Linda Berharap Keajaiban Olimpiade

No comment 75 views

Berikut artikel Linda Berharap Keajaiban Olimpiade, Semoga bermanfaat

RIO DE JANEIRO, Kompas.com – Linda Wenifanetri mendapat banyak suntikan motivasi dari atlet senior yg pernah membela negara di Olimpiade sebelum berlaga di Olimpiade rio de Janeiro.

Seperti terhipnotis, itulah yg dirasakan Linda saat berdiskusi dengan para Olimpian seperti Rexy Mainaky, Susy Susanti dan Minarti Timur.Dorongan semangat hingga cerita terdahulu dari seniornya, menjadi pemacu Linda buat dapat memberikan penampilan yg terbaik di Rio de Janeiro.

“Saya sempat ngobrol dengan Minarti Timur waktu di karantina di Kudus. Beliau bilang ke saya, Linda kamu jangan khawatir, di Olimpiade itu seluruh mampu terjadi. Yang utama kamu tetap fokus, jangan takut lawan siapapun,” kata Linda bercerita.

“Sebenarnya kalau diingat-ingat, yg diomongin itu suatu hal yg udah pernah aku dengar sebelumnya. Tapi nggak tau kenapa, pas Ci Memey (Minarti Timur) yg ngomong, aku kaya terhipnotis gitu. Masuk banget ke otak saya. Makin semangat, lebih yakin diri lagi,” tambah Linda.

Dengan Rexy dan Susy, Linda juga banyak bertukar pikiran. Meski mengaku semakin grogi jelang Olimpiade, di sisi yang lain Linda merasa semakin terpacu semangatnya.

“Sama Kak Eky (Rexy Mainaky) dan Ci Susy (Susy Susanti) juga banyak ngobrol. Mereka segala kasih semangat penuh ke saya. Mendukung penuh. Dari pelatih-pelatih di Pelatnas juga semuanya. Nggak cuma pelatih tunggal putri. Seneng banget dapat tukar pikiran sama mereka. Sekarang ini lumayan jadi nervous sebenarnya, tetapi aku juga semakin semangat,” ungkap Linda.

“Semakin hari aku semakin menyadari bahwa konsentrasi aku harus lebih ditambah lagi. Jaga keadaan badan. Semakin hari semakin memprotek diri, lebih memperhatikan diri sendiri. Tapi tetap dibawa santai,” tambahnya lagi.

Bisa turun menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Rio 2016, memberikan kebanggaan tersendiri untuk atlet tunggal putri tersebut. Olimpiade Rio 2016 ini mulai menjadi Olimpiade pertama dan yg terakhir bagi Linda.

“Ini jadi olimpiade pertama aku dan mungkin mulai jadi yg terakhir. Karena empat tahun kedepan, aku belum tentu mampu bertahan. Empat tahun lagi telah waktunya bagi junior-junior di bawah aku yg turun,” ungkap atlet kelahiran Jakarta tersebut.

Delapan tahun menghuni Pelatnas Cipayung, Linda akhirnya dapat mencicipi turun tanding di turnamen level tertinggi di dunia, Olimpiade. Tahun 2008 ketika Maria Kristin Yulianti menjadi punggawa Indonesia di Beijing, Linda baru bergabung dengan Pelatnas. Empat tahun setelahnya, 2012, giliran Adriyanti Firdasari yg diturunkan.

“Yang pasti senang, excited banget rasanya. Bangga karena dikasih kesempatan buat mampu main di Olimpiade. Jadi memotivasi supaya aku bermain maksimal. Ibaratnya, seluruh pemain pasti ingin main di Olimpiade, tetapi aku dapat mampu kesempatan. Ini jadi motivasi untuk aku bagi main sebaik mungkin,” ungkap Linda.

Dukungan penuh juga tiba dari keluarga dan orang-orang terdekat Linda. Linda mengatakan, perhatian keluarganya semakin tercurah demi persiapan maksimal Linda ke Olimpiade.

“Dukungan keluarga benar-benar luar biasa. Saat pulang ke rumah pun, misalnya ada acara keluarga, aku tetap tinggal di rumah. Disuruh istirahat, jaga kondisi. Persiapan untuk besok latihan. Keluarga menjaga suasana hati aku juga. Nggak banyak membahas pertandingan, mereka menenangkan dan mendukung saya. Selain itu, aku misalnya batuk sedikit aja, mama segera bikinin air jeruk nipis. Pokoknya full banget bagi saya,” kata peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2015 dulu itu.
“Sekarang tinggal bismillah aja,” ucap Linda.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/07/29/06334161/linda.berharap.keajaiban.olimpiade
Terima kasih sudah membaca berita Linda Berharap Keajaiban Olimpiade. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Linda Berharap Keajaiban Olimpiade"