Latif Mengaku Prestasinya Melebihi Ambisi

No comment 63 views

Berikut artikel Latif Mengaku Prestasinya Melebihi Ambisi , Semoga bermanfaat

 

CIHAMPELAS, BANDUNG, Kompas.com –   Peningkatan   jam terbang dengan teratur   mengikuti   berbagai kejuaraan, menghasilkan juara-juara baru di cabang olahraga dirgantara Gantolle/Layang Gantung PON  XIX Jawa  Barat  2016.    

Rekor  dibuat   untuk  dipecahkan.  Sejarah  baru tercatat. Sejak Tony Kullit (Jawa Barat) merebut beberapa medali emas Gantolle pada PON X Jakarta 1981, di nomor Ketahanan Terbang dan Ketepatan Mendarat (KTM), baru kali ini ada  pilot   (sebutan   untuk  atlit   olahraga   dirgantara)  yang  berhasil   merebut   dua   medali emas.

Bahkan beberapa pilot sekaligus berhasil meraih pencapaian idaman itu! Setelah lomba hari kelima (Ronde 6) Nomor Ketepatan Mendarat berakhir, Minggu sore (25/9) di Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat,   pilot Sumatera Barat (Sumbar), NSR Yalatif, terlalu tangguh bagi pilot-pilot tuanrumah di Kelas B. Sarjana Pendidikan (Jasmani) Universitas Negeri Padang itu merebut emas keduanya setelah menjuarai Nomor Lintas Alam   Terbatas   (Minggu,   18/9),   di   Bukit   Batu   Dua,   Gunung   Lingga,   Kabupaten Sumedang.
          
Andalan tuanrumah, Ayat Supriatna juga berhasil merebut medali emas keduanya.

Sebelumnya, Ayat, 31, yg mengikuti Kelas A, menjuarai Nomor Lintas Alam Terbatas
(Race To Goal/RTG) dan berperan besar dalam membawa Jawa  Barat  menjadi  juara umum   cabang   Gantolle   dengan   meraih   tiga   medali   emas,   tiga   perak   dan
satu   perunggu.

Emas   lainnya   diperoleh   dari   nomor   Ketepatan   Mendarat Beregu   Kelas   A  atas   nama   pilot   senior   Koesnadi   Bohon   dan   Ujang   Robi. Pada PON XVIII Riau 2012, Ayat cuma meraih medali perunggu Nomor RTG Kelas B.
                  
Sementara Latif, mengaku prestasinya melebihi ambisi pribadinya. “Ini rezeki anak. Sebenarnya aku lebih fokus ke KTM dan tak menyangka dapat merebut emas RTG,” ujar   Latif   pada   Tagor  Siagian,  Staf Sekretariat   Pengurus  Besar   Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI). Latif, 28, akan berlatih Gantolle pada 2009, setelah pilot senior   Sumbar   Rijalul   Fathani   berpromosi   di   kampusnya.   Isterinya,   Marta   Prawilian sedang mengandung  putra pertama  mereka.  

Gubernur Sumatera  Barat Irwan   Prayitno menjanjikan hadiah Rp. 200 juta buat peraih sesuatu medali emas. Sedangkan buat peraih medali perak Rp 50 juta, dan medali perunggu Rp 25 juta.

Kontroversi banyak melanda lomba Gantolle akibat kinerja Panitia Pelaksana (Panpel)   tidak   sesuai   buku   panduan   lomba   (Technical   Handbook/THB)   yang   berisi seluruh  peraturan   yang   sudah  disepakati   semua   manajer   regu.   Revisi   peraturan   yg dikerjakan Direktur Lomba Eris Budi Utomo belum diterima Panitia Besar PON XIX.

Regu  Jawa   Timur   melakukan   protes   ke   PB   PON   karena   merasa   adanya   keganjilan. Lomba RTG pada Jum’at (16/9) sempat dibatalkan menunggu PB PON menerima THB Gantolle yg direvisi. Hasilnya, Dewan Hakim PB PON menetapkan agar aturan lomba mengikuti THB asli. Tim penasehat hukum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi  DKI  Jakarta,  Subangkit,   mengungkapkan  pihaknya   sangat   dirugikan   akibat lomba dihentikan sepihak oleh Direktur Lomba  ketika pilot  DKI Jaya Andre Herman Kartowisastro   sedang   memimpin   peringkat   sementara.  

 Padahal,   sebelumnya   telah diputuskan meskipun tak ada pengesahan revisi THB, berdasarkan hasil meeting teknis para manajer regu, itu   sudah  tidak  masalah  dan pertandingan  tetap  bisa  dijalankan. Namun, kenyataannya Direktur Lomba justru mengingkari hasil meeting para manajer regu yg telah disepakati. “Dengan fakta demikian, artinya Direktur Lomba memihak dan mengungguli propinsi tertentu,” tegas Subangkit.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/28/00163431/latif.mengaku.prestasinya.melebihi.ambisi.
Terima kasih sudah membaca berita Latif Mengaku Prestasinya Melebihi Ambisi . Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Latif Mengaku Prestasinya Melebihi Ambisi"