Melepas Ketergantungan Pada Greysia/Nitya

No comment 63 views

Berikut artikel Melepas Ketergantungan pada Greysia/Nitya, Semoga bermanfaat

BOGOR, KOMPAS.com — Selama empat tahun belakangan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi sepasang pemain ganda putri terkuat Indonesia. Berbagai prestasi kelas dunia telah berhasil mereka raih, termasuk memecahkan rekor absen emas ganda putri di Asian Games selama 38 tahun ketika berhasil meraih naik podium juara pada pesta olahraga se-Asia di Incheon tahun 2014.

Akan tetapi, generasi pelapis setelah Greysia/Nitya masih belum ada yg berprestasi di level yg sama. Hal inilah yg disoroti Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI.

Dituturkan Eng, ia sengaja mempersiapkan enam pasang di sektor penting hingga tahun 2018 mendatang. Selama masa percobaan dalam beberapa tahun tersebut, tiap pasang mulai dinilai tiap tiga bulan. Jika ada yg tak berkembang, maka ia tidak segan-segan segera merombak pasangan tersebut.

Namun, akan 2018, ia mulai memilih empat pasangan terbaik bagi memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Eng juga mulai menerapkan key performance indicator (KPI). Dalam enam bulan, nilai yg harus dicapai sebesar 60 persen, dan dalam setahun harus setidaknya 80 persen, atau mereka harus rela melepas status sebagai pemain tim nasional.

Greysia/Nitya juga tidak lagi berpasangan. Nitya kini tengah rehat pasca-operasi lutut pada Desember 2016 lalu. Setidaknya, ia terpaksa absen di dunia perbulutangkisan selama enam bulan.

Maka dari itu, Eng pun meramu kombinasi-kombinasi baru yg diharapkan dapat menembus jajaran ganda putri elite dunia, atau bahkan melebihi prestasi Greysia/Nitya.

“Selama ini, sektor ganda putri terlalu mengharapkan Greysia/Nitya. Regenerasi pelapis untuk aku masih kurang maksimal. Secara target rangking memang telah bisa, tapi secara hasil, bagi mendekati Greysia/Nitya masih jauh,” ujar Eng Hian.

“Kalau Greysia/Nitya dipasangkan, aku telah tahu titik maksimal mereka sampai mana. Kalau ada kombinasi baru, mampu saja di bawah Greysia/Nitya, atau harapan kalian sih lebih dari Greysia/Nitya,” ujarnya.

“Saya masih belum dapat memastikan apakah Greysia/Nitya mulai kembali dipasangkan lagi atau tidak,” kata peraih medali perunggu ganda putra pada Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele ini.

“Mungkin selama ini anak-anak itu jiwa kompetitifnya masih kurang. Ada yg telah merasa cukup dengan apa yg didapat sekarang, ada juga yg pasrah,” ucap Eng ketika ditanya mengenai kendala dalam mencari penerus Greysia/Nitya.

Memasuki hari kedua, acara Gathering Ganda Putri Pelatnas 2017 makin seru. Selain mengenal karakter teman-teman sesuatu tim lewat berbagai permainan team bonding, ada juga acara malam inaugurasi, ajang untuk para atlet berkreasi menampilkan hiburan. Selain mengasah rasa yakin diri, kekompakan tim, acara ini juga bertujuan buat refreshing.

Gathering yg berlangsung pada 16-18 Januari 2017 itu berlangsung di Bogor, Jawa Barat, dan diikuti segala pemain ganda putri pelatnas, serta tim pelatih.

Berikut daftar tim ganda putri pelatnas 2017:

Utama:
Greysia Polii/Rosyita Eka Putri Sari
Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani
Tara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta
Della Destiara Haris/Apriani Rahayu
Nisak Puji Lestari/Tania Oktaviani Kusumah
Yulfira Barkah/Meirisa Cindy Sahputri
Nitya Krishinda Maheswari

Pelatih: Eng Hian
Asisten: Chafidz Yusuf

Pratama:
Phita Haningtyas Mentari/Virni Putri Jafar
Jauza Fadhila Sugiarto/Serena Kani
Vania Arianti Sukoco/Ramadhani Hastiyanti Putri
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela
Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma
 
Pelatih: Rudy Gunawan
Asisten: Anggun Nugroho
Pelatih fisik: Ari Subarka

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/01/18/21491161/melepas.ketergantungan.pada.greysia.nitya
Terima kasih sudah membaca berita Melepas Ketergantungan pada Greysia/Nitya. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Melepas Ketergantungan Pada Greysia/Nitya"