Jatuh Cinta Ke Olahraga Panahan Karena Film Kartun

No comment 136 views

Berikut artikel Jatuh Cinta ke Olahraga Panahan karena Film Kartun , Semoga bermanfaat

Laporan segera Pipit Puspita Rini dari Rio de Janeiro, Brasil. 

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com – Film kartun Jepang atau anime ternyata milik pengaruh besar pada Ika Yuliana Rochmawati. Atlet panahan berusia 27 tahun itu menggeluti olahraganya ketika ini karena sebuah tokoh di film anime.

Ketika masih kecil, Ika pernah bercita-cita menjadi bidan atau guru. Kini, dia menjadi salah sesuatu pemanah putri terbaik Indonesia yg berlaga pada Olimpiade Rio 2016.

Ika akan menekuni olahraga panahan ketika duduk di kelas 6 SD. Ibunya, berprofesi sebagai guru, yaitu orang pertama yg mengarahkan Ika buat menekuni cabang ini.

“Saya mau ikut panahan karena menurut aku olahraga ini keren, keren banget,” kata atlet kelahiran Bojonegoro, 2 Juli 1989 tersebut.

Ketertarikan Ika terhadap panahan bermula dari kesukaannya menyaksikan film kartun yang berasal Jepang, “Digimon” atau “Digital Monster”.

“Salah sesuatu tokoh di kartun itu adalah Angemon (Angel Digital Monster). Dia jago memanah. Dia keren banget dan aku jadi suka panahan,” ujar Ika.

Rasa suka itu turut menjadi dasar yg mengantar Ika meraih banyak prestasi ketika ini, termasuk lolos ke Olimpiade buat ketiga kalinya secara beruntun.

Perjalanan Ika pada Rio 2016 terhenti di babak pertama (1/32) setelah kalah dari Naomi Folkard (Inggris) di Sambodromo, Rio de Janeiro, Selasa (10/8/2016).

Ika tertinggal 0-4 dalam pengumpulan poin setelah set kedua. Dia berhasil mengejar dahulu menyamakan posisi 5-5 setelah set kelima (27-28, 25-27, 29-29, 26-24, 28-27).

Penentuan pemenang harus dikerjakan lewat babak shoot-off. Masing-masing pepanah diberi kesempatan buat melakukan sesuatu kali tembakan. Ika tersingkir setelah kalah 7-9.

“Saya yg salah. Saya salah menganalisis situasi. Di tempat aku berdiri memang tak berangin, tapi ternyata di area target ada anginnya. Saya terlambat menyadari itu,” ucap Ika.

Banyak teman dari panahan

Ika harus melalui perjalanan yg panjang bagi mampu sampai ke Olimpiade. Dia juga harus melakukan persiapan dengan baik sebelum berlaga, termasuk menghindari makanan dan minuman tertentu.

“Sekitar sebulan sebelum bertanding aku puasa soft drink, kopi, dan es krim. Hal seperti ini telah biasa aku lakukan setiap mulai mengikuti turnamen,” ujar sulung dari tiga bersaudara tersebut.

Sejak menetapkan buat menekuni panahan, Ika memang terus berlatih keras. Dia terus memacu dirinya bagi menjadi lebih baik.

“Awalnya, aku suka penasaran kenapa panah aku engak kena-kena sasaran, sedangkan teman-teman yg yang lain bisa. Dari situ aku semakin giat berlatih. Saya sampai di sini (Olimpiade) karena kerja keras,” ujarnya menegaskan.

Seperti atlet lainnya, Ika juga harus mengobankan dua hal bagi meraih prestasi lebih tinggi. Namun, ada banyak hal juga yg dapat dia syukuri setelah menjadi atlet.

“Alhamdulillah aku justru mendapatkan masa remaja yg luar biasa karena menekuni panahan. Saya kan orangnya tertutup. Kalau tak ikut panahan, belum tentu aku mulai mampu milik banyak teman seperti sekarang,” kata Ika.

Setelah Olimpiade ini, Ika harus siap bagi berlatih lagi sebagai persiapan ikut PON di Jawa Barat, 17-29 September. Namun sebelumnya, dia mulai beristirahat sejenak dengan pulang ke rumahnya di Bojonegoro.

“Mau ngantor dulu. Enggak enak sama karyawan yang lain karena keseringan bolos,” ujar Ika sambil tersenyum. Ika ketika ini bekerja di BPR di Bojonegoro.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/11/09265201/jatuh.cinta.ke.olahraga.panahan.karena.film.kartun.
Terima kasih sudah membaca berita Jatuh Cinta ke Olahraga Panahan karena Film Kartun . Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jatuh Cinta Ke Olahraga Panahan Karena Film Kartun"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.