Mencegah Atlet Kehilangan Masa Depan Akibat Cedera

No comment 163 views

Berikut artikel Mencegah Atlet Kehilangan Masa Depan Akibat Cedera, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompascom – Mengalami cedera ligamen sendi lutut (Anterior Cruciate LIgament/ACL) yaitu pengalaman paling mengerikan untuk seorang atlet.

Apabila cedera ini tak ditangani dengan benar, atlet mulai mengalami persoalan pada performa mereka. Lebih buruk lagi, cedera ini mampu mengakibatkan akhir karir bagi si atlet.

Di Indonesia, pada masa lalu, cedera ini seakan menjadi lampu kuning bagi atlet buat memikirkan kelanjutan karir mereka. Kalau pun memaksakan, mereka terancam tidak bisa tampil maksimal, bahkan terancam mengalami cedera berkepanjangan.

Menurut dr IGM Febry Siswanto dari Royal Sports Medicine, penanganan persoalan cedera olahraga terutama ACL sebenarnya bukan hal baru di negara-negara tetangga terdekat seperti Malaysia, Singapura dan Filipina.

“Untuk negara-negara dengan tradisi pofesional sports seperti basket di Filipina, penanganan cedera atlet terutama ACL sudah  berlangsung puluhan tahun,” katanya. “Bahkan para atlet basket Filipina biasa tiba sendiri ke rumah sakit minta operasi ACL.”

Meski masih langka, kesadaran pentingnya kedokteran olah raga ini akan tampak dengan antara yang lain berdirinya Royal Sports Medicine (RSMC) pada 20 Mei 2014 lalu. Layanan kesehatan yg sudah berusia tiga tahun ini  menjadi one stop solution buat para atlet -profesional mau pun awam- yg lebih terintegrasi antara fisioterapi segera di bawah pengawasan dokter spesialis orthopedi mau pun kedokteran olah raga sehingga penanganan pasien menjadi lebih efektif.

Febry mengaku kesadaran pentingnya kedokteran olahraga di Indoensia ini muncul setelah ia bertemu dengan dua sesama koleganya, dr. Zaini K. Saragih Sp.KO dan dr. Bopbby N. Nelwan SpOT. “Namun saat kalian mengajukan proposal ini, keraguan dari pihak rumah sakit atau investor adalah memangnya di sini ada pasiennya?” ungkap Febry. “Sebelum akhirnya kita dipercaya bagi menempati lahan kita di Sunter.”

Nyatanya setelah tiga tahun, disadari bahwa kebutuhan  bagi rumah sakit olah raga ini telah meruapakan keniscayaan untuk kota sebesar Jakarta. “Pada awal kalian buka, tingkat kunjungan boleh dibilang nol. Saat ini tingkat kunjungan mencapai 300-400 orang per bulan,”  lanjut Febry.

Untuk meningkatkan pelayanan, RSMC kini menekankan pada penanganan cedera ACL secara intens dan modern.  “Saat ini kalian menerapkan operasi arthroscopy bagi menangani cedera ACL,” katanya. “Dengan pembedahan minimal invasif ini kalian cuma melakukan sayatan kecil -sebesar 0.5 centimeter- bagi memasukkan kamera dan alat operasi. Melalui operasi, kita kemudian membersihkan daerah cedera sekaligus menangani kerusakan yg terjadi.”

Menurutnya, dengan sayatan yg kecil ini kerusakan jaringan otot seperti yg menjadi risiko bedah konvensional bisa dicegah.  “Apalagi  bila si pasien kemudian tertib menjalankan terapi pasca operasi maka kesembuhannya bisa dipercepat,” ungkapnya.

Terapi pasca operasi yg ideal dikerjakan dalam tiga tahap merupakan kembali beraktivitas olah raga serta kembali dalam olah raga permainan. “Jadi setelah  si atlet percaya dengan keadaan cederanya dengan melakukan gerak-gerak  dengan risiko tinggi seperti pivot (zig-zag), baru fisiknya bersiap bagi olahraga  permainan.”

Tahap yg memakan waktu 6 bulan sampai sesuatu tahun inilah yg memang membutuhkan disiplin tinggi bagi menjalaninya. “Ada atlet bulu tangkis yg kalian betri perawatan seumur hiodup karena dia sangat berdisplin buat terus memeriksakan keadaan bekas cederanya setiapkali habis bertanding,” katanya. “Kami terus berprinsip atlet yg memiliki daya juang dan pantang menyerah pada keadaan adalah aset untuk bangsa ini.”

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/02/14/23571551/mencegah.atlet.kehilangan.masa.depan.akibat.cedera
Terima kasih sudah membaca berita Mencegah Atlet Kehilangan Masa Depan Akibat Cedera. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mencegah Atlet Kehilangan Masa Depan Akibat Cedera"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.