Kevin, Dari “Cool” Sampai “Ngocol”

No comment 210 views

Berikut artikel Kevin, dari “Cool” Sampai “Ngocol”, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Kevin Sanjaya Sukamuljo selalu tampil “stylish” di lapangan, gayanya tidak disukai lawan, tapi disukai penonton karena kerap melakukan pukulan akrobatik

Di Indonesia, tipikal pemain ganda putra seperti ini jarang ditemui dalam sesuatu generasi. Masa lalu  kalian memiliki Eddy Hartono atau Kempong (dekade 1980-1990-an), yg memiliki banyak pyukulan ajaib.  Tetapi sulit bagi membenci atau sebal pada sosok Kempong yg memang terus tampil santun di lapangan.

Mungkin yg bergaya mirip dengan Kevin -di Jakarta disebut tipe ngocol-  pada masa dahulu adalah Sigit Budiarto. Terkenal juga dengan koleksi pukulan yg sulit diterka, Sigit kerap berperan sebagai “bad boy” untuk pasangannya, semisal Candra Wijaya ketika menjadi juara di All England 1993. Lawan pasti sebal melihat gaya Sigit yg provokatif.

Makanya, Sigit cuma tertawa ketika pelatih ganda putra PB Djarum lainnya, Ade Lukas menyodorkan nama Kevin Sanjaya kepadanya bagi dilatih. “Git, ini anak gayanya mirip kamu,” kata Sigit.

“Ketika aku melihat anak ini, aku suka dengan kegigihannya,” kata Sigit. “Dia melahap seluruh porsi latihan, dari yg ringan sampai berat. Lebih dari itu, kalau boleh dibilang dalam sesuatu kata, Kevin ini orangnya pintar.”

Kepintaran atau kemampuan membaca situasi pertandingan memang menjadi sesuatu faktor plus Kevin.  bersama pasangannya, Marcus fernaldi Gideon, ia mampu  menyseuaikan gaya befrmain sehingga potensi ekduanya mampu muncul.  Marcus yg lebih kalem dan terkontrol  bisa menunjang gaya permainan Kevin yg antisipatif terhadap gaya bermain yg ingin dikembangakan lawan.

Ayah Kevin, Sugiarto Sukamuljo dan ibunya, Niawiti mengakui pada dasarnya anak mereka adalah anak yg tenang bahkan  cenderung pendiam. “Meski cool, tapi Kevin itu memang kemauannya keras, bahkan cenderung nekad kalau milik keinginan,’ kata Suigiarto.

“Waktu kecil kalau dia mau ikut lomba sepeda BMX ya dia ikut saja, biar pun dilarang. Sebagai orang tua, siapa yg tak khawatir melihat anak pulang dengan kaki luka-luka karena jatuh? Tapi ya dia itu, biar pun manja tetapi jarang nangis,” kata Niawiti, ibunda Kevin.

Tekad dan kemauan keras Kevin ini kemudian menemukan muara setelah ia dikenalkan bulu tangkis oleh Sugiarto melalui lapangan bulu tangkis di belakang rumah merak di Banyuwangi.  “Sejak itu pikirannya cuma bulu tangkis. Ia juga bilang milik keinginan buat suatu ketika menjadi juara All England,” kata Niawiti.

Kedua orang tua ini bersyukur bahwa selain sifat keras dan kemauan tinggi belajar, mereka juga diberitahu oleh pihak PB Djarum bahwa Kevin termasuk anak yg cerdas dan bisa menganalisis permainan lawan secara cepat. “Kami diberitahu mas Sigit (Budiarto)  bahwa Kevin memiliki kemampuan menganalisis di atas rata-rata pemain  lainnya,” kata Sugiarto.

Kevin  memang memiliki kemampuan bagi berkelit mengatsai persoalan yg dihadapi. Ketika ia “dipojokkan” wartawan yg membandingkan bonus yg diterimanya dengan jumlah yg diterima pasangannya, Marcus Fernaldi Gideon yg berasal dari klub lain, Kevin berkelit,”Semua kan ada plus minusnya. Di sini aku bisa lebih besar. Tapi di kesempatan yang lain seperti PON atau SEA Games, dia kan bisa lebih besar dari Provinsi-nya…”

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/03/23/11502631/kevin.dari.cool.sampai.ngocol.
Terima kasih sudah membaca berita Kevin, dari “Cool” Sampai “Ngocol”. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kevin, Dari “Cool” Sampai “Ngocol”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.