Liliyana Dan Debby Mundur, Bagaimana Peta Ganda Campuran?

No comment 92 views

Berikut artikel Liliyana dan Debby Mundur, Bagaimana Peta Ganda Campuran?, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Meski belum resmi diumumkan, rumor tentang rencana Liliyana Natsir dan Debby Susanto buat mundur menimbulkan spekulasi tentang masa depan  ganda campuran Pelatnas.

Kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ajang Olimpiade Rio 2016 membawa aura positif buat para junior mereka di Pelatnas Cipayung. Semuanya terpacu buat mampu mengekor jejak Tontowi/Liliyana. Lalu bagaimana pergeseran kekuatan ganda campuran Indonesia pasca olimpiade?

Diluar beberapa pasangan olimpian Tontowi/Liliyana dan Praveen Jordan/Debby Susanto, ada sembilan pasangan yg berstatus anggota tim nasional ganda campuran. Mereka adalah Ronald Alexander/Melati Daeva Octavianti, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Riky Widianto/Gloria Emanuelle Widjaja, Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia, Edi Subaktiar/Richi Puspita Dili, ada juga pasangan Rafiddias Akhdan Nugroho/Masita Mahmudin.

Di lapisan pemain muda ada pasangan Yanthoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami, Rinov Rivaldy/Vania Arianti Sukoco, serta Andika Ramadiansyah/Angelica Wiratama.

“Mengenai siapa yg layak menjadi penerus Owi/Butet, aku telah milik pandangan. Namun aku memberikan kesempatan bagi enam pasangan ini berkompetisi buat menjadi pasangan ganda campuran selanjutnya yg bakal diproyeksikan,” kata Richard Mainaky, Kepala Pelatih ganda campuran PP PBSI.

Dua pemain penting dikabarkan bakal gantung raket. Liliyana yg merasa usianya telah tidak lagi muda, ia menggaungkan bahwa Rio 2016 adalah olimpiade terakhir untuknya. Sedangkan Debby rencananya mulai melepas status lajang di penghujung tahun ini.

“Debby memang mulai menikah setelah Olimpiade Rio, hingga ketika ini aku masih mencari sosok yg paling pas bagi pasangan Praveen. Pemain seperti Praveen itu butuh pasangan yg pintar memancing. Pasangan Praveen mulai diambil dari keenam pemain putri yg sekarang ada di tim ganda campuran,” beber Richard kepada Badmintonindonesia.org.

“Soal Butet yg ingin gantung raket, ini biar menjadi bagian saya. Saya dan Kedeng (Nova Widianto- Asisten Pelatih Ganda Campuran), tahu bagaimana meng-handle Butet supaya jangan pensiun dulu,” sambungnya.

Yves Lacroix/Badminton Photo Praveen Jordan/Debby Susanto

Jika melihat perkembangan para pelapis Tontowi/Liliyana, pasangan Ronald/Melati milik peluang besar. Pasangan juara Taipei Open Grand Prix 2015 ini menjadi sparring Tontowi/Liliyana selama menjalani karantina di Kudus (Jawa Tengah) dan Sao Paulo (Brasil). Nama Alfian/Annisa pun tidak jarang disebut buat menjadi penerus Tontowi/Liliyana, ditambah lagi, pasangan ini membuat kejutan dengan menjadi salah sesuatu dari delapan ganda campuran papan atas di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Meskipun baru dipasangkan, Riky/Gloria juga layak diperhitungkan.

Akankah terjadi perubahan kombinasi pasangan di sektor ini? Mungkinkah Tontowi dan Liliyana dicerai demi ‘mengangkat’ pemain-pemain muda? “Owi/Butet masih terikat kontrak hingga akhir tahun ini. Selanjutnya? Sebagai penyegaran, kita mulai manfaatkan keahlian Owi/Butet bagi membimbing pemain-pemain muda. Komposisi pasangannya belum mampu aku sebutkan, aku masih melihat dahulu kompetisi keenam pasangan ini, yg mana yg layak buat terpilih,” jelas Richard.

Richard juga menambahkan bahwa kinerjanya sebagai pelatih tidak lepas dari dukungan jajaran pengurus PBSI. “Prestasi ini adalah buah dari sistem pembinaan tepat yg didukung pengurus PBSI. Hasilnya, kalian berhasil meraih milestone di individu seperti Asian Games, All England, Kejuaraan Dunia dan puncaknya di Olimpiade Rio. Mungkin di beregu masih belum, itu karena kekuatan tiap sektor belum merata,” kata Richard.

“Semoga apa yg telah dikerjakan kepengurusan ini mampu dilanjutkan oleh kepengurusan selanjutnya. Jangan disia-siakan apa yg telah dibangun, kalau dapat malah harus lebih baik lagi,” pungkasnya

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/30/11202711/liliyana.dan.debby.mundur.bagaimana.peta.ganda.campuran.
Terima kasih sudah membaca berita Liliyana dan Debby Mundur, Bagaimana Peta Ganda Campuran?. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Liliyana Dan Debby Mundur, Bagaimana Peta Ganda Campuran?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.