Kalah 1-4, Indonesia Harus Jalani Laga Degradasi

No comment 95 views

Berikut artikel Kalah 1-4, Indonesia Harus Jalani Laga Degradasi, Semoga bermanfaat

MANILA, Kompas.com – Tim tenis beregu putra Indonesia harus mengakui keunggulan Filipina pada babak pertama Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania.

Pada partai keempat di lapangan tenis tanah liat indoor Philippine Columbian Association Manila, Minggu (5/2), David Agung Susanto gagal mengadang andalan tuan rumah, Ruben Gonzales. David kalah straight set dalam laga berdurasi beberapa jam beberapa menit dengan skor akhir 2-6 3-6 3-6.
          
“Mohon maaf, aku gagal menyumbangkan angka kemenangan. Saya bermain maksimal, namun lawan memang tampil lebih baik karena sangat menguasai arena pertandingan,” tutur David seusai laga.
          
Petenis berperingkat tunggal ke-740 dunia itu memang tidak mampu keluar dari tekanan jagoan Filipina yg sebetulnya menempati rangking lebih rendah darinya, yakni di posisi ke-925. Dari statistik pertandingan, Ruben unggul di hampir di seluruh lini termasuk sukses menghunjamkan sembilan aces alias service yg tidak tertepis lawan.
          
Lajang kelahiran Semarang, 21 Juli 1991 itu baru mampu melakukan break pada game keempat set ketiga bagi unggul 3-1. Namun Ruben langsung membalas hingga tidak tertahankan buat mengakhiri laga penentuan itu.
          
“Ya biasa saja, kalah dan menang telah biasa dalam sebuah pertandingan olahraga. Namun aku melihat kemajuan yg berarti di tim ini karena David Agung telah mampu menjadi tulang punggung bila tak ada Christopher Rungkat seperti melawan Filipina ini, “ tutur Ketua Umum PP Pelti, Wibowo Suseno Wirjawan yg menyaksikan laga dari pinggir arena.

Lebih lanjut, pria berkaca mata yg karib disapa Maman ini berharap petenis yg bercokol di tim Piala Davis ini mampu memanfaatkan turnamen internasional ITF Men’s Future yg berlangsung dalam tiga minggu di Jakarta, akan Senin (6/2). “Mereka harus tidak mengurangi jam terbang, bertanding dengan lawan-lawan yg lebih tangguh agar mampu mengasah ketajaman permainan,” imbuhnya.
          
Dalam partai penutup yg telah tak menentukan, Anthony Susanto juga tidak berhasil menipiskan skor kemenangan untuk tim tamu. Adik kandung David itu kandas di tangan Alberto Lim yg pada partai pembuka dikalahkan kakaknya. Anthony menyerah dalam tempo sesuatu jam 26 menit, 5-7 3-6.
          
Dengan kekalahan ini, Indonesia seperti juga tahun lalu, harus menjalani pertarungan relegated play off menghadapi tim yg kalah dari pertandingan antara Kuwait dan Thailand. Bila tidak ingin degradasi ke Grup III Zona Asia/Oseania pada ajang supremasi tenis beregu putra dunia itu, Indonesia harus memenangi laga yg dijadwalkan berlangsung 7-9 April 2017.
         
Hasil Pertandingan
Filipina – Indonesia 4-1

Jumat (3/2)
1. Alberto Lim v David Agung Susanto 6-3 6-2 2-6 1-6 1-1 ret
2. Ruben Gonzales v Aditya Hari Sasongko 6-2 6-2 6-4

Sabtu (4/2),
3. Treat Conrad Huey/Fancis Casey Alcantara v Sunu Wahyu Trijati/Anthony Susanto 6-2 6-4 6-4

Minggu (5/2)
4. Ruben Gonzales v David Agung Susanto 6-2 6-3 6-4
5. Alberto Lim v Anthony Susanto 7-5, 6-3

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/02/05/23115821/kalah.1-4.indonesia.harus.jalani.laga.degradasi
Terima kasih sudah membaca berita Kalah 1-4, Indonesia Harus Jalani Laga Degradasi. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kalah 1-4, Indonesia Harus Jalani Laga Degradasi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.