, tidak hanya milik segudang prestasi ketika menjadi pemain, Christian yaitu sosok utama dibalik sukses para peraih emas olimpiade, salah satunya Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996.

Diceritakan Christian, dalam meeting itu, ia memberikan wejangan-wejangan kepada keempat pemain ganda campuran tersebut.

“Sebetulnya aku mengatakan hal yg sederhana saja, lakukanlah hal yg simple, tetapi pengaruhnya sangat dahsyat di lapangan,” kata Christian yg ditemui acara pemberian penghargaan kepada Tontowi/Liliyana di Kudus, Jawa Tengah.

“Saya bilang, sebagai pasangan, kita itu adalah belahan jiwa, kita menggantungkan nasib masing-masing di pasangan kalian. Hargailah apapun yg dikerjakan pasangan di lapangan. Kalau Owi untuk salah, Butet harus dapat memaafkan dan sebaliknya. Kalau Butet cetak poin, Owi harus mengapresiasi dengan memberikan pujian,” tutur Christian.

“Saat itu mereka tak segera bereaksi, cuma menyerap saja. Namun berdasarkan keterangan yg aku bisa dari Richard (Mainaky- pelatih Owi/Butet), selama di Rio, Owi/Butet terus mengingat kalau mereka adalah soulmate, dan memang benar adanya, Owi dan Butet itu soulmate,” tambahnya.

Ditambahkan Christian, komunikasi dan kekompakan Tontowi/Liliyana telah terbukti ketika mereka berlaga di Rio. Christian terus mengikuti perkembangan Tontowi/Liliyana selama di Rio, ia tidak melewatkan satupun pertandingan pasangan ganda campuran andalan Indonesia tersebut.

“Memang di dunia ini tak ada yg sempurna, namun penampilan Owi/Butet selama di Olimpiade Rio itu telah mendekati sempurna,” ucap Christian sambil mengacungkan jempolnya.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/01/15183021/.nasihat.guru.besar.bulu.tangkis.buat.owi.butet
Terima kasih sudah membaca berita Nasihat Guru Besar Bulu Tangkis Buat Owi/Butet. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Nasihat Guru Besar Bulu Tangkis Buat Owi/Butet"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.