Kemenpora Dan PRIMA Klarifikasi Berita “Kompas”

No comment 98 views

Berikut artikel Kemenpora dan PRIMA Klarifikasi Berita “Kompas”, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto bersama Kasatlak PRIMA Achmad Soetjipto dan sejumlah cabor menggelar konferensi pers di Media Center Kemenpora, Jakarta, Senin (30/5) siang.

Konferensi pers ini terkait dengan pemberitaan di salah sesuatu media nasional edisi Senin (30/5). Berita tersebut menyatakan persiapan kontingen Indonesia jauh dari ideal akibat peralatan hingga akomodasi yg dinilai belum memadai.

Meski tak menyebut nama media yg bersangkutan, namun bisa dipastikan ini menyangkut berita yg dimuat Harian  Kompas, edisi Senin (30/05/2016). Berita bertajuk, “Pelatnas Olimpiade 2016 Terkendala,” tersebut menulis tentang kendala kekurangan dana yg dialami  atlet Pelatnas panahan, renang,  bulu tangkis, angkat besi dan dayung.

Kompas juga menulis karena tersendatnya dana buat persiapan Olimpiade, sebagai atlet dan pengurus terpaksa merogoh kocek sendiri buat mencukupi kebutuhan, dari asupan vitamin dan protein hingga peralatan latihan.

Gatot S Dewa Broto menyampaikan setelah munculnya berita tersebut, segala internal dimintainya keterangan. “Pihak Kemenpora mulai mengirim hak jawab terkait berita tersebut. Berita ini tak seimbang karena tak cover both side, tak ada informasi dari pihak Satlak PRIMA maupun Kemenpora,” ujarnya seperti dalam siaran pers, Senin (30/05/2016).

Sementara Achmad Soetjipto menyatakan bahwa sebagian besar keterangan yg disampaikan dalam pemberitaan adalah masalah seputar tahun 2015, yg sebenarnya telah tuntas persoalannya. “Tidak seluruh yg diberitakan itu benar. Kami konfirmasi segera ke cabor-cabor, yakni cabor panahan, angkat besi, rowing, renang, dan bulutangkis,”katanya.

“Soal peralatan buat cabor panahan buat training camp di Antalya, Turki, itu pada 2015, bukan 2016. Soal training camp cabor renang di Australia, gizi dan suplemen lebih dari cukup. Uang harian sebesar US$90, namun karena perubahan cuaca, tempat latihan renang dipindahkan ke kawasan wisata yg secara cost lebih mahal,” kata Soetjipto.

Dalam penulisannya tentang perkara di cabor renang, Kompas menyebut tiga atlet nasional yg tengah berusaha lolos Olimpiade: Gde Siman Sudartawa, Triady Fauzi Sidiq dan Glenn Victor Sutanto mendapat fasilitas latihan, penginapan serta tambahan uang saku sebesar 50 US Dollar.

Soetjito menyebut bahwa lintasan dayung di Situ Cileunca Pengalengan Bandung adalah tempat latihan terbaik. “Lintasan masih sepanjang 1500 meter dan memang itu tempat latihan terbaik. Karena itu di Jakabaring mulai dibangun lintasan sepanjang 2000 meter yg ketika ini masih dalam proses pengerjaan,” lanjut Soetjipto.

Pada cabor angkat besi, Manajer Tim Nasional Angkat Besi Alamsyah yg hadir dalam konferensi pers menyatakan bahwa pemberitaan yg menyebutkan training camp mulai dikerjakan di Tiongkok adalah keliru. “Training camp kalian di Cape Town, bukan Tiongkok. Itu tahun 2015. Tahun ini tak pernah training camp di Tiongkok,” ujarnya.

Dalam percakapan  dengan Kompas, Alamsyah menyebut berencana memberangkatkan atlet pada Juni ini, namun memang masih menunggu realisasi dana dari pemerintah. “Saya cari dana  sana sini demi angkat besi. Fasilitas, program latihan,  uji mencoba dan training camp itu menjadi sesuatu kesatuan agar atlet kalian menang,”kata Alamsyah seperti dikutip Kompas.

Sementara buat cabang bulu tangkis, Kompas tak menyebutkan kekurangan dana. Hanya disebutkan keluhan salah sesuatu atlet yg diproyeksikan  meraih medali emas (Hendra Setiawan) yg mengeluhkan peralatan gym yg terasa kurang bila dipergunakan secara bersamaan.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/05/30/20343931/kemenpora.dan.prima.klarifikasi.berita.kompas.
Terima kasih sudah membaca berita Kemenpora dan PRIMA Klarifikasi Berita “Kompas”. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kemenpora Dan PRIMA Klarifikasi Berita “Kompas”"