Mengaku Bohong Soal Perampokan, Atlet Renang AS Dibebaskan

No comment 125 views

Berikut artikel Mengaku Bohong soal Perampokan, Atlet Renang AS Dibebaskan, Semoga bermanfaat

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Dua atlet renang AS, Gunnar Bentz dan Jack Conger, akhirnya diperbolehkan pulang, Kamis (18/8/2016), setelah membuat pengakuan kepada polisi Brasil tentang peristiwa perampokan yg menimpa mereka.

Bentz dan Conger sebenarnya telah berada di pesawat buat pulang, Rabu (17/8/2016). Namun, keduanya dipaksa turun oleh polisi Brasil buat menjalani pemeriksaan tentang insiden yg menimpa empat atlet renang Olimpiade AS di sebuah pompa bensin, minggu lalu.

Bentz dan Conger akhirnya mengaku, mereka yg ketika itu bersama beberapa atlet lainnya, Ryan Lochte dan Jimmy Feigen, terlibat keributan dengan petugas satpam pompa bensin karena merusak pintu toilet. Saat itu, keempatnya mengaku dalam pengaruh alkohol usai menghadiri pesta yg diadakan atlet renang Brasil, Thiago Pereira.

Insiden ini berakhir setelah polisi Brasil tiba dan memperbolehkan mereka pulang ke penginapan. Namun, kemudian, tersiar berita—dengan sumber Ryan Lochte—bahwa mereka menjadi korban tindak kriminal perampokan yg melibatkan oknum berseragam polisi dan menodongkan senjata.

Lochte bahkan mengatakan, pria tersebut mengambil dompet, tapi mengembalikan ponsel mereka.

Laporan Locthe ini segera menjadi viral dan membuat IOC dan panitia pelaksana Olimpiade Rio merasa tercoreng, sampai pihak berwenang kemudian melihat dua kejanggalan pada cerita Lochte.

Berdasar pengakuan kedua atlet renang, kepolisian Rio berani menyampaikan bahwa tak pernah ada kejadian perampokan seperti yg dilaporkan Lochte. “Tidak pernah ada peristiwa perampokan seperti yg disebutkan para atlet,” kata Kepala Kepolisian Rio de Janeiro, Fernando Veloso.

“Rekaman gambar tak meyakinkan tentang adanya kekerasan yg mereka alami,” lanjutnya. Menurut Veloso, para atlet tersebut dikenakan denda di tempat sebesar setara 50 dollar AS (Rp 650.000) buat mengganti kerusakan pintu.

Juru bicara panitia pelaksana Olimpiade 2016, Mario Andrada, menyayangkan tak adanya permintaan maaf dari para atlet. “Mereka seperti kanak-kanak,” kata Andrada. “Anak-anak ini cuma ingin bersenang-senang. Mereka melakukan kesalahan, dan ini yaitu bagian dari hidup.”

Ryan Lochte adalah atlet tertua di tim renang AS dan sudah berusia 32 tahun. Ia sekarang telah kembali ke AS.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/19/09371041/mengaku.bohong.soal.perampokan.atlet.renang.as.dibebaskan
Terima kasih sudah membaca berita Mengaku Bohong soal Perampokan, Atlet Renang AS Dibebaskan. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengaku Bohong Soal Perampokan, Atlet Renang AS Dibebaskan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.