Kompetisi Berjenjang Untuk Pembinaan Usia Muda

No comment 140 views

Berikut artikel Kompetisi Berjenjang untuk Pembinaan Usia Muda, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Kemenpora sekali lagi menekankan komitmen pemerintah menyediakan kompetisi berjenjang yg mengedepankan Revolusi Mental dalam pembinaan usia muda.

Dalam konferensi pers yg digelar Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta beserta jajarannya, Selasa (31/5) siang di Media Center Kemenpora, Jakarta, menekankan komitmen pemerintah menyediakan kompetisi berjenjang yg mengedepankan Revolusi Mental dalam pembinaan usia muda.

Didampingi Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Arifin, Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Teguh Raharjo, dan pengamat sepakbola M Kusnaeni, Raden Isnanta menyampaikan Kemenpora ingin dan sedang memulai apa yg disebut Kebijakan Menpora tentang sepakbola. “Saat ini kompetisi sepakbola U12, U14, U16, dan U18 sedang dimulai dengan skala kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Inilah tata kelola kompetisi usia dini,” ujar Isnanta.

Pada U18, kompetisi mulai melibatkan Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO). “Pada U18 juga digelar Liga Santri Nusantara. Liga ini bertujuan agar aspek kompetisi juga dipadukan dengan aspek pembinaan mental, sportivitas, dan fairplay. Pada usia ini, banyak yg masuk liga profesional. Kemenpora ingin selalu mengawal usia mahasiswa awal, yakni di bawah 21 tahun,” kata Isnanta.

Selain kompetisi sepakbola U12, U14, U16, dan U18, pada usia ganjil, yakni U13, U15, U17, dan seterusnya, Kemenpora berharap pihak swasta bisa ikut memperkuat dan terlibat di dalamnya. “Kita berharap pihak swasta seperti Medco, Kompas Gramedia, Pertamina, dan lainnya bisa ikut menggarapnya,” lanjut Isnanta.

Sejauh ini, pendaftaran yg berjalan telah melibatkan 168 kabupaten. “Itu melampaui target, dan kalian optimis mencapai hingga 300 kabupaten. Sudah ada 1934 tim. Ini mungkin liga terbanyak. Peserta Liga Santri juga diperbanyak. Targetnya melahirkan potensi dari Sabang sampai Merauke. Dengan kompetisi ini, mulai lahir potensi yg belum terjamah talent scouting. Semuanya Piala Menpora,” kata Isnanta.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Arifin menyampaikan bagi kompetisi U14 dan U16, tim mampu mengambil pemain dari sekolah lain. “Jadi misalnya SMUN 1, mampu mengambil pemain dari sekolah lain. Yang utama peserta adalah pelajar. Jika dihitung, jumlahnya sekitar 2345 peserta dengan 47 ribu – 49 ribu pemain,” kata Arifin.

Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Teguh Raharjo menyampaikan kompetisi usia muda mulai melibatkan sekitar 200 ribu anak. “Jadi mereka tak cuma di depan komputer saja, tetapi sehat jasmani dan rohani. Sportivitas menjadi pendidikan penting yg ditekankan,” katanya.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/05/31/21523111/kompetisi.berjenjang.untuk.pembinaan.usia.muda
Terima kasih sudah membaca berita Kompetisi Berjenjang untuk Pembinaan Usia Muda. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kompetisi Berjenjang Untuk Pembinaan Usia Muda"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.