Ketika Sepak Bola Tak Sekadar Siaran Langsung Pertandingan

No comment 93 views

Berikut artikel Ketika Sepak Bola Tak Sekadar Siaran Langsung Pertandingan , Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com — SuperSoccer TV yg yaitu jaringan televisi streaming pertama yg berfokus pada sepak bola mulai membawa sepak bola masuk lebih dalam ke ruang-ruang pribadi penggemar sepak bola.

Berbeda dengan siaran sepak bola televisi konvensional, SuperSoccer TV memberi kebebasan seluasnya para gibol (gila bola) buat memilih sendiri tayangan yg mereka inginkan.

“SuperSoccer TV mulai membuat para penggila bola tak mulai lagi didikte oleh stasiun televisi. Visi kalian adalah agar para pencinta sepak bola mampu menyaksikan pertandingan yg benar-benar mereka inginkan, tanpa gangguan iklan,” kata SuperSoccer Business Development Director, Mirwan Suwarso, dalam percakapan dengan Kompas.com, Kamis (10/11/2016).

Mirwan Suwarso menyebut, hingga ketika ini para subscriber bebas mengakses pertandingan yg disiarkan SuperSoccer melalui pelbagai gawai seperti smartphone, tablet, desktop, laptop, hingga smart TV dengan syarat adanya koneksi internet.

Menurut Mirwan, pihaknya pernah melakukan survei  tentang persebaran pelanggan yg mengunduh tayangan sepak bola di SuperSoccer TV. “Kami mendapat fakta mengejutkan bahwa siaran streaming sepak bola dari SuperSoccer TV jusru ada di tanah-tanah persisir pantai ataupun tempat yang lain di Kalimantan.”

“Bagi kami, mobilitas penduduk tidak cuma di kota-kota besar yg memiliki potensi yg kuat sekali,” kata Mirwan. “Dari survei kami, kelihatan bahwa mereka yg memanfaatkan waktu luang dengan menonton pertandingan sepak bola banyak juga di wilayah pelosok, seperti pesisir di Kalimantan.”

“Untuk mereka yg gila bola dan tak pernah mau direpotkan dengan koneksi internet, kalian menyediakan adopsi teknologi adaptive bitrate. Teknologi ini memungkinkan tayangan di SuperSoccer TV akan  secara otomatis menyesuaikan dengan koneksi internet para pelanggan,” kata Mirwan.

“Para pelanggan tak perlu khawatir dengan buruknya koneksi internet. SuperSoccer TV tetap dapat menghasilkan gambar siaran yg baik, walau cuma memakai koneksi internet sekelas 3G,” lanjutnya.

Mirwan menargetkan, bisnisnya mulai segera tancap gas sebelum akhir tahun ini. Sementara itu, dalam masa transisi ini, ia juga menyiapkan kiat buat mengikat para calon pelanggan.

“Sementara ini, kalian menyiapkan infrastruktur agar lebih solid. Kami juga tidak ingin mengecewakan pelanggan. Jika ada pelanggan yg merasa kecewa, kalian mulai ganti uangnya, atau kasih member selama sesuatu tahun gratis,” ujar Mirwan.

Mirwan mengakui dirinya tak ingin berhenti pada varian konten yg ada ketika ini. Bekerja sama dengan mantan pemain sepak bola Chelsea, Dennis Wise, ia mempersiapkan serangkaian program yg mulai menjadi kekhususan SuperSoccer TV. Hal ini menjadi lebih gampang karena jaringan kerja yg telah dibangun oleh Wise yg menjabat sebagai Director of Football SuperSoccer TV.

Karena itulah, Mirwan juga mulai coba memanfaatkan jaringan kerja yg telah ada ini bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

“Saya menyiapkan sesuatu program dengan sesuatu pemain sepak bola lokal Indonesia yg mulai mendapat kesempatan berlatih di sesuatu klub profesional besar di Inggris,” katanya. “Keseruannya mulai kami lihat karena adanya gap antara metode latihan di sini dan di sana  yg relatif lebih modern, dan bagaimana proses adaptasinya.”

Pemanfaatan jaringan kerja ini juga mulai mencoba dimanfaatkan Mirwan bagi mendekatkan diri dengan sasaran konsumen, antara yang lain komunitas sepak bola Indonesia.

“Untuk persebaran konten, aku mengincar worldwide mulai tertarik buat membeli program kami. Namun, buat konsumen lokal, kalian mulai coba dua variasi, terutama dalam hal interaksi dengan mereka.”

Marwan menolak tawaran Dennis buat melakukan program coaching clinic buat komunitas sepak bola lokal.

“Bagi saya, itu terlalu biasa. Saya meminta adanya game interaktif, misalnya bagi kalangan jurnalis atau peminat media olahraga buat berkesempatan magang di bagian media sebuah klub di Eropa,” lanjutnya. “Ini mulai lebih bermanfaat untuk jurnalis atau peminat sepak bola yg bersangkutan.”

Varian program inilah yg mulai menjadi andalan SuperSoccer TV bagi menggaet subscriber. Selain tayangan segera pertandingan Liga Seri A, English Football League Championship, kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan (Conmebol), siaran juga diisi side story dari kanal 24 jam Manchester United. Semua mampu didapat melalui biaya berlangganan yg cuma Rp 50.000 per bulan, dengan 5 pertandingan gratis setiap pekannya.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/11/11/07181911/ketika.sepak.bola.tak.sekadar.siaran.langsung.pertandingan.
Terima kasih sudah membaca berita Ketika Sepak Bola Tak Sekadar Siaran Langsung Pertandingan . Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ketika Sepak Bola Tak Sekadar Siaran Langsung Pertandingan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.