Mimpi Emas Di Ring Tinju

No comment 108 views

Berikut artikel Mimpi Emas di Ring Tinju, Semoga bermanfaat

Oleh: Wisnubrata

Saat pasangan bulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Rio di Brasil, Indonesia bersuka cita. Kedatangannya dielu-elukan dan mereka diarak di jalan-jalan penting Jakarta.

Semua orang membicarakannya, media tidak henti memberitakannya, dan orang-orang di kampung-kampung, akan dari anak-anak hingga orang-orang tua mendadak kembali suka bermain bulu tangkis.

Pemerintah pun tidak segan menghadiahi pasangan ini masing-masing uang tunai sebesar Rp 5 miliar. Mereka, bersama atlet-atlet olimpiade yang lain diundang ke istana dan dijamu makan oleh Presiden.

Dalam kesempatan itu muncul harapan kelak atlet-atlet Indonesia mulai mendapat makin banyak emas di lebih banyak cabang olahraga.

Presiden Jokowi bahkan memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi buat memberikan prioritas pada cabang-cabang olahraga yg telah terlihat prestasinya, baik dari sisi sarana dan prasana maupun tempat bagi pelatihan.

Dalam hingar bingar penuh kegembiraan ini, tiba-tiba aku ingat teman-teman aku yg menjadi petinju. Semua ingin mendapat emas juga. Semua bermimpi menjadi juara. Kalau tak juara dunia seperti Floyd Mayweather atau Manny Pacquiao, ya setidaknya milik nama seperti Chris John atau Daud Cino Yordan.

Tapi melihat keadaan mereka, aku kadang merasa iba. Para petinju itu nyaris tidak milik penghasilan kecuali bila ikut dalam pertandingan. Sementara di negeri ini pertandingan tinju sudah menjadi barang langka.

Kebanyakan promotor cuma bersedia memainkan mereka yg milik nama demi mendapatkan keuntungan, baik dari tiket maupun sponsor. Sedangkan petinju-petinju muda seringkali harus bergantung pada nasib agar mampu diikutkan dalam pertandingan.

Masalahnya, tanpa pertandingan, mereka tak mulai milik uang. Tanpa uang, sulit buat petinju buat mampu mendapat makanan bergizi dan berlatih dengan baik. Sementara tanpa latihan dan gizi, mereka tidak mampu mempersiapkan pertandingan.

Memutus lingkaran setan

Bagaimana memutus lingkaran setan ini? Beberapa petinju kemudian mencari pekerjaan sampingan. Ada yg jadi petugas keamanan, ada yg menjadi tukang parkir, ada pula yg merangkap sebagai tukang service AC.

Toh pekerjaan itu menyita waktu latihan juga.  Bertinju pun jadi tak maksimal. Namun cuma itu yg dapat dikerjakan sembari menunggu adanya pertandingan.

Untunglah, dalam situasi serba tidak tentu ini masih ada orang-orang yg mencintai tinju, bahkan hidup demi tinju. Vicky Permana Putra misalnya. Penggagas Total Boxing Promotion ini nekat menyelenggarakan pertandingan-pertandingan tinju buat pemula.

WSBC Rookie Fight

Vicky mengundang para petinju muda, baik profesional maupun amatir buat bertarung dalam Rookie Fight.

Ia mempersilakan para member dari berbagai gym maupun sasana bagi ikut ambil bagian dalam acara yg mulai diselenggarakan Sabtu (27/8/2016) ini di WSBC Boxing Club di Karawaci.

Saya membayangkan acara itu nanti bakal menjadi ajang tarung yg menarik, karena selain 6 partai profesional, mulai ada sekitar 30an member sasana yg bakal menguji nyali mereka di ring. Mengejutkan juga, karena ternyata banyak sekali pecinta tinju yg ingin merasakan berlaga di atas ring.

Selain bagi mencari bakat, Rookie Fight ini digelar juga bagi menumbuhkan kembali semangat bertinju di kalangan atlet. “Kalau tak lewat ajang seperti ini, siapa lagi yg mau mengadakan pertandingan tinju,” ujar Vicky.

Pertandingan tinju yang lain yg juga bakal menyalakan semangat adalah Indonesia Boxing Championship (IBC) yg digagas mantan juara dunia tinju WBA, Chris John.

Acara yg digelar dalam kerjasama dengan Kompas TV itu juga bakal menjadi ajang pencarian petinju berbakat.

“Saat ini, banyak sasana yg tutup seperti di Jakarta atau Surabaya. Kenapa? Hal itu karena jarang adanya pertandingan dan kompetisi tinju,” kata Chris John ketika berkunjung ke kantor Kompas.com, Kamis (18/8/2016).

Chris John berpendapat bahwa dukungan memang sangat diperlukan buat dunia tinju Indonesia.

“Saya berharap IBC dapat membuat sasana kembali hidup dan bermunculan petinju-petinju muda,” tutur Chris.

Dalam acara berupa reality sport ini, 16 petinju mulai bersaing bagi menjadi juara. Mereka mulai saling dipertandingan, hingga akhirnya muncul juaranya.

Secercah harapan

Rencananya, IBC mulai ditayangkan di Kompas TV pada 2 September 2016 pukul 22.00 dan ditayangkan pada setiap Jumat.

Baik Rookie Fight maupun IBC memberi secercah harapan buat dunia tinju. Mungkin betul bahwa pemerintah mulai menolong lebih banyak olahragawan agar Indonesia mendapat lebih banyak emas di berbagai kejuaraan dunia.

Namun yg tak boleh dilupakan adalah usaha masing-masing kalian buat juga bergerak menuju ke sana.

Bila keduanya sejalan, di masa depan mungkin petinju-petinju kalian mampu juga membawa pulang medali emas olimpiade, seperti Muhammad Ali atau The Golden Boy Oscar de la Hoya.

Ah, semoga ini bukan sekedar mimpi…

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/26/20454811/mimpi.emas.di.ring.tinju
Terima kasih sudah membaca berita Mimpi Emas di Ring Tinju. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mimpi Emas Di Ring Tinju"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.