Kunlavut, Si Raja Yunior Thailand Yang Mengagumi “Iron Man”

Berikut artikel Kunlavut, Si Raja Yunior Thailand yang Mengagumi “Iron Man”, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com — Pemain yang berasal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, menyita perhatian pada Turnamen Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2016 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, akhir minggu lalu. Bagaimana tidak, pemain berusia 15 tahun tersebut mendominasi partai puncak kelompok umur 17 tahun karena dia menyabet beberapa gelar dari tiga nomor yg dimainkannya.

Ya, Kunlavut tampil pada tiga nomor sepanjang turnamen ini, yg bergulir dari 5 hingga 9 Oktober. Pemain dari klub Banthongyord Badminton School ini pun menjadi unggulan utama, baik di sektor tunggal putra, ganda putra, maupun ganda campuran. Dia cuma gagal menjadi juara pada nomor ganda putra, karena bersama pasangannya, Setthanan Piyawatcharavijit, mereka menyerah 17-21, 13-21 dari unggulan keempat yang berasal Indonesia, Haffiz Nur Adila/Rehan Naufal Kusharjanto.

Kunlavut lebih dahulu mempersembahkan gelar buat negaranya pada partai tunggal, setelah menaklukkan pemain India, Kiran George, dengan rubber game 17-21, 21-15, 21-12. Setelah itu, giliran tunggal putri Thailand yg menjadi pasangan Kunlavut pada nomor ganda campuran, Pattarasuda Chaiwan, menang atas rekan senegaranya, Chasinee Korepap.

Pada pertandingan ketiga partai final, kembali Kunlavut turun ke lapangan berpasangan dengan Setthanan Piyawatcharavijit. Sayang, ambisi Kunlavut buat menyapu bersih seluruh nomor yg diikutinya tak terwujud lantaran kalah dari Haffiz/Rehan.

ALOYSIUS GONSAGA ANGI EBO/KOMPAS.com Tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn (2 dari kiri), berpose bersama pemain India, Kiran George (kiri), yg dikalahkannya 17-21, 21-15, 21-12 pada final kategori U-17 Turnamen Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2016 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (9/10/2016). Sementara itu di sebelah kanan pemain Indonesia, Alberto Alvin Yulianto, dan pemain Malaysia, Chong King Lim (2 dari kanan).

“Target aku pada turnamen ini merebut tiga gelar,” ujar pemain kelahiran 5 November 2011 tersebut, yg pada event serupa tahun dahulu pun bermain dalam tiga nomor pada partai final bagi kategori U-15 (juara pada nomor ganda putra dan ganda campuran, runner-up pada nomor tunggal).

Namun, pada partai pamungkas saat berpasangan dengan Chaiwan, Kunlavut kembali meraih kemenangan dalam waktu yg cukup singkat, yakni 28 menit. Melawan unggulan kedua dari Malaysia, Yee Jun Chang/Pearly Koong Le Tan, mereka menang 21-16, 21-15.

Tentu saja bukan masalah gampang bermain pada tiga nomor setiap hari hingga menembus final karena membutuhkan stamina yg sangat prima. Tetapi, Kunlavut dapat melakoninya dengan sangat bagus sehingga mampu meraih beberapa gelar, meski tak sesuai target yg dicanangkan.

“Saya latihan setiap hari selama enam hari. Dalam setiap latihan itu, beberapa jam pasti aku habiskan di gym,” ungkap Kunlavut soal kekuatan fisiknya seusai kekalahan dari pasangan Indonesia pada partai final, Minggu (9/10/2016).

“Saya juga telah biasa bermain pada tiga nomor ini, baik di Thailand maupun di luar,” tambah pemain yg mengidolakan pebulu tangkis nomor sesuatu dunia, Lee Chong Wei, ini.

ALOYSIUS GONSAGA ANGI EBO/KOMPAS.com Ganda putra Thailand, Setthanan Piyawatcharavijit (kiri) dan Kunlavut Vitidsarn, melakukan selfie bersama sejumlah penonton usai mereka dikalahkan ganda putra Indonesia, Haffiz Nur Adila/Rehan Naufal Kusharjanto, pada final kategori U-17 Turnamen Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2016 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (9/10/2016).

Meskipun terbiasa bermain tiga nomor, Kunlavut mengaku nomor tunggal menjadi favoritnya sehingga dia mulai fokus pada nomor tersebut. Pelatih pun mengarahkan Kunlavut agar menekuni nomor tunggal.

“Nomor tunggal menjadi favoritku. Semua tergantung pelatih soal nomor mana yg harus aku tekuni ketika menjadi pemain profesional. Tetapi, selama latihan, aku cuma fokus pada nomor tunggal,” ungkapnya.

Kunlavut, yg memiliki hobi nonton film, juga berbicara tentang cara dirinya mengatasi tekanan. Pengagum superhero Iron Man ini mengaku tetap tenang dan tak mau memperlihatkan ekspresi panik sehingga lawan tak mampu membaca keadaan yg tengah dihadapinya.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/10/22321911/kunlavut.si.raja.yunior.thailand.yang.mengagumi.iron.man.
Terima kasih sudah membaca berita Kunlavut, Si Raja Yunior Thailand yang Mengagumi “Iron Man”. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kunlavut, Si Raja Yunior Thailand Yang Mengagumi “Iron Man”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.