Menetapkan Standar Kedokteran Olahraga

No comment 93 views

Berikut artikel Menetapkan Standar Kedokteran Olahraga, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Kesadaran mulai pentingnya kedokteran olah raga yg memiliki stnadar tinggi kini semakin  menaingkat di Indonesia.

Semakin banyaknya  kejadian ketika beraktivitas olah raga baik pada atlet mau pun awam membuat kebutuhan tersebut semakin terasa.  Kejadian cedera seperti pada ligamen sendi lutut (Anterior Cruciate LIgament/ACL) yg pada masa dahulu yaitu lonceng kematian bagi karir seorang atlet, tak lagi menjadi hal yg menakutkan.

Hal ini diungkapkan oleh dr IGM febry Siswanto SpOT dari Royal Sports Mediocione, Sunter, Jakarta. “Dengan memberi penyadaran kepada atlet dan umum  bahwa dengan tindak medis yg benar, keadaan fisik penderita usai mengalami cedera ACL  bisa pulih seperti sediakala,” kata Febry.

“Dengan operasi yg memakai teknik yg benar serta perlengkapan memadai, kita bisa  menyembuhkan  cedera yg dialami. Baru setelah itu  pemulihan dilakukan  dengan melakukan terapi yg dikoordinasi oleh terapis dan dokter yg melakukan tindak operasi,” ungkapnya ketika acara dalam acara The 6th Live Surgery ACL & PCL Reconstruction Workshop di Rumah Sakit Royal Progress, Sabtu (25/2/2017).

Namun menurutnya, proses penyembuhan ini memang memakan waktu dua bulan sampai sembuh total. “Kesadaran ini masih satu yg langka. Bukan cuma pada si penderita -baik atlet atau pun awam- bahkan para dokter pun banyak yg belum mengerti secara  menyeluruh mengenai proses penyembuhan ini,” ungkapnya.

Menurut Febry lagi, ketika ini baru ada 30 dokter di semua Indonesia yg menekuni bidang kedokteran olah raga ini, khususunya di bidang bedah ortopedi. “Secara rasio jelas masih jauh, kalau dibandingkan dengan keadaan di negara tetangga terdekat sekali pun, seperti Singapura dan Filipina,” katanya.

Tjahjo Sasongko/Kompas.com Para peserta acara

Karena itulah, Royal Sports Medicine sebagai pusat pelayanan solusi medis dengan prinsip one stop solution, mengadakan seminar,”The 6th Live Surgery of Arthroscopy ACL & PCL Reconstruvction Workshop,” pada 24-25 Februari ini. Diikuti praktisi kedokteran,  workshop diharap dapat  meningkatkan minat  para praktisi kedokteran pada bidang kesehatan olahraga ini.

“Kalau di Jakarta memang tak ada persoalan soal ketersediaan tenaga ahli di bidang ini,” kata dr Bobby Nelwan SPOT. “Tetapi mulai lebih baik lagi, bila bidang kedokteran ini juga diminati oleha para dokter di daerah. Jadi tak perlu harus mengacu ke Jakarta buat menangani kesulitan yg dirasakan para atlet.”

Menurut dr Nelwan,  kemampuan dokter bedah ortopedi serta kelangkapan alat di Jakarta, tak kalah dengan apa yg tersedia di Singapura. “Memang biayanya masih cukup tinggi,  di atas 50 juta. Tingginya biaya antara yang lain karena penyediaan alat-alat kedokteran masih dikenakan pajak sebagai barang mewah,” lanjutnya.

Tetapi tentunya  biaya proses penyembuhannya mulai jauh lebih murah bilan dikerjakan di Jakarta. “Bagaimana pun proses penyembuhan kan memakan waktu berbulan-bulan. Kalau di sini kan biaya bagi hal tersebut mampu ditekan.’

Dalam acara “The 6th Live Surgery of Arthroscopy ACL & PCL Reconstruction Workshop,” ini para peserta workshop bisa mengikuti secara siaran segera jalannya operasi perkara cedera ACL yg dikerjakan dokter-dokter RSMC.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/02/25/22580091/menetapkan.standar.kedokteran.olahraga
Terima kasih sudah membaca berita Menetapkan Standar Kedokteran Olahraga. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menetapkan Standar Kedokteran Olahraga"