Mencatat Waktu Di Negeri Jiran

No comment 84 views

Berikut artikel Mencatat Waktu di Negeri Jiran, Semoga bermanfaat

Sebagai kawasan wisata, Gold Coast di Brisbane, Queensland, Australia, telah terkenal di dunia. Pantai ini setiap tahun juga dikunjungi puluhan ribu pelari dari berbagai negara buat ikut dalam ajang Gold Coast Airport Marathon. Tahun ini acara digelar 2-3 Juli 2016 dengan 27.000-an peserta.

Acara ini menarik karena melibatkan makin banyak komunitas pelari dari Indonesia, baik yg profesional maupun amatir atau pelari rekreasional. Mereka berlari di Gold Coast Airport Marathon (GCAM) bagi menciptakan catatan waktu terbaik atau personal best (PB).

Kalaupun tak tercapai, para pelari rekreasional masih mampu melakukan PB alias “photo banyak” di lomba lari yg mendapat label Gold dari International Association of Athletics Federation (IAAF) dan sudah berlangsung bagi ke-38 kalinya itu.

GCAM memang menjanjikan peserta mendapatkan PB: suhu yg sejuk, jalanan pinggir pantai yg rata, pacer yg bersahabat, serta warga kota yg mendukung pergelaran yg diadakan di kotanya.

“Saya berniat banget mampu PB di GCAM agar lolos kualifikasi buat ikut Boston Marathon tahun depan,” kata Yvonne Siew, pelari yang berasal Malaysia.

Cewek kece itu berniat mempertahankan pace 5 buat melibas jarak full marathon 42,195 kilometer. Dengan demikian, dia mampu menyelesaikan lomba dengan target 3 jam 32 menit. Catatan waktu yg dipegang pelari rekreasional-berlatih bagi suka-suka saja, bahkan tanpa pelatih-itu adalah 3 jam 44 menit, yg dia raih di Sundown Marathon Singapura, Mei lalu.

Pelari yg pernah berlari ultra 160 kilometer itu akhirnya meraih waktu lebih baik dari targetnya, 3 jam 26 menit. Kualifikasi Boston pun dia kantongi.

Pelari maraton nasional Agus Prayogo juga berhasil mencatatkan waktu terbaiknya di GCAM, yakni 2 jam 21 menit 9 detik atau lebih baik dari catatan sebelumnya, 2 jam 23 menit 3 detik, di Tokyo Marathon. Sayang Dewi Fortuna belum berpihak kepada Agus sehingga dia tak mampu mengantongi tiket kualifikasi ke Olimpiade Rio 2016 yg mensyaratkan Agus harus mencatat waktu 2 jam 19 menit.

Lari yg menyenangkan

“Run like you stole something!” (Larilah seolah kamu habis mencuri sesuatu).

Kata-kata lucu seperti itu banyak bertebaran di lintasan lari. Banyak kata-kata penyemangat dipajang warga Gold Coast yg sepanjang lomba selalu memberi dukungan untuk pelari.

Pemerintah kota Gold Coast, penyelenggara lomba, dan warga benar-benar kelihatan bahu-membahu menyelenggarakan pergelaran maraton yg tak terlupakan oleh pesertanya. Tidak jarang peserta kembali lagi tahun depan dengan alasan yg sama: mengukir catatan waktu terbaiknya.

Dengan mengantongi label Gold dari IAAF yg tentu saja memenuhi sejumlah syarat tertentu, penyelenggaraan GCAM tak perlu diragukan. Namun, keterlibatan warga bagi memberi semangat dan ikut serta dalam kemeriahan acara juga patut diacungi jempol. Seharian ketika ajang GCAM diselenggarakan tampaknya segala kota didedikasikan buat acara tahunan kebanggaan mereka itu. Sejumlah ruas jalan ditutup sejak pukul 03.00 dan dua hari sebelumnya telah dipasangi bermacam pengumuman agar warga mengetahuinya.

Kelompok warga bergerombol di depan rumah memberi semangat. Banyak pula yg sengaja memasang pengeras suara (sound system) atau grup-grup band kecil beraksi memainkan musik penyemangat. Sejumlah kelompok cheerleader tampak di dua titik, mereka beraksi dengan penuh semangat. Sering kali kelihatan pelari mampir ke halaman rumah buat sekadar mencium anak atau keluarganya yg berdiri di pinggir jalan.

Warga seluruh umur juga kelihatan sebagai volunter di sejumlah pos lomba akan dari water station (pos hidrasi) di setiap 2-2,5 kilometer hingga pembagi medali dan kaos finisher di akhir lomba. Di sejumlah titik, banyak juga warga yg menawarkan permen kepada para pelari yg melewati “perkampungan” mereka.

Menurut Pengarah Lomba Cameron Hart, GCAM memang disiapkan secara rapi agar pelari profesional bisa berlari tanpa gangguan. Berbeda dengan di Indonesia, kategori maraton terus start paling awal, sekitar pukul 05.00, sedangkan kategori yg sama di GCAM dilepas lebih siang, yakni pukul 07.20. “Kami harus memastikan jalur di depan bersih dari pelari kategori lain,” kata Cameron.

Penyelenggara pun memperhatikan pelari rekreasional agar mampu berlari di ajang maraton dengan menyenangkan. “Kami menyiapkan segalanya, termasuk tim medik agar mereka mampu menikmati GCAM,” katanya.

“Kalau di Malaysia, di kategori half marathon (HM, 21 kilometer), dapat di bawah 2 jam telah termasuk hebat. Di sini tampaknya segala pelari berlari di bawah 2 jam,” kata Toh Seow Beng, wartawan pelari yang berasal Malaysia yg sukses melampaui 21 kilometer dalam 2 jam 51 menit.

Siapa ingin mencatatkan waktu terbaiknya dalam berlari, silakan menorehkannya di Gold Coast Airport Marathon. (AGUS HERMAWAN)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 12 Juli 2016, di halaman 25 dengan judul “Mencatat Waktu di Negeri Jiran”.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/07/12/18371981/mencatat.waktu.di.negeri.jiran
Terima kasih sudah membaca berita Mencatat Waktu di Negeri Jiran. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mencatat Waktu Di Negeri Jiran"